Budaya Membiarkan Anak Kecil Naik Motor Nampaknya Makin Meresahkan!

Sore itu James Bons sedang bermotor ria di pinggiran kota bersama keluarga, apa daya si kecil maunya naik motor sementara si kakak ingin mencoba helm barunya, yawis nurutin anak sesekali, kata mereka ingin diterpa angin, gak mau pake mobil. Nah, keliling ke pinggiran kota sambil cari baso. Nah saat waktu mulai menunjukkan pukul 17 tepat, kamipun pulang. Di sebuah pertigaan tiba-tiba dikjutkan oleh ulah ngebut tiga anak SMP dan SD berboncengan bertiga tanpa helm dengan begitu saja nrobos pertigaan, untung James Bons sempat ngerim mendadak karena kecepatan waktu itu hanya 30 KPH. Pun ini juga dialami beberapa kendaraan di belakang James Bons yang ngerim mendadak gara-gara ulah si bocah ini. Hem, mau marah ya anak keceil, klau gak dimarahin, ya membahayakan nyawa sendiri dan nyawa orang lain.

anak kecil naik motor

anak kecil naik motor

Di tempat lain ternyata peristiwa tersebut juga terjadi, dan endingnya si anak harus meninggalkan orang tuanya untuk selama-lamnya. Ada juga peristiwa serupa, dan si kecil haru belepotan akibat jatuh ke dalam got, di tempat lain jatuh ke sawah berlumpur. Tak jarang juga mudi-mudi seumuran SMP boncengan berdua tanpa helm, sambil main HP, dan kemudian nylonong ke sawah, dan, mandi lumpur.

kelekaan meningal

kelekaan meningal

Yup, seukuran anak SMP apalagi SD jalasnya belum punya pertimbangan mataang untuk mengendalikan kendaraan bermotor. Ingat pengalaman si Doel anak Dhani yang merenggut sekian banyak nyawa. Dan masih banyak lagi peristiwa serupa yang tidak terkspos ke media. So, diperukan kesadaran tinggi bagi para orang tua untuk tidak memberi izin pada anaknya yang dibawah umur sendirian berkendara. Bukannya simpati pada himbauan polisi untuk tidak memberikan kendaraan pada anak dibawah umur, namun justru orang tua malah bangga anaknya sudah bisa naik motor, tanpa berpikir itu membayakan bagi anaknya atau orang lain. Mustinya polisi tidak hanya menghimbau, tapi aturan tegas bagi orang tua, tilan, rampas motornya atau penjara sekalian orang tua yang demikian!

This entry was posted in Portal Otomotif and tagged , , , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Budaya Membiarkan Anak Kecil Naik Motor Nampaknya Makin Meresahkan!

  1. st3v4nt says:

    Saya setuju kalau ada anak kecil bawa motor wajib hukumnya polisi sita motornya, ortunya suruh ke kantor ambil+hukuman fisik saja jangan di denda lah (karena pasti dibayar) suruh berdiri aja di perempatan yg ada pos polisinya (biar bisa diawasi) sambil pake gantungan papan tulisannya : “Saya orangtua tidak bertanggung jawab karena membiarkan anak dibawah umur berkendara” cukup 2 jam saja biar kapok.

  2. RPMspeed says:

    anak kelas 3 SD pakai motor protolan ,ban cacing ,knalpot worr udah sering euy 😮

    ——————————–
    Kenali Berbagai Safety Riding Gear
    http://rpmsuper.wordpress.com/2014/05/27/safety-gear-untuk-berkendara/

  3. ki Salim says:

    orang tua kurang tega, seandainya tega sedikit aja membiarkan anaknya di olok2 teman2 nya karena tidak dapat mengendarai motor pastinya tidak begini kejadiannya.. miriiiss..

    http://aromarpm.com/2014/05/27/volkswagen-kuasi-5-rally-pertama-wrc/

  4. Mbak Snoopy says:

    POkok e orang tua kudu CEREWETTTT…..
    jangan karena sayang anak tapi nyawa anak e malah dibuat melayang…harus 17 tahun dulu…

  5. aripitstop says:

    mesakno nek tibo

  6. Kobayogas says:

    Ajarkan anak naik motor sejak dini untuk mengasah ketrampilan dan awareness nya, tapi jangan kasih kunci motornya untuk dipakai sendirian!!

    Barangkali ada yang butuh..
    http://kobayogas.com/2014/05/27/intermezzo-dijual-yamaha-mt-03-660cc-1-silinder-special-edition-2009/

    • Joko says:

      Salah! Kalau sudah bisa, pasti tergoda utk pakai di jalan raya. Bisa nyuri2 kesempatan, atau malah pakai motor temannya. Lagian aku belajar motor kurang setahun dari umur utk dpt sim, nggak masalah, lancar2 saja.

      • noveri22 says:

        Setuju, saya juga belajar motor pas umur 16 setahun sebelum cukup umur untuk dapat sim dan sampai sekarang lancar jaya

      • Kobayogas says:

        kontrol di kita om… dan saya mengajarkan konsekuensi kalau sampai dia melanggar ketentuan, (misalnya)…
        Memang balik lagi ke masing masing, kalau saya sih gitu.

      • Kobayogas says:

        tapi soal make motor temannya…bener juga, saya pending aja deh kalau gitu… tq inputnya hehe

      • Joko says:

        Maaf galak, ini nyawa soalnya. Sudah pengalaman tetangga yang kehilangan anak gara2 naik motor sebelum waktunya. Namanya juga anak, kita yang dewasa saja sering lepas kontrol, apalagi anak2.

  7. Amamoto says:

    madzhab ngawuriyah semakin ngawur
    roda2blog.com/2014/05/26/aura-livery-repsol-itu-lebih-maknyuss-daripada-jumlah-silinder-motor/

  8. Plat-R says:

    aku rep ketik komen opo yo..??
    yowes rasido

  9. motobikerz says:

    Video Start/Finish Isle of Belitung TT 2014
    http://motobikerz.com/archives/4818

  10. Apalagi anak bisa dibilang belum punya cukup mental buat bertanggung jawab kalau terjadi apa2…

  11. Mase says:

    kalau dikampung ato kota kecil yg jauh dr jangkauan polisi banyak banget pemandangan seperti ini…

  12. danisubject says:

    aku anak kecil bukan ya :p

  13. Bonsai Biker says:

    semoga nanti lebih baik

  14. bordiranku says:

    lagi gak jalan simpul2 masyarakat kita om, RT RW even d bloody cops..

  15. ari says:

    untung saja dia ngak naik moge 🙂

  16. Pingback: Nyawamu ada berapa sih? | TIME TO SHARE

Leave a Reply

Your email address will not be published.