Yamaha, Berjaya di Sesi Perdana MotoGP, Sisanya Harus Takluk Sama Honda, Why?

Brader sekalian khususnya para penggemar motogp, aksi duo Yamaha di ajang MotoGP Perdana sungguh menggila, menguasai podium 1 dan dua. Namun kesuksesan ini hanya berhenti sampai di sini. Di GP Amerika, Spanyol Yamaha tak mampu juara, bahkan di Le Mans jauh sekali dari kata podium, untung saja Tim satelit masih menempati podium sebagai penyelamat muka. Kenapa ya? Beberapa hal monggo kita diskusikan!

ftc_fra_rossi
ftc_fra_rossi

1. Power, Akselerasi, dan Top Speed

Nampaknya memang sudah bukan rahasia Lagi sejak tempo dulu memang Honda lebih powerfull, saat pertama Rossi pindah ke Yamaha dulu ia sempat ngambeg minta motor yang lebih powerfull, dia katakan ketika itu kalu tidak salah ia minta ,”top speed 300 kph sisanya biar saya yang melakukan” padahal Top Speed Honda 320 kp waktu itu, kalau tidak salah gan, mohond dikoreksi. Akhirnya Yamaha sukses membuat banyak hal bersama Rossi. Nah kini nampaknya hal itu perlu dilakukan lagi.

Menengok masalah Akselerasi, ya monggo saja lihat ketika habis dari tikungan, Yamaha harus nunggu beberapa saat baru nyusss, sementara Honda langsung ngacir jozz, demikian tentu mempengaruhi mental para pembalap Yamaha.

Urusan top speed di sementara mulai dari Qatar hingga Le Mans GP 13 ini Yamaha kalah dengan Honda dan Ducati, tengok saja data fakta Top Speed di artikel kemarin: http://2brk.wordpress.com/2013/05/19/data-fakta-top-speed-race-motogp-2013-dari-qatar-hingga-le-mans/ , kecuali di Lemans Yamaha lebih kencang karena saat trerk hujan.

2. Sasis dan Mental Pembalap

Sasis Yamaha memang dulu terkenal enak buat melahap tikungan, sirkuit ekstrim macem Jerez dan Leman menjadi faforit Yamaha  karena dulu power Honda yang kencang tak berdaya di sini. Kini, hemm, Rossi dibuat tak berdaya disirkuit kebanggaannya ini, Le Mans, sementara Lorenzo disalip Marquez ditikungan yang bernama Lorenzo, sungguh ironis. Sasis Honda nampaknya kini betul-betul redy menandingi Yamaha, Honda mungkin dengan ccepat belajar mempersiapkan sesuatu setelah Stoner pensiu untuk tetap mendominasi GP.

Nah banyak hal yang terjadi seperti di atas tentunya berpengaruh pada menta pembalap, tentunya Lorenzo akan merasa terintimidasi dan memang sudah watkanya yang juga gampang panasan, sementara Rossi, ya mungkin masih bisa kalem, tapi faktor usia sudah tidak bisa bohong. Tapi kalau mau sabar dan jeli mungkin Rossi akan bisa membangun motor Yamaha layaknya dulu, tapi bukan untuk dia, tapi untuk juniornya di yamaha.

Lorenzo

3. Bagaimana di Le Mans?

Duo yamaha menuturkan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk improv, berikut kata Lorenzo:

“Then after three or four laps the bike got worse and I got problems everywhere; in the braking, because in the middle of the corner I didn’t trust the rear tyre, and in acceleration because the rear was spinning so much I lost nearly half a second compared to the others. Races are like this sometimes; last year I won by 20 seconds with a very good bike and this year was completely the opposite. I couldn’t do much more without crashing.”

Setidaknya lorenzo mendiagnosa bahwa dia tidak yakni dengan ban belakang, dia merasa akselerasi kurang nyus dan kalah dengan yang lain gara-gara ada “SPINNING” ini di bagian belakang. Sementara Rossi menuturkan:

“Unfortunately we lost a good chance to get a good result today,” the Italian began. “I think we had the potential to be with the first three and on the podium. I had a good pace and I was fast and I could fight with the other guys. In that corner, I didn’t arrive too fast and didn’t feel any mistake, but I felt a bump and lost the front so it’s a pity because we lose points and especially the chance to try to have a good podium here.”

Katanya justru kehilangan kontrol di bagiana depan, berbeda dengan selama ini yang bermasalah di bagian belakang.

Dari banyak hal kini bisa dikatakan mitos tentang Yamaha sudah berakhir, mitos Yamaha cepat di trek basah, pupus sudah, mitos Yamaha mantab di tikungan pupus sudah. So, banyak hal musti dilakukan Yamaha, race masih panjang, kesempatan masih terbuka lebar. Yamaha harus membuang jauh-jauh mitos bahwa Honda adalah motor kencang powerfull dan sebagainya, go Yamaha!

Advertisements
Advertisements

21 Comments

  1. nampaknya. ditinggal rossi beberapa tahun. Yamaha belum melakukan improvement yg nyus.

    selain itu. RCV taun ini emang sengada lawan. ditambah moral pembalap hrc lg tinggi. si Daped ngrasa taun ini the last chance pembuktian kalo dia bisa juara dunia. sekaligus gengsi kalo disodok marquez, makanya doi abis2an. Si Marquez? koyo ra nduwe udel.
    rossi mbek JL. ngowoh . .

  2. Masukan datanya dr hohe sih.. Dari vr aja,biar jd jos lg..improvemen ymha ketinggalan dr tim laen.

  3. Pengembangan M1 dipegang si hohe sih
    Itu kan syarat utama kalo rossi mau balik ke Yamaha, dia gak mau pengembangan motor pindah ke rossi
    Hohe ga mirip rossi, rossi pembalap all in one.
    Whole package in one.
    Mbalap jago, pengembangan mesin, sasis dan ban jg jago.
    Jadi selama awal balap smp lemans krmn rossi tuh make “motornya” hohe

  4. mesi M1 kan inline4 kalo RCV V4, sudah dr sononya kalo V4 ebih unggul powernya mbah Bons…. mgkin M1 perlu upgrade mesin make V4 ajah…. kayak yg YZR500 kan V4 jg…

  5. Emg yzr500 pernah bicara banyak jaman gp 2 tak ?
    Sekali-kalinya jago juga jaman wayne rainey aja
    Setelah itu takluk terus dgn NSR500+doohan

  6. ducati harus nya memanfaatkan kemelut yg ada d yamaha,kl ga salah motor mereka begitu liar ketika keluar dari tikungan,weewww nampaknya ducati harus belajar sama honda nih 😀

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin