Blogdetik : Ternyata Tidak Semua Polantas Paham Lalu Lintas | Bonsaibiker

Blogdetik : Ternyata Tidak Semua Polantas Paham Lalu Lintas

Kini polisi makin disorot gan, muali dari prilaku di lapangan yang malah ngasih contoh smsan saat mengendarai motor, kasus sogok tilang bule di bali yang menghebohkan, lalu kasus lembar kertas STNK yang habis, kasus pembiaran derek liar, dan sebagainya. Kali ini James BOns hanya mengutip sebuah artikel dari blog detik tentang contoh kurang baik oleh polisi ini. Sebuah pengalaman pribadi disuguhkan oleh mas Bro dickyardian dalam blogdeto di link berikut : http://dickyardiann.blogdetik.com/2013/05/23/ternyata-tidak-semua-polantas-paham-lalu-lintas/ . Yup mas bro ini membahas bagaimana seorang polisi nylonong ke jalur utama tanpa sein dan membuatnya kaget. Jelasnya sebagai berikut:

polisi-sms-saat-naik-motor

polisi-sms-saat-naik-motor

Gambar dari http://hukum.kompasiana.com/2012/12/29/polisi-naik-motor-sambil-sms-520569.html

“…………., tibalah gue di kawasan Kompleks Cibubur Indah. Jalan Raya Jambore adalah jalan yang melintang persis di depan gerbang perumahan tersebut. Gue pacu motor gue, tanpa ragu. Tiba-tiba, ada motor keluar dari gerbang kompleks (sebelah kanan gue) dan masuk ke jalur yang gue lalui. Layaknya tak punya salah, dia masuk tanpa lihat kanan-kiri. Gue kaget. Respon pertama gue pencet klakson 5 detik tanpa henti. Si bapak lalu mengurangai kecepatannya. Di lokasi itu memang penerangannya agak minim. Jadi gue gak bisa lihat siapa bapak-bapak tadi sebelum jarak kita bener-bener deket. Ternyata, dia pake helm putih dengan variasi kotak-kotak warna biru khas polisi.

Dia merasa gak terima diklakson sama warga sipil kayak gue. Dia naikkin kaca helmnya lalu berkata dengan nada tinggi, “Biasa aja dong!” Merasa berada di posisi yang benar, gue bales dengan santai, “Gue gak bisa biasa kalau nyawa gue hampir terancam.” “Lo nantang?” timpal dia lagi sambil buka resleting jaketnya. Dari situ gue makin yakin kalau dia adalah polisi lalu lintas. Di balik jaket kulitnya, ada seragam polisi yang dibalut rompi warna hijau terang. Dia pikir, gue bakal takut. Eh, iya, selama pecakapan tadi, kita berdua masih jalan. Kira-kira kecepatannya 20-30 km per jam.

“Gue gak akan klakson lo kalau lo gak salah,” jawab gue. “Emang gue salah apaan?” tanyanya polos. “Lho, bukannya lo polisi? Masuk ke jalur orang tanpa nyalain lampu sign dan langsung kenceng itu bukan suatu kesalahan?” tanya gue balik. Dia sempet kikuk. Ibarat ikut kuis, mungkin dia sudah diperingatkan untuk menjawab pertanyaan tadi sama host-nya, atau jawab ‘pas’. Tapi, bukan orang Jakarta namanya kalau mau disalahkan gitu aja. “Lagian, emang motor lo lecet? Nggak kan?” si bapak polisi itu bertanya dengan pertanyaan yang cukup aneh menurut gue. Ini yang bikin gue bingung. Emang harus nunggu kendaraan lecet buat nunjukkin kalau dia salah? Atau gue harus jatuh tersungkur dan nyium aspal? “Eh, mas, gak usah naik kendaraan di Jakarta kalau gak mau kendaraan lo lecet,” timpalnya lagi tanpa memberikan kesempatan gue untuk jawab.

Jujur, gue cukup kesel. Bukan karena cuma dia salah, tapi dia adalah penegak hukum di negara ini. Sayang, gue gak bisa lihat nama dia siapa. Yang gue inget dia naik motor Yamaha Jupiter MX. Parahnya lagi, motornya tanpa nomor polisi di bagian belakang. Dan, jelas aja dia gak bisa lihat ada kendaraan lainnya, karena dia memang gak punya spion. Gak ada lagi yang bisa gue lakuin selain menghela napas seraya mengatakan dalam hati, “Jakarta keras.”

Slonong boy macem ginilah gan dulu yang membuat Tiger Revo James Bons yang baru setahun harus ganti total bagian depan dan habis 2 jutaan. Ya Pengalaman pribadi James Bons dulu di tahun 2008 seorang pengendara motor keluar gang langsung nyebrang tak liat kanan kiri, langsung bruak, hahah, bibir James Bons jontor meski makek Fll face, dan Bagian depat Tiger peang semua. MM untuk gak ada mobil kencang melintas, kalau terjadi wew gak bakalan ada Bolog BOnsai Biker.

Ya, ini hanya sebuah share, bawasanya sekarang ini zaman serba transparan, kenapa ya masih ada oknum sakrepe dewek, Polisi nnuontohin berkendara pakek HP, slonong boy, lalu kejahatan macem pemerasan derek liar terkesan dibiarin aja, sampai kapaaan ya indoesia bisa lebih tertib, ya kadang memang bikin apatis. Tapi ya tetep lah berpedoman bahwa banyak polisi yang baik dan bermental jozzz. Jozz.

Advertisements
%d bloggers like this: