Inazuma Kurang Mocer Karena Salah Desain, Model, Timing, Atau Karena Buatan Cina, Bagaimana Dengan R 25 Yang Rumornya Menggunakan Part Cina?

Ini coba kita berdiskusi antara fakta dan rumor. Pertama faktanya adalah bahwa memang Suzuki Inazuma kurang mocer dalam penjualan. Padahala kurang apa coba? Harga Sudah jauh lebih murah ketimbang CBR 250 dan Ninja 250, model bagus sudah 2 silinder lagi power juga cukup besar. Nah kalau ditanya apa faktor utama ketidakmonceran Inazuma 250? Ya calon jawaban jelas banyak, mulai dari strategi marketing Suzuki, layanan 3s Suzuki, Model atau desainnya, mesinnya yang masih SOHC, dan terakhir mungkin karena Inzuma buatan Cina.

Inazuma Modif
Inazuma Modif

Faktor 3s? Yup, kalau dibilang layanan 3s suzuki kurang bagus, ya mungkin, memang dari sisi jaringan jelas Suzuki tak selengkap dan seluas Honda dan Yamaha, namun toh tetep aja Suzuki mampu menjual Satria FU laris manis bak kacang Goreng. Demikian juga Ninja 250 juga laris manis, sementara jaringan 3Snya juga 11-12 sama Suzuki.

Dari sisi model dan desain serta mesin? Ya mungkin juga, namun bukankah 2 silinder itu sesuatu banget buat Indonesia. Sedangkan street fighter atau touring si Tiger aja mampu laris lho. Tapi di sini Inazuma tidak sendirian, Ninja Naked Z 250 yang sangat spektakuler dan modelnya begitu disukai, ternyata penjualannya juga tidak moncer. Para pembeli tetp banyakan memilih Ninja 250 FI. Kemasyhuran motor ini kebanyak bukan menjadikan orang membli, melainkan menjadi bahan ide untuk modifikasi, macam CB 150 dan NVL.

Bagaimana dengan strategi marketing Suzuki? Memang sih harus diakui bahwa motor ini hampir tidak pernah terlihat iklannya, entah Suzuki tak mau ngeluarin biaya banyak untuk produk CBU ini atau pa ya hanya Tuhan dan fihak Suzuki yang tahu. Nah jelasnya memang suzuki pernah mengalami kegagalan dalam segmen motor street figter atau model Touring ini, ya layaknya dulu menjual Thunder 250 yang hanya bertahan beberapa tahun saja dan kemudian stop impor. Justru Suzuki moncer di segmen sport kencang menjadi fenomenal macem FXR dan FU. Mungkin juga tak terlepas image tentan motor-motor cepat Suzuki macem Hayabusa dan bandit.

Bagaiman dengan timing? Untuk saat ini sepertinya memang orang untuk kelas 250 cc lebih memilih sport ketimbang touring atau street Fighter yang naked. Ya mungkin banyakan orang Indonesia masih demand dengan kecepatan, sport, nungging, dan berfairing. Kecuali orang-orang yang sudah mapan yang suka bergaya touring barulah milih Harley misalnya.

Berpengaruhkah karena produk Cina? Ini yang menurut James Bons agak susah dibuktikan walau efeknya boleh jadi sangat luar biasa. Ya dulu mungkin 30 tahun lalu semua buatan Cina dianggap bagus, mulai dari peralatan dapur, pertanian dan sebagainya. Namun kini setelah kegagalan motor Cina, wew jadi seperti buah simalakama bagi semua produk Cina. Mobil Cina berangsur stop, Indomobil misalnya yang ngimpor Cherry QQ stop, lalu kebanyakan motor produk Cina juga stop, kecuali beberapa perusahaan yang impor part lalu dirakit dimari atas nama lokalan. Nah jelasnya produk Cina nampaknya menjadi traumatis untuk para biker Indonesai, meski dalam tanda kutip tak semua produk cina seperti itu. Ya peristiwa abal-abalnya motor Cina kan akibat ulah importir yang mengimpor motor dengan kualitas jelek demi mengeruk untung banyak, padahal motor Cina yang kualitas bagus kan juga ada.  So, traumatis masih dirasakan hingga kini, bahkan Pulsarpun banyak yang dibilang produk Cina.

Nah, mana yang paling berpengaruh atas ketidakmonceran Inazuma di Indonesia? Ya monggo silakan disimpulkan sendiri sesuai pendapat dan alasan masing-masing yang masuk aka.

