Idul Fitri Di Papua Diserang, Semoga Saja Konflik Tidak Meluas | Bonsaibiker

Idul Fitri Di Papua Diserang, Semoga Saja Konflik Tidak Meluas

 

penyerangan masjid di papua

penyerangan-masjid-di-papua

Sebuah kabar yang kurang sedap mewarnai toleransi di Negeri ini, bahwa sebuah kekerasan menimpa kaum muslim di Tolikara, Papua. yang hendak shalad Id, mereka diserang, dan masjid dibakar. Kejadian pada Jumat (17/7) pagi ini kemudian ramai dibahas di media sosial. Ngerinya kalau tidak segera dislesaikan akan memancing kericuhan, dan ujungnya perpecahan.

Dalam proses penyelesaian kasus ini, Polda Papua akan meminta penjelasan Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) terkait surat edaran yang dianggap meresahkan. Ya, surat berisi imbauan yang meminta agar tidak ada kegiatan agama karena berlangsungnya kegiatan GIDI. Mereka meminta ke umat muslim Tolikara tidak boleh salat Id, karena pada saat yang bersamaan berlangsung hari kegiatan ulang tahun gereja mereka. Surat ini ditembuskan ke Polres, instasi gereja, pengurus masjid dan tokoh agama. Polisi tidak mengakomodir permintaaan GIDI. Hingga akhirnya terjadi penyerangan pada pukul 07.10 WIT kemarin.

Kini Polisi sudah memeriksa 5 orang saksi yang jadi korban penyerangan oleh sekitar 70 orang. Sementara itu 11 orang penyerang yang dilumpuhkan personel Polri/TNI masih dirawat di dua rumah sakit.

Semoga saja tidak meluas dan menimbulkan konflik sara.


23 thoughts on “Idul Fitri Di Papua Diserang, Semoga Saja Konflik Tidak Meluas

    minoritas koar2 minta toleransi di indonesia !
    tp ktika muslim yg jd minoritas di kalangan non muslim tdk di beri toleransi !
    kalo emang meluas saya siap perang membela agama saya !!

    Si Jampang
    on said:

    Wah ini ngajak perang antar agama kalo begini, kalo begitu caranya sing singkan lengan baju untuk para umat muslim, siap untuk berjihad . . .

    Anonymous
    on said:

    Kami siap perang..hajar kaum palanger

    sinjo
    on said:

    ayoh… hidup mulia atau mati syahid. kurang toleran apa kami sama kaum salibis ini. saya siap mati membela agama ini.

    yohama=
    on said:

    mana komnas ham??

    mana orang2 yg selalu menganggap islam intoleran??

    apakah mereka pura2 buta melihat kenyataan ini??

    kami umat islam menolak aliran sesat, tapi kami dianggap tdk menghargai kebebasan beragama..
    sekarang….
    kami umat islam dihantam kristen kafir, apa tindakan kalian???

      Ponari sweet
      on said:

      Kalo gak ada duitnya mana mau koar-koar bro.
      Kalo ada donaturnya (as, israel, australia), baru tuh koar-koar komnas ham nya.
      Masih ingat peraih penghargaan nobel perdamaian? Apa yang dia lakukan untuk rohingya?
      Satu huruf pun kagak keluar.

      Mending lepasin aja deh, biar bikin negara sendiri. Liat aja ntar paling jadi seperti timor leste.
      Lagian mereka-mereka suka merusuh di wilayah lain.

    koko89
    on said:

    klo bgini ngajak perang, lebih baik mati syahid membela agama Allah SWT!!! drpd ngikutin kehendakx org kafir!!! wajar di papua muslim slalu dipojokin aplg dsana jg banyakx bendera2 israel yahudi berdiri tegak drmh2 warga stempat!!!

    Joko
    on said:

    Judulnya saja semoga konflik tidak meluas, tapi komentatornya jelas2 menyuarakan konflik.

    Di daerah itu, jangankan mesjid, gereja aliran lain saja tidak boleh berdiri. Belum lagi soal penembakan yang terjadi. Carilah fakta sebelum menyimpulkan.

    Bagi yang masih punya hati, coba tanya ke diri sendiri, apakah kalian Tuhan sehingga bisa menentukan kalau orang lain itu kafir atau sesat? Orang lain bisa berpendapat yang sama tentang kalian kalau dasarnya cuma menurut pemahaman dan penafsiran saya.

    Bagi yang merasa toleran, kalau masih bicara mayoritas minoritas, apakah itu namanya toleransi? Kalau toleran, bicaranya itu soal baik dan buruk, bukan soal jumlah.

    Bagi yang siap perang? Apakah kalian siap bikin damai? Bagi yang siap mati, apakah kalian siap hidup demi nama baik agama kalian? Perang terus mati itu gampang, tapi hidup mengupayakan perdamaian jauh lebih sulit.

      Mastur
      on said:

      orang2 kristen itu sendiri yang menjadikan mereka kafir, karena tidak disebutkan dalam bibel atau pun al-quran kalau Yesus beragama kristen… pernahkah Yesus mengatakan “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja”???

      Perhatikan ucapan Nabi Isa as (Yesus) dalam Al Qur`an:

      “Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus. “(QS. Ali Imaran 3 : 51)

      sedangkan orang-orang kristen itu menyembah Yesus, apakah itu belum cukup disebut kafir? jika kamu orang Kristen wajar, tapi bacalah dan pelajarilah kitab kalian dengan seksama

        Joko
        on said:

        Itukan pemahamanmu. Lucu kan, mengukur umat lain pakai kitab sendiri. Tahu nggak, umat lain juga bisa mengukur dirimu pakai kitab mereka. Kalau mau fair, nggak usah diukur pakai kitab suci, karena ukuran masing2 umat beda. Sesama muslim saja banyak bedanya. Cukup kalau ada tindakan kriminal, dihukum. Karena sama2 warga negara.

        Nb. Aku bukan penyembah Yesus. Jadi tidak perlu dipersoalkan apa yang kupercayai. Nyesel nanti kalau adu argumen dengan aku soal agama.

          abine qois
          on said:

          Tidak ada guna berdebat dgn orang 2 bodoh spt anda, anda tidak lebih dari orang 2 JIL, dan semisal dgn mereka, munafik Perusak islam

            Joko
            on said:

            Jadi menurut anda orang bodoh itu orang yang punya argumen, sedangkan orang pintar itu yang ngecap orang lain bodoh? Kalau begitu aku pilih jadi orang bodoh saja deh. Paling tidak Tuhan nggak sia2 kasih otak ke aku.

            Baca (bukan sekedar baca, tapi tahu artinya) kitab sendiri saja belum sudah coba menghakimi orang lain. Paling hanya tahu dari kata orang…

        dulu nabi muhammad sibuk mengislamkan orang..kenapa kamu repot mengkafirkan orang bro…urusi dirimu sendiri dulu aja..apakah sudah seperti ajaran agamamu..??? islam banyak macamnya.. tapi yg saya tau islam itu damai…

    udahlah…kao mau jihad..cepat berangkat..nunggu apa lagi..??? percuma anda koar2 disini..gak akan membantu apa2…. semua orang merasa paling benar dalam beragama…. sampai2 orang lebih takut sama agama daripada tuhannnya…
    ingat…kalian smua menyembah tuhan…bukan menyembah agama… smua ini hanya konspirasi politik…knapa harus kita yg ribut…kalo kalian nggak terima…ya berangkat saja kesana…. oke bro… ini idul fitri..saling memaafkan…bukan saling bertengkar… minal aidzin waldaidzin…mohon maaf lahir batin…

    fb smart
    on said:

    kalo orang islam ngerusak gereja langsung dicap TERORIS.
    tapi kalo orang kristen MEMBAKAR MUSHOLLA/MASJID rezim pmrintahsn sekarang pada adem ayem dan juga mana metrotv, kompas yg kalo kristen kena masalah pada koar2 tak brhnti.

      Joko
      on said:

      Aku tahu masalah ini justru dari Kompas. Pada waktu kerusuhan di Temanggung, dan peristiwa2 lain, polisi diam saja. Pada kerusuhan2 itu juga tidak ada “teroris” yang dihukum karena tindakan terorisme. Di kejadian ini, 11 orang ditembak, satu sudah meninggal. Jadi yang dimaksud adem ayem itu gimana ya?

        jaffar
        on said:

        Hehehehe kalo sering berinteraksi dengan bro yang satu ini,pasti sedikit banyak tau siapa doi.bukan nebak tapi sepertinya doi orang yang netral dalam segala hal termasuk dalam urusan agama.ane percaya doi bukan nasrani tapi ane juga ragu doi muslim.jangan tersinggung ya bro joko….

          Joko
          on said:

          Tidak apa2 kok bro Jaffar. Yang jelas aku bukan ateis maupun agnostik. Cuma orang yang prihatin, ketika banyak orang yang mengaku kenal Tuhan, moralnya malah lebih parah daripada orang ateis. Itu kan mencoreng nama baik Tuhan.

            JAFFAR
            on said:

            memang kalo agama dipahami secara sempit dan kaku akan menimbulkan banyak perpecahan bro 🙂 padahal Tuhan sendiri selalu memberikan kita kebebasan untuk berfikir.

    the comment
    on said:

    sebuah kejadian bwt adu domba atw kah ulah oknum yg fanatik sempit pikiran??

    jaffar
    on said:

    Kalo menurutku mas bons,ini adalah ranah hukum.biarlah yang berwenang menyelesaikan masalah ini.bukankah menjaga keutuhan negara merupakan kewajiban kita sebagai muslim.

    jaffar
    on said:

    Oh yah mas bons,satu lagi saran dari ane.kalo kita menyimak perjalanan dakwah rosululloh s.a.w.ketika kita menjadi minoritas maka mengalah lah karena itu menjadi konsekwensi dari keadaan kita,kalo dengan mengalah masih terjadi tekanan maka hijrahlah menuju tempat yang lebih baik,yang dapat menerima kita.mengupayakan perdamaian adalah lebih utama daripada menumpahkan darah sesama manusia.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan

%d bloggers like this: