NIh Beda Versi Lagi Beritanya : Menurut Kapolsek Pondok Gede Penganiyaan tak Terkait Geng Motor | Bonsaibiker

NIh Beda Versi Lagi Beritanya : Menurut Kapolsek Pondok Gede Penganiyaan tak Terkait Geng Motor

Simpang siur pemberitaan memang sering terjadi dalam sebuah berita, apalagi ini berita menyangkut orang banyak, menyangkut polisi dan menyangkut warga. Ya, setelah ramai diberitakan sebagai geng motor yang dikenal dengan nama geng tangki, kini Kapolsek Pondok Gede Kompol Kunto Wibison membantah bahwa itu dilakukan oleh geng motor. Menurutnya peristiwa penganiayaan terhadap sejumlah pengunjung warnet di Pondok Melati, Ahad (16/2), tidak terkait dengan anggota geng motor. Tapi murni kriminal. Berita ini dilansir oleh Republika di sini.

warnet Koraban (Dari detiknews)

warnet Koraban (Dari detiknews)

“………Kejadian ini merupakan kasus perampokan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda di bawah umur akibat terkena pengaruh minuman keras,” ujar Kunto di Bekasi, Rabu malam (19/2). Hal itu diungkapkannya menyikapi berkembangnya isu ancaman penyerangan sejumlah anggota geng motor terhadap warga melalui pesan singkat yang meresahkan masyarakat setempat pascakejadian tersebut.

Menurut dia, kasus yang terjadi di warnet D’cornet di Jalan Raya Pasar Kecapi, RT 01/04, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, itu berkaitan dengan tindakan perampokan dan pengeroyokan. “Tidak ada unsur penyerangan, melainkan ini adalah murni tindakan kriminal perampokan dan pengeroyokan yang dilakukan sekelompok pemuda tanggung yang menamakan dirinya Tangky Boy’s,” katanya.

Kronologis yang sebenarnya, kata dia, kejadian itu bermula saat kelompok ini berjumlah 30 orang berjalan dari Perumahan Akasia menuju Pasar Kecapi. Di tengah jalan, tepatnya di depan SDN Jatiwarna 1, mereka merampas sepeda motor jenis Mio Soul B-6233-KUB milik korban Arif Pebrian dan meninggalkan korbannya di lokasi.

Selanjutnya, setelah melakukan aksi itu mereka kembali menyisir Jalan Raya Pasar Kecapi sampai menuju Warnet D’cornet dan masuk sebanyak lima orang mengambil sejumlah telepon genggam milik pengujung warnet termasuk korban bernama Yono. “Yono tidak terima dan mengejar pelaku. Namun, Yono malah dikeroyok dan dibacok oleh para pelaku mengakibatkan dia terluka dipunggung kiri dan jarinya. Saat ini dia masih dirawat di RS Polri,” katanya.

Usai melukai Yono, para pelaku kembali memberhentikan satu korban lain yang saat itu melintas di lokasi bernama Kusnadi alias Daming. “Daming disiram air keras di bagian wajahnya, dibacok bagian punggung sebelah kiri dan komplotan penjahat itu merusak kendaraan korban,” ujarnya. Para penjahat juga melakukan tindakan penganiayaan yang sama pada korban lainnya bernama Kristanto………….”

Nah, ini berbeda dengan beberapa kabar sebelumnya misalnya di detik news yang menyatakan bahwa pengeroyokan ini bermotif dendam karena kabarnya pelaku pernah berselisih paham dengan korban. Lalu dalam istilah ini penyebutannya oleh pak Kapolsek bukan sebagai gang tangki, tetapi sebagai kelompok kiminil yang menamakan diri “Tanky Boys”. Ya husnuzon aja, mungkin pak Kapolsek ingin agar tidak terjeadi keresahan warga.

 

Advertisements
%d bloggers like this: