Menarik juga bahasan kang Rudy Soul ini, sebuah artikel dengan judul “R25 diciptakan untuk puasin konsumen,kalu bisa Kill Ninja 250 itu bonus buat YIMM” Joz. Singkatnya R 25 dibilang sebagai obat pembasmi Ninja 250 FI, lagi-lagi jozz tenan statmennya. Dan yag tak kalah menarik adalah statmen judulnya. bahwa R 25 dibuat untuk puasin konsumen. Hehehe, kalau menurut James Bons malah musingin Konsmumen! Hahahaha!

Lho kok bisa? Ya ini bukan perkara James Bons FBY atau FBH tapi coba tengok realitas yang ada!

Pertama!

R 25, sebuah produk yang stelah spy shotnya nampak, dianggap sebagai motor yang sungguh mempesona, kekar, bertenaga, 2 silinder pula. Bagi James Bons pribadi, memang demen dengan motor ini, dan betul-betul nunggu, kalau cocok tebuss! Lha baru lihat pesaonanya itu lho gan dah bikin pusing, tip hari harus melototin perkembangan nih motor, lha wong terlanjur demen sih, wekekkekek! Kayaknya kalau ketinggalan info soal motor ini merasa rugi banget!

Kedua!

Mikirin tampang buntegnya aja kantong dah pusing, ee belakangan ada rumor bahwa mongtor ini bakal dibanderoll 53 juta, alamak apa ga pusing! Pasalnya Ninja 250 FI yang standar juga di angka itu, tepatnya 53,7 juta. Lalu timbl pertanyaan dalam hati, CBU 53 juta, Lokalan 53 juta juga, terus karepe piye Yamaha iki? Segepok pertanyaan mampir ke benak, mulai dari apakah R 25 bakal dibekali dengan fitur OPERPRET? Mosok Konsumen goblogmen mau dibohongin aja? Apakah R 25 memang jauh lebih bagus dari Ninja 250 FI sehingga meski lokalan harganya bisa semahal CBU? Ataukah Konsumen harus menanggung beban bahwa biaya produksi untuk meracik motor yang pure baru itu memang mahal? MMMmm, piye gan, pusing ora?

Ketiga!

Barusan New CBR 250 2014 dengan Double Keen Eyes muncul, dalam keterangannya disampaikan panjang lebar tentang kenyamanan yang ditawarkan, dan salah satunya disampaikan dengan menggunakan peredam kejut belakang yang ada proarmnya atau prolink. Nah dari part ini, motor bisa mengayun nyaman kalau menghajar jalan kriting, enak juga buat rebah. Jelasnya Pro link terdapat pada New Honda CBR 250 ini dan Kawasaki Ninja 250 mengandalkan uni link-nya. Nah terus R 250 mengandalkan apa? Selentingan kabar memang R 25 tidak mengaplikasikan part ini.

Sebuah artikel cukup kritis ditulis oleh Ghost Rider Dari Kalimalang, kang Kobaygas di lingk berikut ini :

“…….Jangan bicara “tanpa Monocross link juga oke kok handlingnya” tetapi harus bilang “jika dengan Monocross link akan tambah oke kok handling dan VALUENYA”… Intinya adalah value…Jika seperti ini berarti R25 hanya mengandalkan kehandalan mesin dan desain (dan mungkin sasis – yang tanpa delta box). Berarti selama ini KBY salah karena telah mendefinisikan kalimat ‘terbaik dari kompetitor’ itu adalah sebagai terbaik di semua lini R25 terhadap kompetitor (N250FI dan CBR250). Maaf kalau begitu… I was wrong and hopefully I’ll be wrong again jika ternyata R25 nanti muncul fully loaded…”

Ya, wajar kan, hati sudah demen, lalu boleh jadi tabungan mulai bersahabat, ee timbul kekhawatiran, mosok motor seharga 53 juta bantingannya jedagh-jedagh!

Nah, semoga saja Yamaha memberikan jawaban atas sedikit kepusingan atau keraguan ini, sehingga bisa dengan gamblang hati menebus R 25 ini. Masalahnya R 25 cukup menjanjikan 3 s yang disediakan Yamaha, joz dan sudah tersebar hingga pelosok! Piye mas Yam! Lek memenuhi ekspektasi tak tuku tenan lho motormu! 😀 😛