Kalau Polisi Bilang Wani Piro? Mungkin Saat Masuk Jadi Anggota Polisi Piro-piro Wani | Bonsaibiker

Kalau Polisi Bilang Wani Piro? Mungkin Saat Masuk Jadi Anggota Polisi Piro-piro Wani

Sebuah ungkapan cukup menggelitik disampaikan kepada korp Polisi kita, ya ini bukan bermaksud mendiskreditkan kepolisian kita, tetapi ya sebagai penyambung lidah diskusi di FB tentang bagaiman kiprah polisi kita sejauh ini. Jelasnya tentang tilang yang sering selesai dengan ungkapan wani piro, lalu berlalu dengan selipan kantong, tak ada surat tilang tak ada sidang, yang ada hanya jawaban dari wani piro. Kemudian ada anggapan bahwa kata wani piro bergulir karena saat recruitmen menjadi anggota polisi si calon anggota memang mempunyai semboyan “Piro-piro wani”, atau berapapun berani (bayar untuk nyogok), ya ini baru anggapan dan rumor lho gan, tak bermaksud menjustifikasi polri kita.

POlisi

POlisi

Perisiwa wani Piro ini memang James Bons sering buktikan sendiri di lapangan. Wajar wong James Bons tukang keluyuran, baik pake motor maupun mobil, ya hampir seluruh kota di pulau Jawa sudah james Bons datangi. Nah saat dijalan jujur aja sering berurusan dengan polisi. Salah satunya ketika di Ngajuk Jatim, dimana hari sudah 2 minggu usai lebaran tapi jalur masih dialihkan, James Bons malas muter karena jauh, wong sudah sepi ngapain masih dialihkan segala, ngabisin bensin aja, lalu saat jalan langsung di berhentikan oleh polisi. Nah terjadilah perdebatan sengit yang memakan waktu lebih dari setengah jam. James Bons terus membantah bahwa lebaran telah usai, kenapa musti diputar-putar. James Bons berikan STNK minta ditilang dengan maksud nanti bantah di pengadilan. Eee ternyata pak polisinya minta bayar ditempat. Setelah 3 kali James Bons  menyatakan minta tilang, pak polisinya tetep aja bilang bisa bayar ditempat, akhirnya terakahir beliau mengeluarkan senjata pamungkasnya, “Wani Piro?” Lalu James Bons kasih Rp. 100.000,- dan James Bons korupsi angka 0 nya satu buah, tinggal Rp. 10.000, – hehehehehe.

Nah peristiwa “Piro-piro wanit” (berpapun berani)  ini yang menjadi legenda yang James Bons belum bisa mengakui benar atau tidaknya, wong belum pernah ngalamin atau liat sendiri. Hanya kabar beberapa orang yang hendak masuk korps kabarnya harus membayar sejumlah uang, ini masih rumor lho, meski banyak yang bilang iya, tapi James Bons belum percaya begitu saja.

Seorang kriminolog, Reza Indragiri Amriel di Kompas mengatakan bahwa beberapa kasus indisiplioner di tubuh Kepolisian karena salah satunya permasalahan dalam rekrutmen anggota. Ia mengatakan, sejak awal, kepolisian seharusnya bisa memastikan bahwa orang-orang yang diterima bergabung hanya mereka dengan tendensi kekerasan minimal. Boleh jadi yang ini mungkin dari “Piro-piro wani” hehe, baru rumor lho belum bisa mengatakan ini fakta.

Nah disisi lain, ketika James Bons iseng langsung nemuian polisi yang bertugas di jalan, dan juga wartawan yang khusus untuk warta polisi, lalu ngobrol banyak dan hingga ke masalah wai piro daam tilang ini ternyata jawabannya cukup memilukan, berat juga untuk menjadi polisi ini. Gaji kecil, kabarnya untuk bensin motornya mobile muter-muter ngatur lalu-lintas tidak dikasih biaya tambahan untuk bensin, bensin ini harus cari sendiri, makanya terkadang muncul senjata pamungkas “Wani Piro”? Apalagi untuk sekedar beli kopo atau minum, wew juga harus cari sendiri. Bahkan untuk misalkan acara lebaran banyak biaya tambahan untuk rambu-rambu lalu lintas dan biaya operasional lain yang semua itu harus dicari sedndiri, dan dapetnya dari “Wnai Piro ini”

Lagi-lagi benar tidaknya ya wallahu a’lam, wong itu hasil ceritanya pak polisi dan wartawan dari terbitan warta polri.

Advertisements
%d bloggers like this: