Menyimak Perjuangan Korban Begal Pondok Aren Itu Memang Miris

begal dibakar

begal dibakar diposting di FB

Sesuai rame diberitakan di internet bawa di pondok aren ada kasus pembegalan yang brakshir dengan terlukanya dua korban pembegalan dan dibakarnya salah satu pelaku dari 4 orang begal. Sungguh miris memang peristiwa ini, begalnya sadis tak segan melukai bahkan membunuh korban, sementara masyarakat juga tak kalah sadis dengan membakar begal ini hidup-hidup! Nah, monggo coba kita telisik beberapa faktor seputar terjadinya pembegalan ini!

Vario 150

Perjuangan Korban Melawan Golok Maut Pembegal

Masyrakat bertindak anarkhis memang itu jelas salah baik dimata hukum negara, agama, ataupun pranata solsial. Namun kadang setelah membaca bagaimana kejinya dan sadisnya begal ini dalam menyiksa korbannya hingga luka parah, dan tak jarang meninggal dunia, maka ya berat untuk komen juga terhadap yang begini:

Wahyu dan sri adalah korban begal pondok Aren yang dibacok oleh begal. Saat itu Wahsu sudah mulai tidak tahan lagi menahan luka, Sri yang duduk di jok belakang sepeda motor pun bertindak. ……, Sri berusaha melindungi Wahyu dari sabetan senjata tajam yang diayunkan pelaku begal untuk kedua kalinya…..Sri menahan senjata tajam pelaku dengan tangannya sampai tangannya terluka, melihat aksi nekat Sri, kawanan begal kembali menghujamkan senjatanya ke tubuh Sri hingga mengenai bagian pinggang Sri. “Dalam kondisi terluka Sri terus berteriak minta tolong…..Karena terikan minta tolong Sri itulah akhirnya mengundang warga untuk tiba di lokasi….

Ya, tak terbayang pedihnya dan apa yang dirasakan Wahyu dan Sri, apalagi misalkan begal-begal lain yang kerap menghabisi nyawa korbannya. Maka tak jarang warga anarkhis ketika menghadapi begal begini. Ya bukan berarti ikut menyetujui tindakan anarkhis warga tapi ya sepert itulah adanya kekejian begal.

Begal Ternyata Punya Ilmu Kebal

Rasa penasaran orang memang tak jarang membuat kita lupa, harus bagaimana dana melakukan apa. Kejadian begitu cepat, bahwa begal yang dikeroyok warga itupun melawan dengan celurut, dan lebih ngerinya ternyata menurut penuturan saksi mempunyai ilmu kebal sehingga meski dikeroyok warga begal ini tak mengalami luka samasekali, dan boleh jadi timbul penasaran dan kekesalan warga sehingga digebugin gak mempan maka disiram bensin. Lalu dibakar. Demikian menurut viva…”..Begalnya kebal, dihakimi massa tetap tidak luka, sampai diakhirnya diseret ke luar permukiman warga,” kata Roni mengisahkan….”.

Penanggulangan Musti Kejasama dari Berbagai Unsur

Begitu begal membabibuta tak jarang orang langsung nyalahin Polisi, ya memang polisi adalah yang paling bertanggungjawab menjaga keamanan, dan ya wajar kalau warga minta pertaggungjawaban polisi. Demikian juga ketika begal dibakar, polisi juga menuntut pelaku pembakaran, polisi balik nyalahin warga. Ada lagi yang memberi komentar atas nama HAM, dan sebagainya-dan sebagainya, jelasnya memang semua perlu kerjasama berbagai unsur dalam negara ini agar bisa tercipta rasa aman.

About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Jambret and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Menyimak Perjuangan Korban Begal Pondok Aren Itu Memang Miris

  1. Edwin says:

    Pertamax..

  2. yudakusuma says:

    tapi kayaknya sih emang gara gara semuanya melempem jadi harus pake hukum rimba ya…. ironi tp hukum rimba kadang bisa bikin takut orang2 yang gak bener 😛

    ===========
    Mungkin nggak sih Suzuki mengeluarkan FXR reborn?
    http://yudakusuma.com/2015/02/25/mungkin-nggak-sih-suzuki-mengeluarkan-fxr-reborn-sport-150-cc-dohc-tscc/

  3. dioardi says:

    mungkin menurut masyarakat cara demikian bisa bikin jera, bakar hidup hidup. masyarakat sudah lelah dan frustasi sama begal.

    https://dioardi.wordpress.com/2015/02/25/pembalap-moto-gp-honda-dan-yamaha-terkait-penambahan-bahan-bakar/

  4. nanang says:

    ini hanya opini gue 😀

    hal ini menunjukkan betapa kurang sigapnya aparat … ada kejadian tidak langsung ditanggapi…di mana aparat yang berada di lapangan…kayaknya asoy di kantor nonton tv….:D apa kurang jumlahnya tuh aparat….:D

    saya yakin “ada” polisi yang baik dan menjalankan tugas dengan sepenuh hati….tapi juga “ada” yang gapleki….:D

  5. CB Djakarta says:

    Hmmm.. dijalanan berlaku hukum rimba. buat para bikers diharapkan berhati – hati saja dalam melakukan perjalanan.
    buat para bikers cb bisa mampir ke sini :cb-djakarta.blogspot.com

  6. Xonice says:

    nungguin polisi ? keburu sampe disurga mas kwkwk

  7. rujakk says:

    msh mending di bakar bs tewas mengenaskan,. coba kl di bakar daging nya abis tinggal tulang belulang trus msh idup apa gak sengsara tuh begal?? tuh begal Didunia nya mati di bakarrr di Akhirat hidup lg buat di bakarrr lg,. Aminnnnn…..!!!

  8. brigade jalan raya says:

    urusan kusut kembalikan dengan berhukum kepada Allah. barang siapa tidak berhukum kepada Allah, maka dia kufur. akui kesalahan dan betaubat. niscaya jika tidak ada bensin atau alat bakar, kalian tidak melakukannya.

    jika kalian sendirian, tidak mungkin kalian melakukannya. siapa yang siap mati syahid maka bismillah lawan dia, bela harta kita.

    saya yakin dia sudah teler tapi masih kuat melawan alias tidak luka. seandainya diikat cukup baginya. namun hawa nafsu tak mungkin diingkari ingin memberi jera.

    tidak ada nasehat yang baik dalam keadaan kacau kecuali sabar. jangan buka pintu kejelekan.

    saran ahli soal kebal, pukul saja dengan kayu. dia tahan tembak dan bacok. allahu’alam.

  9. ghrawiguna says:

    ada yang gua setuju juga sih, yaitu komen dr sdr @ardiantoyugo yang mengatakan potong tangannya saja. memang saat kita bakar, tindak kekerasan para pembegal tidak berhenti sampai disitu saja. bisa jadi malah semakin ganas. tapi untuk diberikan ke polisi, jg sungkan karena saking geramnya. ya paling baik dipotong tangannya saja lalu berikan ke polisi. saat dia dilepaskan kira2 apa yang bisa dia perbuat? membegal lagi jg susah, apalagi melawan? toh tidak kita bunuh juga kan? jd kita jg tidak bersalah, dong? gimana gan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.