Press Conference The 7th AHM Safety Riding Instructor Competition | Bonsaibiker

Press Conference The 7th AHM Safety Riding Instructor Competition

Brader sekalaian, ketika Honda menggelar acara The 7th AHM Safety Riding Instructor Competition di Lombok mulai kemarin dimana James Bons mendapat kesempatan langsung meliput acara ini, banyak agenda yang di rencanakan oleh AHM. Lomba ini ternyata mengandung pesan besar ke masyarakat bahwa safty riding begitu menjadi perhatian utama bagi pabrikan sekaliber AHM ini. Ya. Lomba ini seluruh pesertanya adalah personal atau instructor main dealer Honda seluruh Indonesia ditambah komunitas pengguna Honda. Para peserta ini diadu untuk mendapatkan kemampuan terbaik dalam safety riding ini dan kemudian mengembangkan kemampuan safety riding utuk selanjutnya ditumbukkembangkan pada masyarakat lewat dealer masing-masing. Secara total acara ini diikuti oleh 104 peserta dari Instructor dan Comunity.

???????????????????????????????

Salah satu hal yang mencolok diantaranya ketika konfresi pers pak Anggono Iriawan, Manager of Safety Riding 7 Sport Division di AHM, memberi contoh tentang bagaimana manfaatnya teknik yang benar sehubungan dengan Safety riding ini terutama berhubungan dengan penggunaan rem dan gas, “Rem depan dan belakang seharusnya lebih mengoptimalkan rem depan, dengan menggunakan 4 jari yang secara mekanis dengan 4 jari ini throtel atau gas otomatis akan menutup sehingga motor bisa plan dan kemudian ngerim, pertama hal ini akan lebih safety dan ke dua akan ngirit bbm, dan ke tiga akan mengurangi beban mesin sehingga lebih awet. Hal ini tentu berbeda dengan ketika di race dimana pembalap menggunakan stu atau 2 jari dengan masih memegang gas untuk menjaga RPM agar tidak lose power.”

AHM

Selanjutnya Honda akan mengadakan event-event di luar acara ini untuk mengkampanyekan safety riding ini semacam di sekolah-sekolah hingga ke universitas. Kenapa dengan sekolah atau kampus? Ya di sekolah atau kampus umumnya mengandalkan 3 kemampuan akademik yakni Koknitif atau penalaran, afektif atau sikap, dan psikomotar atau reflek gerak tubuh. Ya, dengan pengenalan safety riding ini para insan akademis di sekolah atau kampus akan mengenal secara teori yang dipelajari dengan aspek kognitif, lalu secara afektif atau sikap, para siswa dan mahasiswa yang secara teori sudah memahami safetu riding ini akan mampu bersikap safety ketika di jalan, dan secara psikomotor bisa menggunakan refleknya untuk erkendara secara aman.

CB 150 R

Jozz.

%d bloggers like this: