Anekdot Pasal 504 dana 205 Sungguh Menggelikan

Ya kadang memang menggelikan ketika berbicara masalah tilang ketika berhadapan dengan polisi. Jujur James Bons yang tukang keluyuran ini sering kali berurusan dengan polisi ketika di jalan, baik itu salah jalan, atau sekedar terjebak oleh aturan lokal. Akhirnya keluarlah pasal 504 bagi motor alias angka 5 dan angka 0 nya 4 alias 50.000, lalu untuk mobil jadilah pasal 205 alias angka 2 lalu ditambah angka 0-nya 5 alias 200.000 hemmm.

Kuapokmu kapan
Kuapokmu kapan

Sadar atau tidak sadar ungkapan ini merupakan tamparan buat aparat penegak hukum, bagaimanapun juga realitas di lapangan sering berbicara. Lalu siapa yang sebenarnya sering memberlakukan pasal 504 dan 205? Masyarkat atau Polisi? Hemm, monggo menurut agan sekalian!

 

Advertisements
Advertisements

14 Comments

  1. selama peraturan penerapan sanksi bersifat administratif, hukum indonesia tidak akan benar sampai kapanpun. bagusnya pelanggaran perdata dan pidana berat ya penjara aja. tapi kenyataannya ya wani piro xixixixix :mrgreen:

  2. sama2 deh mbah bons…
    polisi : nyari duit sampingan bwt balik modal/uang rokok+kopi

    masyarakat : ambil praktisnya aja,ogah ribet sidang,dll. lgan kl sidang y sm aja,uang dikorup pejabat yg lebih tinggi.

    smua hny omongan biasa,mgkn benar mgkn jg saya salah.

  3. kethok e kebutuhan bersama mbah….kemarin pas mampir karanganyar temenku bilang ora penting mas saiki sim utowo layang kendaraan…sing penting nek lunggo sangu duwit lancar gak perlu ruwet birokrasi dan wira wiri…piye jal

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin