Menanggapi Kopral Arogan Saat Mau Ditilang, Asintel Kodam: Jgn Samakan dia Dengan Yg Lain!

kopral-ditilang-polisi
kopral-ditilang-polisi

Aihihihi kayak judul lagu aja gan “Jangan Samakan Dia Dengan Yang Lain”. Tapi ya begitulah tanggapan Asintel Kodam Bukit Barisan, Kolonel Ari menanggapi adanya tidakan anggota TNI yang terkesan arogan dengan melanggar peraturan lalu lintas saat perasi patuh, Seperti James Ulas dalam Artikel Ini, bawasanya itu  hanya oknum. Jangan samakan dia dengan yang lain, tak semua anggota TNIbegitu.

460x110-loop

Kejadiannya memang cukup menegangkan gan, Saat si pak tentara sedang melintas dan pas ada razia, ia diberhentiin malah marah-marah, lalu Kasat Lantas Polresta Medan Kompol M Hasan yang berada di lokasi langsung menuju si pak tentara dan berkata, “Kamu sudah salah, melanggar aturan, kenapa kamu marah-marah. Pangkat kamu apa? Saya berpangkat Kompol,” Heemm sambil pegang pangkat di pundaknya. Si Pak Tentara lalu bilang berpangkat Kopral Satu. Kemudian memohon maaf kepada Polisi yang sedang menjalankan tugas dan pergi dari kawasan operasi patuh Sabtu 30-05-2015 kemarin.

Nah menanggapi hal itu, begini statmen pak Intel dari kuitpn tribunnews:

“…… bukan terkesan arogan, adanya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan personel tadi, cuma oknum saja. Jangan dianggap seluruh personel melakukan pelanggaran dan langsung marah-marah……….. seperti wartawan yang melanggar aturan lalu lintas kemudian memperlihatkan kartu persnya kemudian dilepas……..”

Ya intinya menurut pak Kompol seluruh masyarakat maupun anggota TNI musti patuh aturan lalu lintas. Ya itu hanya oknum!

Advertisements
About Bonsai Biker 5593 Articles
Pecinta bonsai dan otomotif

17 Comments

  1. Mungkin polantasnya serba salah, itu tentara mau ditindak tegas bisa saja, tapi bisa-bisa kopral ini manggil temannya ratusan tentara nyerang markas polisi.
    Mau dikata apa, yo pilihan aman adalah melepas tentara pelanggar lalulintas tsb. Apalagi tentaranya juga sudah minta maaf sama polantasnya. Nah damai! Media juga jangan jadi provokator kaya yang mau adu domba TNI vs Polri saja. Benar jg kata petinggi kodam media/wartawan juga suka arogan kalau ada razia polisi, suka pamer tanda kartu wartawan. Dasar media mental kompeni tukang adu domba.

  2. Berarti besok besok bikin kartu apalah atau ngaku ngaku anggota apalah biar dilepas haha,Indonesia negara orang kaya,negara dimana rakyat jelata menderita dan yang kaya berkuasa

  3. lalu asas taat hukum dimana? TNI apakah seenanknya melanggar hukum sipil? segera ditindak oleh pimpinannya dan diekspos biar TNI tidak terkesan membiarkan. Hormati hukum sipil karena kita bukan darurat militer. cuma di Indonesia, militer sampai teritoria bahkan ikut campur dalam sendi masyrakat terlalu dalam. bukan anti TNI tapi tempatkanlah militer dalam koridor militer bukan di masyarakat sipil. Bravo TNI bravo Hukum Sipil

  4. lalu asas taat hukum dimana? TNI apakah seenanknya melanggar hukum sipil? segera ditindak oleh pimpinannya dan diekspos biar TNI tidak terkesan membiarkan. Hormati hukum sipil karena kita bukan darurat militer. cuma di Indonesia, militer sampai teritorial bahkan ikut campur dalam sendi masyrakat terlalu dalam. bukan anti TNI tapi tempatkanlah militer dalam koridor militer bukan di masyarakat sipil. Bravo TNI bravo Hukum Sipil

  5. tapi pak wibawa hukum jadi turun dong. nanti akibatnya kalo ada oknum lagi bakal susah. bagusnya ya kena sanksi militer tuh anggota yang seharusnya mengayomi rakyat, kok ingin merusak persatuan. ini nih biang tni dan polri bentrok. soal sepele. aizzz

  6. setiap yg salah dibilang oknum.. preeet.. mental kerupuk! heh anda aparat yg baca blog ini, anda termasuk oknum bukan? dikit-dikit bilang oknum, nanti kalo ada penerimaan aparat namanya ini aja “Dibuka Penerimaan Oknum TA 2016”

Leave a Reply