Iklan Yamaha Yang Membentangkan Spanduk Saat Lampu Merah Ini Menuai Pro Dan Kontra

Iklan Yamah Di Lampu Merah

Iklan Yamah Di Lampu Merah

Menggenjot penjualan memang tujuan setiap pabrikan, jemput bola adalah salah satu triknya. Sales memang tak lagi harus menunggu di show room, musti terjun ke lampangan memasrkan produknya. Nah dalam menjemput bola ini diperukan ide brilian agar konsumen tertarik dan ujung-ujungnya membeli produk yang ditawarkan. Salah satunya dilakukan oleh beberapa staf sebuah dealer di malang ini. Yup dengan membentangkan spanduk di lampu merah saat lampu merah menyala, so pasti konsumen meluhat ke depan gan. Namun ternyata cara ini menuai pro dan kontra.

460x110 (12)

Pronya ya jelas itu adalah cara unik yang digunakan dalam rangka menjemput bola menarik hati konsumen, atau minimal memberitahu ke konsumen bahwa ada produk baru dari Yamaha. Nah kontranya, ternyata ada yang merasa terganggu dengan hal ini, namanya aja di lampu merah, di tengah jalan, meski lagi lampu merah tapi bisa juga menggangu pandangan pengguna jalan.

James bons sendiri bukan ahli hukum, sehingga hal yang seperti ini salah atau tidak menurut aturan, makanya James Bons tidak berani menilai dan bukan kapasitasnya untuk menilai. Hanyasaja ini menuai pro dan kontra, dan mnggo agan sekalian yang mengerti peraturannya di share, hanya diskusi saja gan, masing-masing bebeas berpendapat, santun dan tetap saling menghormati.

About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Motor baru and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

25 Responses to Iklan Yamaha Yang Membentangkan Spanduk Saat Lampu Merah Ini Menuai Pro Dan Kontra

  1. banjarmasin says:

    Pertamax josss. Yakin ga ada izin tuh

  2. Cah Nglegok says:

    woooh…kenak buseer…. ๐Ÿ˜†

  3. Andrie Elz says:

    Kesan nya malah mengganggu penyeberang jalan,. Apalg sales yg bagi2 brosur di pinggir jalan, bikin pengendara lengah…

  4. ocid w@e says:

    kreatif campur gak punya malu, jadinya aneh & nyleneh…! sekalian aja suruh buka bengkel di lampu merah..!

  5. ms says:

    kreatif!

    tapi sayang, pengemarnya yamaha kurang suka matik takut dikira xxxxxxx!

  6. bdt says:

    bahaya kalu tiba-tiba ada yg nyerobot lamer

  7. broomm says:

    woooooo memalukan. Mending bentang spanduk lha iki seorang orangnya ikutan beberntang ria di stopan. Nyepet2i moto wae. Sawat sandal ae ngono iku. Bikin turun brand image….. ngggilani

  8. nobrandminded says:

    bagi pengendara

    pro : bagi pengendara taat bagus lah, biar pada ga lewat garis lampu merah dan ga di atas zebra cross,,

    kontra : bagi pengendara ga taat, ganggu aja,, cos maunya paling depan sampai ujung bannya masuk jalur lain … wkwkwkwk

  9. broom says:

    brand yamaha turun sampe level terendah. lebih rendah dari tvs. Wkwkwk

  10. bargas says:

    sampe segitunya ymh…miris ya.

  11. mul says:

    yah..itu lah seni pariwara, dimana pun ada kesempatan iklan-kanlah sebuah produk..ssipp.

  12. biker pct says:

    kreatif tapi nekat,
    ada lg sebuah iklan rokok yg mempertontonkan seorang biker yg menabrak spion sebuah mobil sampai rusak hanya bilang sori itu lebih nggilani mempertontonkan seorang biker yg arogan

  13. wtf170 says:

    ampe segitunya

  14. honbul says:

    repot rek lawan dp 0%

  15. sibemo says:

    Sangat kreatif dan pantang menyerah,..salut..kalo merasa terganggu itu sisi lain dari kegigihan cara mereka.woles saja

  16. cbsf lemot says:

    Klo asongan dirasia ya mbah?

  17. balimotorider says:

    tergantung mbah itu ada ijin gangguannya gak dri kepolisian trus dlm perda ada larangan gak??…..
    klo gak taat aturan yo iso digaruk satpol pp
    http://balimotorider.com/2015/03/20/seputar-data-aisi-yamaha-bulan-februari-2015/

  18. felitoki says:

    Wkwkwkwk… jemput bola ceritanya …. bolanya dijemput disuruh beli kredit only no cash allowed…R15, R25 jilid ke 3 ya itu si Nmax…

  19. pon says:

    no probleeeem,,,biarkan saja org berkaryaaa.tdk perlu cari kesalahan org tak bagus );

Leave a Reply

Your email address will not be published.