Jejak Pendapat Yahoo, Mayoritas Menolak LCGC | Bonsaibiker

Jejak Pendapat Yahoo, Mayoritas Menolak LCGC

Kemarin yaho melakukan jejak pendapat seputar LCGC, hasilnya, wew,  Dari 4912 suara yang masuk dalam jajak pendapat selama 24 jam itu. Hasilnya? Tercatat ada 1849 orang yang menjawab ya atau 37% tertarik, dan 3063 (62%) yang mengatakan tidak. Mmm ternyata banyak yang tidak setuju.

Tata Vista

Tata Vista

Sayangnya tidak diekspos darimana saja koresponden diambil, sehingga bisa dipetakan golongan mana masyarakat yang menolak dan mana yang menerima. Yup, hal ini sehungan dengan rancunya kabar seputar LCGC, bahwasanya LCGC ini didudkung menteri namun beberapa Fihak macem Jokowi justru menentang karena sangat berpotensi menimbulkan kemcetan.

Nah boleh jadi yang mendukung adalah dari kota kecil yang tidak macet, atau dari golongan menengah yang pingin punya mobil. SO termasuk golongan mana sampean!


36 thoughts on “Jejak Pendapat Yahoo, Mayoritas Menolak LCGC

    Popok diumkah?
    Sent from my BlackBerry®
    powered by chapsclabiration903

    emir99
    on said:

    Termasuk saya :mrgreen:

    mobil murah anti premium 😀

    amxcorp
    on said:

    solitik oh solitik

    saya ngak setuju mbah,jakarta tanpa mobil murah aja macet apalagi ada mobil murah

    ane juga menolak, mending kita dukung mobnas

    alcatel.lucent
    on said:

    Mobil murah,tapi biaya harian tidak murah

    Utan Svaffel
    on said:

    saya jg menolak mobil murah… sebagaimana saya jg menolak moge murah…. 😀

    saya juga ga setuju. mending sediakan transportasi masal yang memadai dan murah.

    Mas bro
    jejak pendapat itu buat mencari yg menolak dan menerima atau cuma minat sama yg ga minat?
    ga minat blm tentu menolak lho bro….

    ===========================================
    http://sarungjokcooltech.wordpress.com/2013/05/09/sarung-jok-cooltech-new-motif-2/

    gundamz
    on said:

    Wew

    blade-in
    on said:

    Kenapa Kartel mobil Jepang itu gak disuruh gotong royong bikin Transportasi massal, macem bus atau metromini yang murah tapi nyaman …. Dah 50 taon di Indonesia ngeruk untung berlipet-lipet. Mbok kasih sesuatu dong ke Indonesia !!!

    Sukhoi-50
    on said:

    Jokowi jadi gubernur DKI karena waktu jadi walikota Solo mempromosikan mobil murah Rp 100 jutaan rakitan SMK yg diklaim buatan lokal ternyata produk Cina. . . skr ada mobil yg lebih murah Rp 80 juta,kok gt ngomongnya. . . sama aja semua

    Semakin maceeetttt-ceeeetttt 😀

    st3v4nt
    on said:

    LCGC = Lu Cuan Gue Cuan…..gitu sih kata pemerintah dan pabrikan….

    wajar kalau banyak yang kontra,karena banyak yang terusik sbb

    – makin macet
    – pendapatan negara dari pajak rendah/0
    – konsumsi bbm subsidi makin tinggi yg berakibat pemerintah menaikkan harga bbm atau cabut subsidi, ujung2nya labil ekonomi

    arifin
    on said:

    Yg byk nolak rata 2X gk sanggup bli mbl(p’makai R2 n golongan bwh)tp klo pemerintah tolak p’batasan motor krn semrawut d jln ujung 2X nya p’makai R2 protes n cr dukungan/kebakaran jenggot.intinya para p’makai R2 gk stuju dg mbl tp maunya byk in mtr spy bs b’nasib sm.emang susah pola pikir n diskusi dg p’makai R2 apa lg debat.anehnya lg krj udah cape msh d suruh susah d jln bukannya menikmati p’jalanan saat macet sambil dengarkan music,nonton,dll
    walopun byk protes tetep liat dr kenyataan pasti mbl itu akan kluar n d bli org 🙂
    rider oh rider…

      Slow_down
      on said:

      R2 => gak bisa disiplin
      R4 => 5 kursi diisi 1 orang

      statement anda diatas menujukkan ketidak pedulian anda kepada sesama, tetapi peduli hanya pada satu komunitas.

        to Slow_down, cb anda liat sendiri mayoritas yg komen berasal dr bikers & yg nolak kebanyakan dr bikers yg punya blog bikers jg,apa ini tdk spt yg anda bilang hanya peduli pd satu komunitas.
        Coba anda liat dijalan,apakah bikers dijalan jg peduli thd pengendara lain?
        Setahu sy mayoritas bikers sgt tdk peduli thd sesama dijalan klo pun peduli hanya thd sesama bikers(teman atau komunitas motor),apakah ini sama spt yg anda katakan ketidak pedulian thd sesama?
        Initinya ini dunia maya,semua org bs nulis/komen apapun tp kita hidup didunia nyata yg pasti kendaraan tsb akan keluar bahkan tiap tahun berbagai merk dan jenis mobil akan tetap keluar walaupun jalanan akan macet tp bs nyaman dan disiplin jalan tanpa hrs semrawut spt bikers

        Slow_down
        on said:

        @yoga : okelah, comment bebas produksi kendaraan nyatanya tak bisa dicegah.

        Tapi jika anda menyalahkan salah pengguna penyebab kemacetan baik itu R2, atau R4. anda sama saja terjebak dalam satu komunitas. peduli sesama??? yg namanya peduli sesama tidak memihak keduanya.

        intinya macet itu masalah bersama bung, sama-sama kendaraan pribadi ko’.

        menolak LCGC, jelas mengundang sifat konsumtif masyarakat terhadap kendaraan pribadi, ujung-ujungnya mass transport semakin ditinggalkan, semakin ugal-ugalan, dan mahal.

        jujur ane pengguna R2, R4. ane sangat merindukan mass transport murah macam tahun 2003 kebawah.

        To Slow_down, silahkan anda lihat kembali ke jln umumnya p’makai R4 jarang yg ngeluh dg kemacetan saat jam pergi dan pulang kantor bahkan org2 tsb tetap bertahan dg makai R4 walaupun pemakaian BBM akan lebih boros krn macet tp cb anda lihat disaat jln macet bgm ulah pemakai R2?
        Byk masyarakat bwh menginginkan transportasi murah,aman dan nyaman tp mereka smua gk bs mikir dg istilah “ada rupa ada harga.” Sbg cth,apa mungkin dg hrg murah bs m’dpt kan fasilitas spt bus malam ato apa mungkin maskapai penerbangan Merpati fasilitas/armada sm persis spt Garuda.
        Dgn adanya LCGC b’berapa lapisan masyarakat bs menikmati mobil dan b’rarti ada peningkatan taraf hidup.

        @yudha
        pengguna R4 jarang ngeluh soal kemacetan?
        Indikasinya apa?
        setau saya, R4 suka klakson2 dah kalo macet(apa ini bukan keluhan?)
        motor memiliki dimensi, bobot, radius putar yang lebih kecil dari mobil, serta akselarasi dan deselarasi yang lebih baik pada kecepatan rendah (0-60kpj, 60-0kpj). jadi bermanuver dengan motor di perkotaan 100% jauh lebih baik dari mobil, apa lagi kota semacam jakarta. hal ini yang menjadikan oknum biker ugal2an di perkotaan(saya juga tidak suka ini).

        “Byk masyarakat bwh menginginkan transportasi murah,aman dan nyaman tp mereka smua gk bs mikir dg istilah “ada rupa ada harga.” Sbg cth,apa mungkin dg hrg murah bs m’dpt kan fasilitas spt bus malam ato apa mungkin maskapai penerbangan Merpati fasilitas/armada sm persis spt Garuda”.

        Maaf, saya tidak mengerti logika anda (gagal paham)
        dari kalimat di atas, menyiratkan bahwa anda bukan masyarakat bawah (mungkin anda tidak pernah menyentuh angkutan umum). Angkutan umum kita sudah berada di titik nadir!!. tidak aman (dikit2 copet, hipnotis, preman), tidak nyaman (ugal2an, ngetemnya berjam-jam, jadwalnya sering molor). tidak murah (silahkan itung2 sendiri) sehingga masyarakat bawah “TERPAKSA” membeli motor untuk menunjang aktifitasnya.
        mengapa mengeluarkan peraturan mobil murah (yang jelas2 memihak kaum Industri kendaraan), bukankah lebih baik memperbaiki moda angkutan massal nya.

        negara dengan angkutan yang baik adalah dimana orang kaya berbondong2 menggunakan angkutan umum, bukan dimana orang pas2an bisa menggunakan mobil

        maksud saya Yoga

        To Ansor, R4 suka klakson2 krn di dpn ada sesuatu hal tp cara klaksonnya sopan tdk spt Bikers.Anda liat bgm cara klakson para Bikers dan klakson yg dipakai oleh Bikers sering yg suaranya keras bahkan sering Bikers pakai klakson spt Toa ala Polisi tp konsep tsb apabila diterapkan para Drivers pasti para Bikers byk yg marah bukan,mana yg lebih ego?
        Walaupun mtr memiliki radius putar yg kecil,akselerasi yg cepat,manuver yg lebih baik drpd mbl apakah gk bs tertib bahkan manusia dan sepeda aja sering disuruh minggir klo ada mtr mau lewat artinya mtr yg lebih berkuasa dibanding dg mbl,truk,bis, manusia dan sepeda,bener gk?
        Knp anda tdk tidak mengerti logika (gagal paham), apakah dlm hidup anda tdk pernah b;pikir makai logika?Apabila angkutan umum dibenahi udah pasti biaya lebih tinggi(modal beli armada,gaji supir, dll),biaya maintenance dan extra cost lainnya serta brp lama hrs BEP (Break Event Point).Tetap biar bgm pun jg istilah ada rupa ada harga tetap akan berlaku.
        Masyarakat byk yg beli motor dg asumsi naik kendaraan umum MAHAL alias TIDAK MAMPU tp dibuat alasan diperhalus naik motor krn lebih cepat,hobi.Padahal dg penghasilan pas2 an knp tdk mencoba utk mencari pekerjaan yg jauh lebih baik dgn bekal ijasah S1 atau S2.Dgn adanya industri otomotif yg baru dampak lainnya akan membuka lapangan pekerjaan baru diperusahaan dan industri perakitan.
        Maaf klo saya boleh saklek,klo cm b’gaul dg org bawah2 mau tdk mau lingkup nya segitu2 aja dan tdk akan dpt koneksi yg bonafide atau info kerja yg lebih baik 9maaf apabila pendapat saya salah)

        Slow_down
        on said:

        @yoga : statement anda BENAR, namun tidak menemukan TITIK TEMU. saya memahami statement anda, masyarakat menginginkan keamanan, kenyamanan dalam suatu perjalanan.

        anda berbicara untuk kenyamanan individu manusia.
        sedangkan saya sudut pandang R2, & R4.

        ingat, statement saya diatas bukan memihak, melainkan membuka sedikit pandangan saja.

        memang tidak ada titik temu dalam diskusi ini.
        – cobalah sesekali anda naik R2, R4, & angkutan umum. secara psikologis memiliki perbedaan mental.

        tetapi yg perlu diingat, tetap disiplin. lebih baik melakukan disiplin sebaik-baiknya dari pada menegur namun mencelakai diri sendiri dan orang lain. karna disiplin dimulai dari diri kita bukan orang lain. mau nunggu orang lain disiplin gakkan ada ujungnya.

        Maksud anda TITIK TEMU yg spt apa?Coba anda b’pikir scr realistis sesuai kenyataan,cb anda b’pikir lebih jauh lg.
        Anda mengatakan masyarakat menginginkan keamanan, kenyamanan dalam suatu perjalanan <—- apakah masyarakat tdk bs memikirkan ada rupa ada harga? Apa masyarakat tdk memikirkan semua biaya2 modal,gaji sopir,maintenance lalu kapan BEP (Break Event Point),dll.Lalu apakah anda tau apabila naik angkot/bis ukuran tanggung tertulis misalnya Jauh – Dekat Rp 3500 tp krn jarak dekat max 2 Km masyarakat byk yg bayar cm Rp 2000 dgn alasan dekat(gak bayar penuh) lalu klo m'bawa anak kecil kadang suka gak bayar(dipangku),dll.Apakah hal itu tdk mengurangi biaya2 yg sy sebut diatas?Realistis bukan kejadian kecil itu.
        Anda coba liat lg dijalan,bgm p'bedaan cara mengendarai tertib rapi sopan antara R2 dan R4 dr situ bs lah dinilai mana yg lebih intelek tp ironisnya apabila R4 mengemudi sm spt R2 tentu pemakai R2 byk yg tdk trima tp hal itu boleh dilakukan oleh pengendara R2,adil dan fair kah??

    Slow_down
    on said:

    Pak Jokowi : akan kita jegal mobil LCGC

    Mentri Industri : indonesia merdeka sudah 68 tahun, masa “Rakyat KECiL” gak bisa nikmatin mobil bagus ???

    Ane : pertanyaannya mana ada rakyat kecil beli mobil 5 penumpang????, yg ada beli mobil VAN selain muat banyak bisa dipakai usaha.

    golongan kere.

    golongan MOTUBA

    Weleh,bnyak gak setuju…

    Sy pake innova 2005 di rmh,selain motor jg tentunya,ntar dibilang biker lg,ama org yg komen disini.nggak setuju,klo mobil murah ya lebih mobil nasional aja.dibilang mobnasnya jokowi itu dari cina,ya mmg mungkin awalnya harus seperti itu dulu,join dgn perusahaan luar untuk bisa exist dan alih teknologi.seperti malaysia dgn protonnya yg ambil teknologinya lotus.nggak ada salahnya kan?kenapa bisa lebih mahal jatuhnya,ya namanya jg small company nggak didukung subsidi silang dan modal raksasa seperti LCGC.sekarang mahal nantinya tentu bisa lebih murah.walaupun produknya jauh dari sempurna dan apapun itu untungnya ngalir ke anak negeri sendiri bkn ke perusahaan otomotif asing

    BBM bersubsidi bisa habis cepat ini mah

    Target Pemasaran LCGC 85% untuk jakarta

    LCGC no, transportasi massal murah yes

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan

%d bloggers like this: