R 25 Bukan Pembasmi Ninja 250, Wong Kapasitas Prosuksi Hanya 2000/Bulan Dibagi 2 Untuk Indonesia dan Ekspor, CBR 250 Masih Berpluang! | Bonsaibiker

R 25 Bukan Pembasmi Ninja 250, Wong Kapasitas Prosuksi Hanya 2000/Bulan Dibagi 2 Untuk Indonesia dan Ekspor, CBR 250 Masih Berpluang!

Melaihat gegap gempita peluncuran R 25 di Indoesia memang sungguh luar biasa, efeknya memang banyak mata tertuju ke sana, banyak kantong bergetar menunggu indent haha. Saking jozznya bahkan sang raja sport 250 Kawasaki sampai sedikit minder (mungki lebih tepatnya realistis) dengan berkata (seperti dalam artikel lalu ini):

r 25

r 25

“Penjualan Ninja 250 FI kita saat ini sekitar 2.000 unit perbulan. Mungkin setelah ada R25, penjualan jadi 1.600 unit perbulan. Untuk sementara KMI akan wait and see baru tentukan strategi selanjutnya”

Nah, ternyata kemunculan R 25 ini tak serta-merta menjadi obat pembasmi Ninja 250, wong kapasitas produksinya saja hanya 2000/bulan, itupun harus dibagi dua antara pasaran Indonesia dan pasaran Ekspor,  porsinya adalah 1.000 unit buat domestik, sisanya ekspor. Namun unutk tahap awal ini soal ekspor di kebelakangin dulu, fokus utama tetap di Tanah Air. YIMM memilih untuk menyelesaikan lebih dulu “hutang” kepada 2.800 konsumen yang sudah memesan R25 sebagaiman dikabarkan ramai di internet. Dan kemudian distribusi unit baru mulai dilakukan pada Agustus, setelah produksi massal dimulai Juli.

Ya, Indonesia memang telah didaulat menjadi basis ekspor R25 untuk memenuhi permintaan pasar global. Wakil Presiden Direktur Eksekutif Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Dyonisius Beti, mengungkapkan, pasar utamanya adalah Jepang, kemudian negara-negara berkembang, dan Eropa. Targetpun juga hanya 1000/bulan krang lebihnya, demikian pak Dyonisius Beti mengungkapkan sperti dikutip Kompas :

“Saya pikir kalau cuma 1.000 untuk lokal, tidak terlalu sulit untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Kita sudah siapkan 50:50, 1.000 untuk lokal dan 1.000 untuk ekspor,”

Bandingkan dengan penjualan Ninja 250 yang meski masih Impor tapi bisa tembus 2000/beluan bahkan lebih, ini berarti pasaran Ninja 250 tetep musti survive karena ketersediaannya terjamin. Ya bayangkan misalnya mau indent R 25 lalu mentok denan masalah indent paling juga kan tetep punya emungkinan besar pindah ke Ninja 250, atau bahkan ke CBR 250. Naah si CBR 250 kemungkinan besar juga masih punya daya saing, haarga murah, power meningkat, tak perlu indent lama, dan layanan 3 s melimpah.

Ya namun itu semua baru hayalan kamar mandi James Bons mas bro, masih bisa salah, dan perlu pembuktian di lapangan. Yakin bila permintaan pasar besar, maka kapasitas produksi R 25 bakal ditambah oleh Yamaha. So bijimana menurut agan sekalian? Monggo!

Advertisements
%d bloggers like this: