Renungan Jumat: Materi Bukan Jaminan Bahagia, Melarat Juga Bukannya Tanpa Dosa, Dalam tanda Kutip

Sebetulnya ini bukan barang baru, bahkan merupakan hal basi yang telah disampaikan sejak ribuan tahun lalu, tapi namanya manusia tetep saja kesalahan itu terulang dan terulang. Ya, sekelumit kisah tentang kebahagiaan. Lihtalah foto di bawah ini seorang petani dengan senyum lebar bersama dua orang anak yang juga tersenyum lepaaaas, plooong, tanpa beban, hemm nampak jauuh dari kata stres, terlihat sekali senyum bahagia diraut wajah mereka, gembira, merdeka. Padahal mereka punya apa? Mobil? Apartemen? Nothing Gan, bahkan sekedar HP untuk SMS aj gak ada! Tapi ingat bahagia lho, jauh dari stresnya kehidupan. Tak terlihat sikap iri, dengki, licik, egosi, tamak, dan sebagainya yang merupakan cikal bakal stres dalam hidup, hidup itu “luruus bae” kata orang Banyumas mah.

970975_645313628816537_1965759967_n
970975_645313628816537_1965759967_n

James Bons buktikan sendiri hal itu ketika tumbuh dan besar di dunia yang seperti itu, berkutat dengan alam, sawah, lumpur, sungai, kekurangan, keterbatasan, kemiskinan, bergelut dengan hayalan untuk menjadi orang sukses, kaya, dan seebagainya. Bahagia? Hemm, dunia sekan memberi kemerdekaan, mau main kemana, mau bangun kapan, mau tertawa, mau jungkir balik, tak ada yang membatasi, selama itu tidak merugikan orang lain. Boleh jadi inilah kebahagiaan dalam tanda kutip.

Waktu itu kelas 3 SMA, tiap hari nyangkul, mbajak sawah, nyari rumput dan sebagainya, hingga suatu saat James Bons, banting cangkul yang biasa dipakai, James Bons tendang-tendang bajak hingga rusak, lalu kabru ke Jakarta mengadu nasib. James Bons melihat Bapak James Bons yang tak pernah ambisi, selalu ceria, tak pernah suuzon, seumur hidupnya jarang sakit, hingga ketika meninggal beberpa bulan lalu pun juga bukan dalam keadaan sakit, tapi seumur hidupnya pula tak tersentuh oleh yang namanya gelimang harta. Apapakah ini kebahagiaan?

James Bons kerja keras banting tulang cari sesuap nasi biaya kuliah hiingga lulus, sekarang, mm banyak hal bisa diraih, dikerjakan, akhirnya apa larut dalam kesibukan dan kadang merindukan masa-masa dulu bisa melamun ria di gubug pojok desa. Mau kaya, kesempatan terbuka lebar, tahu jalur, hemm namun kadang keterbatasn waktu dan tenaga mengurung cita-cita. Bisa makan, bisa minum, bisa ini-itu tapi dikejar waktu, itulah bahagia tanda kutip.

Monggo kita teengok kiri kanan, ada orang nyolong ayam dijual sekedar untuk ditukar dengan sesuap nasi, lalu ada bos besar terjerat kasus korupsi.

stressed-at-work-d

Brader sekalian, lihatlah foto di atas, berapa banyak bos yang mumet stress karena ambisi pingin meraih semuanya, atau pekerja mumet karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan, bahkan tak jarang melupakan dirinya, keluarganya, bahkan Tuhannya. Demikian, melarat atau kaya bukanlah jaminan untuk sengsara atau bahagia, hati yang bersahaja lah yang menjadi dasar menciptakannya, wahai bahagia.  Lapang dada adalah pintu untuk mencapainya.

Advertisements
Advertisements

25 Comments

  1. makanya ada istilah “bahagia itu sederhana”,punya ninja,punya satria,punya segalanya juga bukan jaminan bahagia,bahagia d ukur dgn materi ehhmmmmm murah amat 😀

  2. mmm…. piye2 o ttp enak urip neng magetan.
    cah nggunung, mulih pun ttp dadi cah nggunung.

    *kangen keluyuran neng poncol meneh, adem

  3. yach begitulah hidup,

    kita lahir tanpa membawa apa-apa

    dan kita matipun tanpa membawa apa-apa, tentu bagi yg mengimaninya.

    ingat temen saya waktu blm nikah, jebolan perguruan plg terkenal di ina, cita-cita setingi langit ,waktu belum nikah duit ngak karuan kabur kemana

    pas plg kampung ketemu teman waktu sd, dagang somay.

    diliatnya hidup sederhana tanpa beban spt cerita babap mas bon.

    akhirnya disana ketemu gadis lulusan smu, trus nikah.

    padahal pergaulan di jakarta dgn org berada dan berpendidikan semua.

    itulah pentingnya kita mesti dateng ke pengajian,

    membersihkan hati kita yg penuh dgn hawa nafsu yg sebenarnya nanti kita tinggalkan

  4. Bahagia itu rasa, rasa itu bukan materi,1paket dr Allah yg berisi bmacam2,ada sedih,gmbira,marah,iri dll. Tinggal kita mau pasang rasa apa,tanpa syarat apapun lgs muncul. Sayangnya kita sering pasang syarat2 yg susah,mo bhgia syarat hrs py harta blimpah,istri sempurna,rumah ini,mobil itu,motor eta, dll. Pdhal Allah mbolehin kita mo bsikap senang,bhgia tnpa syarat apapun.

  5. SUKSES : geting what you want.
    BAHAGIA : wanting what you get
    Untuk sukses Anda perlu kerja keras, ketekunan dan pengorbanan
    Untuk bahagia Anda gak perlu biaya. Cukup saat Anda bangun pagi, pikiran Anda mengatakan : “terlepas apapun yang akan terjadi hari ini, aku akan memilih sikap yang membahagiakan….”

  6. Well…!!! Blm bahagia kalo blm punya ER6N…!!!

    *Versi blogger itu tuch…

    wkwkwkwkkk.. 😀

  7. jujur ane lebih happy sekarang dibanding ketika masa sekolah SMA atau kuliah.. Happy karena Allah telah memberikan lebih dari yg diharapkan..
    *salah satu cita2 dulu pengen bisa bekerja punya gaji dan beli montor honda bebek Dan sekarang dah lebih dari itu.. Alhamdulillah..

  8. Nyimak, imho berarti ujian harta bagi manusia, ada yang diuji dgn kemiskinan dan ada ujian kekayaan. orang miskin yang bersabar dan orang kaya yang bersyukur yang insya Allah mulia.

  9. bahagia itu sederhana, ada pada diri kita bagaimana kita memaknai “bahagia”, materi/kekayaan hanyalah pelengkap/bumbu dan sejauh mana kita mensyukuri smua secara ahsan itu dengan segala kerendahan hati dan kebeningan jiwa

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin