Pabrikan Ada Baiknya Mengganti Ikon Produk Sportnya Tidak Melulu MotoGp Oriented, Sudah Banyak Korban Bergelimpangan!

Sebagaimana kita ketahui bahwa bintang MotoGP selalu menjadi ikon pabrikan untuk mempromosikan produknya. Yamaha misalnya menjadikan Lorenzo sebagai Ikon atau brand ambassador R 15, lalu Rossi menjadi Ikon R 25, kemudian Marquez menjadi ikon CBR 150 Lokal, Masih juga selain itu pabrikan menggunakan jargon-jargon motoGP, misalnya DNA Motogp, dan sebagainya. Jelasnya memang ini sangat manjur untuk membangun image kencang pada motor yang dijual dengan merujuk pada ikon tersebut, jualanpun laris. Namun menurut versi subyektif, sedikit banyak hal ini berpengaruh pada kebiasaan berkendara bagi para ridernya. Efek fatalnya, real aja, berberapa korban bergelimpangan akibat penggalian speed.

sabina vs Marquez cr 150
sabina vs Marquez cr 150

Yup, par user motor baru banyakan berlomba-lomba melakukan penggaliantop speed, ada yang dilakukan sendiri, ada juga yang dilakukan bersamaan, bahkan ada yang sengaja adu speed. Dari sini memang tak jarang yang penasaran ingin menggali top speed berujung maut, karena hal itu dilakukan di jalan raya. Selain membahayakan diri sendiri tentu juga membahayakan orang lain.

R 15 tabrakan vs Beat
R 15 tabrakan vs Beat

Mungkin bisa pula hal ini dilakukan misalnya mirip dengan apa yang dilakukan pemerintah tentang rokok. Bahwa ketika kita membeli rokok ada konten bahwa rokok membahayakan kita. Demikian mustinya ada konten peringatan dari pemerintah yang mengajak sekaligus memperingatkan pada user motor sport untuk berkendara safety atau bila tidak safety maka nyawa taruhannya. Ada semacam anjuran dan ajakan serius dari produsen bagi yang ingin elakukan penggalian top speed hendaknya dilakukan di sirkuit, bukan di jalanan.

New cbr 250 jatuh
New cbr 250 jatuh

Pun juga misalnya ikon-ikon atau brand ambassador tak harus selalu MotoGP, bisa pula misalny dengan artis, atau publik figur lainnya yang intinya tidak mempropokasi user untuk kebut di jalan.

Bisa juga dengan regulasi pemerintah layaknya di negara maju, dimana motor dibatas oleh umur, dimana rider muda harus step by step dalam menggunakan motor, ya kalau sudah stabil emosinya barulah bawa moge.

Advertisements

32 Comments

  1. iklanya sich ndak salah.

    yach salah tuh kadang ortunya.

    masih kls 5 SD dah diajrin bawa motor sendiri,

    nalar belum sempurna dah diajarin bawa motor,

    blm naek kelas 6 dah bawa sendiri,

    alasennya biar kalau bapaknya ngak ada,

    anaknya bisa anterin ibunya

    akhirnya pas gede yach kaya gitu, bawa motor struntulan

  2. betul mbah, bayangkan motor yg dipke di moto gp di pake di jalan raya bisa nabrak pantat angkot, makanya ga usah tehnologi moto gp, dna moto gp, sasis moto gp dsb, ya jelas nyungsep di pake harian

  3. belum lagi birokrasi yg msh belum bener,

    tes tertulis bikin sim C tidak lulus,

    tapi karena buatnya kolektif,

    tetep lulus dan bisa dapet SIM (pengalaman pribadi nemenin anak sma)

    tidak lulus teori ,

    artinya belum mengerti berkendara yg baik di jalan umum

Leave a Reply