Kemudian sekarang bagaimana juga dengan R 25 yang rumornya bakal menggunakan beberapa atau banyak part Cina? Ya, pertama menggunakan part China ini pertama James Bons sampaikan baru sebatas rumor, biar tidaknya ya hanya Allah dan orang Yamaha yang tahu. Lalu masih menurut rumor, bahwa Yamaha menggunakan strategi ini untuk menekan Cost produksi biar harga R 25 bisa lebih murah dari Kawasaki Ninja 250 FI dua silinder. Nah, menurut agan sekalian, akankah berpengaruh penggunaan part Cina (andai benar) ini terhadap reputasi dan penjualan R 15 ke depannya? Nah bagaimana menurut agan sekalian, monggo!

Advertisements
Advertisements

46 Comments

  1. 250 twinsil pada selera sporty…image china jelek selain faktor kelakuan pengimpor juga tdk lepas dr propaganda jepang,ama barat.. Krn china adl superpower bidang ekonomi yg jg bahaya laten bagi kepentingan bisnis mereka… Part china jelek??? Yang bagus juga banyak kok..cuma ga diimpor aja…kan yg hrga jauh lebih murah banyak,sama2 dr china lg… 😀

  2. brooooo…
    inazuma itu gak laku bukan karena buatan cina.
    tapi karena merknya suzuki.
    soal kualitas jempolan banget inazuma.
    gak percaya? silakan lihat sendiri bahannya.
    intinya ya karena MERK.
    .
    .
    orang sini kan banyak yg gila merk

  3. kalau menurut saya yang susah adalah pembunuhan karakter bro dari oknum2 entah sales atau yang lainya yang menjelekkan2 suzuki…paling mudah memang menjatuhkan suzuki ditambah kondisi masyarakat indonesia yang gampang percaya terhadap hal2 yang tidak dketahui langsung….semua motor suzuki menurut saya hanya nex yang desainya kurang bagus…kalau mesin dsb saya tidak meragukan…harga sparepaert mahal, harga jual rendah dsb menjadi senjata mematikan tanpa susah payah dari para oknum yang menjatuhkan suzuki…sudah 3 tahun saya berani mencoba mengambil motor suzuki karena ingin membuktikan langsung…kalau harga jual memang rendah..tapi kalau sparepart sudah ga mahal dan sama seperti halnya pabrikan lain…ga jauh bda harganya padahal ori…dan ada sparepart tertentu yang lebih murah dari merk lain…ini pengalaman saya langsung ketika pertama kali memutuskan mengambil Suzuki dan motor yang lama aku berikan pada orang tua di kampung halaman….

    • Kata babe ane yg fbh… Kalo pengen motor kenceng mesin awet pake suziku… Ane tanya lha kenapa kemarin motor lama dganti supri? Bukan axelo… Dijawab dg simpel… Dol2ane gampang lan larang supri… Wkwkwk 😀

  4. Karen merk suzuki coba sayap ngepak sama garpu tala pasti laris.Saya aja beli tvs di bilang kenapa ga beli y atau h

  5. belum tentu, meski onderdil cina, tp kalo dibuat harga murah pasti laris manis…kayak HP cina murmer…

  6. Menurut saya sih unsurnya banyak, macam2 kyk komplikasi.
    – Faktor brandnya Suzuki yg imagenya jelek, org sini lbh demen beli merk Honda dan Yamaha ( fanatik buta ).
    – Faktor disainnya yg gak digemari, org sini lbh demen model sport fairing. Bahkan street fighter kyk Z250 yg keren dan enak banget dipakai aja kaga moncer penjualannya ( sy punya atu dan kaga nyesel sedikitpun, paket komplit yg sesuai dgn harapan saya ).
    – Faktor made in China-nya, masih gak percaya ama buatan Cina krn rekodnya yg buruk mutunya ( walaupun kaga semua barang impor Cina itu gak bermutu bgs ).
    – Faktor trauma akan kasus Thunder 250 dan FXR 150. Siapa yg kaga takut kejadian itu terulang lagi, sy aja mikir ke sono wkt kepikiran mau beli. Reputasi Suzuki emang buruk di sini.

  7. opini gue, inazuma kurang laku krna beberapa faktor sih, tp jg selera yg mnentukan…
    1. mesin sohc 2 cyl touring mode ==> harusnya pke DOHC 1 cyl aja 30PS tp hrga di 30-35jeti
    2. design menganut komix mode, seharusnya ambil flagship dri gsx series karakter stretfighter yg isa diajak turing ( dual porpose ) kejar torsi misalnya
    3. after sales 3S cabang yg kurang mendukung ( peralatan )
    4. barulah brand & part….

  8. Kemunculan nya tidak begitu di harapkan Mas Bro 😀 , waktu itu Suzuki lover mengharapkan new thunder 150cc DOHC yang terjangkau dari segi harga oleh mereka(18-22juta tidak masalah).
    Andai Gixxer 150cc jadi turun di Indonesia dan menggendong mesin DOHC pasti penjualan meningkat(untuk kalangan 25 tahun lebih), sedang para remaja pasti pilih FU 😀

  9. Kalo menurut ane faktor suzuki juga yg kurang mengemas motornya dg baik satu lagi dealer2 suzuki dimana2 udah tutup bahkan di daerah ane dealer besar itu tutup cuma dalam wktu kurg dr 3 tahun yg lucunya malah dealer kecilnya yg moncer dan jualannya cuma FU dan gk da tmpt servisnya cuma jualan doank….suzuki emang inovasinya terhenti masalah merk juga sdkt byk brpngruh…ane dah pernah liat mtornya bagus ko skilas gk mncolok cz desainnya yg kalem namun setelah diperhatiin cakep juga nih mtor….masalah kualitas sih krna ini produk BU pst bagus dbndg produk lokal walopun dr china mgkn harga juga berpengaruh kali ya dan yg plg pntg adlh promosinya yg jrg trdgr ane yakin org yg gk prnh mantengin blog bkal gk tw kalo suzuki pnya 250 cc twin…

  10. Agak sulit memang menepis bayangan parts/ barang china = mudah rusak, karena faktanya, beberapa barang/ kendaraan china yang hadir disini ya asal asalan adanya. Dari situ muncul mindset yang sangat buruk deh.
    Tapi kalau buat ay, selama kita jelas tau kualitas partsnya seperti apa, mau dari cina buat ay sih ga masalah.
    CBR, Ninja, Gixxer, R25 apapun kalau partnya buatan CIna tapi menurut ay speknya dan materialnya bagus kenapa gak? plus ternyata mesin kencang dan desain oke…
    Pemilihan china pasti ada alasannya, cost tenaga kerja mungkin bisa ditekan…

  11. Salah komunikasi dan strategi marketing….kalo mau jual motor 250cc maka faktor teknologi dan desain lebih berperan dan inazuma cukup kedodoran disitu. Celah itu sudah dikangkangi ninja, kalau mau jaya harus bisa keluarin 250cc ++. Dengan kondisi keuangan suzuki sekarang kalau saya jadi petinggi SIS, mendingan gak main di pasar 250cc. Satria bisa sukses karena gak ada pesaing sama sekali seandainya AHM jadi main di kelas ini ya siap2 saja kuenya juga ilang. Dah gitu aja mau tau analisa lebih dalam ya SIS bayar saya jadi konsultannya dulu.

  12. untuk kasus inazuma itu penyebab no. 1 mnrt ane modelnya itu yg sangat2 biasa utk kls 250 mas bro, tdk ada yg special, coba klo designnya kaya di atas (diavel wannabe) pasti dah heboh penjualannya kaya fu…

  13. bro,, gw taon kemarin.. msh kerja di jaringan SUZUKI R2,, dr sudut pandang gw… krg moncer nya jualan inazuma…. lbh.. dikarenakan krn pola pemasaran produk tsb… yg aneh,, mosok… kita mau order/beli. itu inazuma utk display showroom ga bisa..kl mau beli syaratnya kudu.. ada KTP sang pemesan/pembeli… trus hrs byr tanda jadi 2jtn… data kirim by email ke PT. SIS utk… dibikinkan faktur…. dan terbitkan form barang CBU,, jk smua kelar.. baru unit dikirimkn ke dealer pemesan….. Gimana tuh…bro bayangin… kostumer… ky disuruh beli kucing dlm karung… cm liat… brosur… ga liat real fisiknya…. lbh dulu,, bukan tipikal org indonesia bgt kan.. tipikal kita kn…. liat dl motor nya…. trus suka… brp pun harganya dibayarin…. tuh.. Walhasil…. krn.. pola pemasaran yg aneh td… impor inazuma yg katanya *kl ga slh 400/bln…. ga prnh… diserap pasar dgn baik,,,,,, stok numpuk digudang… akhir taon 2013.. sdh deket….. akhirnya…. inazuma di. obral..ditawarkn ke club2 motor,,dan relasi suzuki,, kasih diskon 10jt(diskon terbesar utk motor kynya).. krg lebih sperti itu lah… kondisinya… salah dan khilaf mohon dimaafkan,, hehe

  14. emm,,,,, nganu mbah. mungkin dulu pas lonching gak ngundang juragan mbah bons,,, kendaraan apa saja yg diulas mbah bons pasti laris #fakta motuba

  15. pertama propaganda inazuma kurang, kedua suzuki membuat model bentuk yang sama dari waktu ke waku…jadi harus menunggu lama untuk bisa jadi motor antik dan klasik, ketiga dari segi harga terkesan murahan meskipun kualiasnya bagus….tahu sendiri watak orang indonesia gimana bos

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin