Menarik Juga Usul MotoGPlovers ini, Biar Balapan Menarik Marquez Suruh Nunggu Yang Lain, Baru Deh Salip-salipan! | Bonsaibiker

Menarik Juga Usul MotoGPlovers ini, Biar Balapan Menarik Marquez Suruh Nunggu Yang Lain, Baru Deh Salip-salipan!

Unik juga ketika membaca status FB  MotoGP Lover’s ini bahwa melihat fakta sekarang khususnya sejak Rossi pindah ke Ducati, bahkan tahun ini, di mana balapan menjadi kurang menarik. Sebuah fakta diungkap MotoGP Lover’s ini bahwa biasanya orang yang membicarakan page MotoGP ini akan mencapai 70.000 lebih. Tapi sejauh ini hanya bermain manis di angka 13.000 kebawah dari 200.000 jumlah total member yang ada saat ini. Bukan itu saja lho, jumlah like pada postingan pun jauh sangat menurun di bandingkan tahun lalu yakni mencapai di angka 1000 lebih dan antusias para komentar pun lebih sedikit tahun ini. DORNA mesti cepat mencari solusi yang tepat untuk menyikap gejala turunnya pamor motoGP. Nah apakah yang meusti dilakukan?

rossi 2

rossi 2

Pertama memang sekarang ini Dorna sudah menggunakan segala cara, mulai dari merekrut media-media blogger sebagai partisipan dalam menyiarkan balpan GP ini agar naik kembali pamornya. Sebut saja wak kaji TMC yang kini sala satunya, diundang langsung ke Gelaran MotoGP, meliput dan kemudian mempublis, lumayan pengaruhnya untuk satu negara.

Selanjutnya Drona membuat role baru, ada factory calss dan open class. Tujuannya jelas agar non pabrikan bisa lebih kompetitif dan pabrikan lain yang kurang mocner macem Ducati bisa bicara banyak di event ini. Pada awalnya terlihat Ducati seakan mau tebar ancaman, namun belakangan ya loyo lagi. Dan wacana ini terlihat gagal karena kurang membuahkan hasil dan tak pula bisa mendongkrak popularitas motoGP.

Lalu ada sebuah wacana diusung MotoGP lovers, bahwa Marquez harunya sedikit mengalah, menunggu yang lain, membiarkan yang lain menyalip, lalu disalip lagi. Toh posisi dia yang sejauh ini sudah 4 kali menang kan aman. Demikian akan lebih menarik balapan, demikian juga nama Marquez akan makin dipuja. Berikut statmennya:

“Seni Balapan..

“Balapan kok disuruh nunggu, salahkan yang dibelakang donk ga mampu ngejar..”

Menunggu dalam balapan memang terkesan tidak masuk akal, namun itulah seni dalam motogp yang dulu dipopulerkan Valentino Rossi dan sampai saat ini belum ada yang berani untuk melakukannya lagi, karena sangat beresiko. Dibutuhkan mental yang kuat selain skill dan performa motor yang mumpuni.

Tidak hanya menunggu, bahkan waktu itu Rossi seringkali membiarkan dirinya dilewati pembalap lain, dan di lap-lap akhir Rossi membuat penonton bersorak gemuruh dengan menghabisi lawan-lawannya, bahkan sampai di tikungan terakhir..

Awal musim 2013 setelah kembali ke Yamaha, dalam jumpa pers setelah berhasil podium ke dua Qatar,, Rossi mengatakan bahwa ia masih ingat bagaimana cara membalap dengan M1, namun ia mengatakan lebih lambat 30 detik daripada saat muda dulu. [pernah diposting di sini]
Tentunya jika dulu Rossi mau ngacir, bayangkan GAP-nya dengan pembalap dibelakangnya. Terbukti di Phillip Island 2003, mendapat sanksi penalti 10 detik karena menyalip Marco Melandri saat bendera kuning akhirnya berhasil merebut podium pertama dengan GAP 15,2 detik.

@Waroeng ML

Masuk akal juga gan!

%d bloggers like this: