Mengubah Mindset Di Masyarkat Bahwa Polantas Itu “Jahat” Sebaiknya Bermula Dari Mana Gan?

Jujur saja bahwa ketika kita berhadapan dengan polisi khususnya polisi lalu lintas atau polantas banyak orang yang merasa sungguh tidak nyaman. Ada yang merasa keder katau ketemu polantas itu grogi takut ditilang padahal semua surat lengkap dan tidak melanggar, akhirnya salah tingkah. Ada yang menulis besar di papan pinggir jalan dulu, “Damai itu 20.000” Mungkin sekarang 200.000,-, ada pula bahkan ketika melihat hajatan ternyata sepi, saat ditanya rumah siapa itu, ee jawabnya pak polisi. Sedemikian antipatinya masyarakat kita pada yang disebut polisi. Dan yang palin mendasar adalah jelas telah dalam benak kita bahwa polisi itu “jahat” dalam bahasa tanda kutip, “Suka menilang, mempermasalahkan sesuatu, sogok, dan sebagainya”. Nah, bagaimana merubah semua itu? Darimana kita bermula?

Polisi melanggar

Polisi melanggar

Cekidot saja gan fakta di lapangan! Berikut ini adalah statmen seorang biker yang melihat polisi!

“kemaren ane malah di salip ama polisi naek ninja pake knalpot racing modif yg suaranya cempreng, kagak pake spion pula motornya… ane cuma bilang dalam hati “semoga digasak kereta api itu polisi”

Polisi melanggar aturan

Polisi melanggar aturan

Di lapangan memang banyak kita jumpai bahwa polisi ini nakal, sering minta sogokan, bahkan James Bons pernah  kebablasan jalan karena bukan berada di kota sendiri jadi salah jalan, langsung distop polisi dan mau di denda 700,a rebu alamak, salah jalan denda sedemikian besar, hahah, padahal itu tahun 2005. Hemm, kadang bagaimana kita gak naik pitam. Mmm, bahkan tak jarang orang menyebut polisi dengan wereng coklat!

 

Di sisi lain padahal banyak sekali jumlahnya polisi yang beritikat baik menjalankan tugasnya sesuai tupoksinya, membantu dan melayani masyarakat. Pernah James Bons mutasi mobil ke Magetan dari Jakarta. Nah berkas mutasi ini kan harus ditandatangani dan disahkan oleh polda Jatim di Surabaya, dan James Bons minta  tolong pada pak polisi di Magetan untuk nitip saja ke pak polisinya karena sering ke Surabaya. Nah saat semua selesai pak polisi ini hanya mengambil beberapa lembar puluhan ribu untuk ongkos ke Surabaya, dari jumlah pajak dan administrasi yang tertera di STNK. Saat James Bons tambahin uang ongkosnya dengan ramah pak polisi ini menolak. Wew, jelas ini itikat baik dari Polisi memang ada. Namun karena segelintir oknum, citra polisi jadi jelek.

Nah era Jokowi, akankah membawa perubahan pada tubuh POLRI? Kementerian sudah banyak dirombak, blusukan, nah kini bijiman instansi Polri? Harus darimana berbenah, Masyarakat, pemerintah,polisi sendiri? Jelasnya sih semua elemen, namun siapakah yang memulai? …..

This entry was posted in Berita Umum and tagged , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Mengubah Mindset Di Masyarkat Bahwa Polantas Itu “Jahat” Sebaiknya Bermula Dari Mana Gan?

  1. danisubject says:

    dari pemberantasan polisi palsu (oknum)

  2. bongkar says:

    stop tilang damai/tilang nitip

  3. wesly danzig says:

    pernah tuh om ibu ssma bapak ke bandung salah jalan di tilang 200rb.. sampe sekarang ibu saya klo lihat polis suka kesel benci gt. senewen

  4. Dari situ gan
    Hati-hati bunda,awasi youtube pd hape anda..banyak video dewasa beredar lho..http://wp.me/p14X5N-qd

  5. aganwidodo says:

    Harus dari polisi lah… Masyarakat bisa apa? Kalo polisi pada berubah jadi baik, secara berangsur masyarakat juga akan hilang mindset “polisi jahat” nya…

  6. vario125 says:

    gak bakalan bisa ilang mindset tersebut sebab polisi ‘bejat’ masih bertebaran dimana2. lha instansinya sendiri kalo misal tau ada anggota polisi yang berbuat salah, paling banter hanya di mutasi. coba langsung pecat

  7. fpi joss says:

    tambah anarkis aja…

  8. cknadeak says:

    udah susah ngubahnya.
    soalnya kebayakan aparat pada keparat.

  9. st3v4nt says:

    Perlu revolusi mental….polisi melayani bukan menakuti, dan lebih baik mencegah bukan menindak…

  10. Vespa Ijo Rider says:

    kalo luar sono… polantas itu baek-baek lho.. malah jadi teman masyarakat..

    justru polisi yang “dibelakang meja” banyak yang jahat-jahat en sering terlibat skenario konsinyasi.. 😀 😀 😀

    #itu kata pelem-pelem di holiwud, boliwud, jaliwud en tangkiwud 😀 😀 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.