Warna warni dan Hasil Negatif Perayaan Tahun Baru | Bonsaibiker

Warna warni dan Hasil Negatif Perayaan Tahun Baru

bebeapa kejadian di malam tahun baru dan perayaan hari h tahun baru memang mengandung banyak hal unik, mulai hal yang baik, hal yang nylendeh, hal yang wajar, dan hal yang negatif. Jelas positifnya acara dimana-mana meriah. Sementara itu hal yang sedikit nyleneh adahal bahwa ternyata polisi mnggerebek teroris di malam tahun baru, wewew, ngeri.

tahun-baru

tahun-baru

Nah beberapa hal yangnegatif adalah bisa diihat beberapa hal berikut:

  • Sampah dimana-mana menumpuk. Di kuta Bali misalnya, perayaan tahun menyisakan 75 ton sampah. Selain dari sisa perayaan malam tahun baru, ada juga sampah kiriman. Limbah ini datang akibat hujan lebat yang disertai angin kencang. Sementara itu sebanyak 300 meter kubik sampah memenuhi wilayah Jakarta Timur, Rabu (1/1/2014). Sampah tersebut, menumpuk seusai perayaan malam tahun baru di beberapa titik keramaian. Wew, diberbagai kota dan tempat wisata, sampah menggunung dan sebagaian belum diseselesaikan.
  • Kecelakaan karena pemngemudi ngantuk mabuk dan kecapekan. Diketahui data kecelakaan pada arus mudik Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 angka kecelakaan mencapai 1.740, menurun dari tahun sebelumnya yang berjumlah 1831 kecelakaan. Meskipun kecelakaan mengalami penurunan, namun tidak halnya dengan korban meninggal dunia yang mengalami kenaikan. Pada tahun ini terdapat 395 korban meninggal dunia dan hanya berbeda tipis dengan tahun sebelumnya yang mencapai 389.
  • Sementara itu versi hizbuttahrir bahwa malam tahun baru adalah ajang kriminal dan maksiat.Ya, ingginya tindak kriminalitas dan ajang maksiat pun tidak bisa dipungkiri menghantui masyarakat tiap malam pergantian tahun itu. Laporan yang dikeluarkan Polri baru-baru ini menempatkan Jawa Tengah sebagai wilayah paling tinggi tindak kriminalnya.Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Agus Rianto mengatakan, Jawa Tengah menjadi tertinggi dengan 29 laporan kasus kejahatan yang diterima pihak polda. Posisi kedua ada Sumatera Selatan dengan 24 kasus, Jawa Timur dengan 19 Kasus, Sumatera Barat dengan 18 Kasus, semoga kita bisa menjaga keamanan bersama.

Ya, wallahu a’lam.

 

 

Advertisements
%d bloggers like this: