Gonjang-ganjing R 15 Masih Plat Putih Dipake Ojek GrabBike, Boleh Nggak Dimata Hukum?

R15 plat putih gojek

R15-plat-putih-gojek

Mas bro sekalian, pagi ini di fb khususnya group Honda CB150R StreetFire Lovers ramai diskusi seputar postingan mas bro Yulie JaNgkung‎ tentang penampakan sebuah motor baru yang disinyalir adalah R 15 yang masih menggunakan plat putih tapi digunakan untuk ngojek GrabBike. Nah dari postingan ini kemudian panjang lebar diskusi apakah plat putih itu menglanggar aturan atau tidak. Sebagian bilang melanggar dan sebaian yang lain tidak. Nah bagaimana sih kalau menurut pak Polisi?

banner-460x110

Okeh gan, coba kita lihat hukum online dan Divisi Humas Polri yang berbicara gamlbang tentang ini. Monggo simak gan!

1. Syarat kendaraan laik Jalan:

Divisi Humas Mabes Polri menjelaskan secara gamblang bahwa kendaraaan dikatakan laik jalan bila kendaraan tersebut terdaftar di kepolisian baiknya bukti bahwa kendaraan tersebut sudah didaftarkan adalah BPKB (Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor), STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), dan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor).

Nah dasar hukumnya sebagaimana dikupas oleh hukum online berikut:

2. Pasal 288 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UULLAJ”):

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”

3. Pasal 280 UULLAJ

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”

Maka jika membawa kendaraan bermotor tanpa Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (“STNK”) merupakan tindak pidana lalu lintas. Kemudian mengemudikan kendaraan bermotor yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (“TNKB”/pelat nomor) juga merupakan tindak pidana lalu lintas. Nah motor baru berarti belum punya plat dan STNK berarti melanggar 2 pasal sekaligus. Demikian penjelasan hukum online.

4. Aturan tentang Plat Putih

Copas dari Divisi Humas Polr tentang aturan warna plat kendaraan:

“Warna Hitam: PRIBADI, warna Kuning: UMUM, warna Merah milik PEMERINTAH, dan warna Putih milik NEGARA LAIN yang beroperasi di Indonesia yang digunakan oleh Konsulat (CC/Corps COnsulat) atau Diplomatik negara asing (CD/Corps Diplomat).

Ada lagi warna yang tidak ditetapkan di dalam PP adalah dasar warna Putih tulisan Merah. Kendaraan yang menggunakan pelat nomor ini hanya boleh digunakan dari PABRIK ke DEALER, dan dari DEALER ke RUMAH/KANTOR PEMBELI/PEMILIK. Jadi yang boleh mengendarai kendaraan berpelat dasar putih tulisan merah hanya pengemudi dari pabrik atau dealer yang membawa STCK (Surat Tanda Coba Kendaraan), serta surat perintah dari Pabrik/Dealer. Jado user beum boleh gan!

5. Pake Plat Putih kendaraan bisa Disita

Masih menurut Divisi Humas Polri berasarkan dua dasar hukum yakni Pasal 65 UULLAJ dan Pasal 32 ayat (6) huruf a PP No. 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, maka bila Pelat Nomor, STNK, dan BPKB belum diterbitkan oleh Polisi, kendaraan BELUM BOLEH DIGUNAKAN. Karena dipandang kendaraan tersebut belum diregistrasi oleh Polisi, alias ilegal. Nah bila gan sekalian membeli kendaraan baru, jangan coba-coba mengendarainya menggunakan pelat nomor ini, atau bahkan iseng menggunakan pelat nomor palsu, karena apabila ditilang, yang disita adalah “kendaraannya” wallah muet juga gan!

6. Kebijakan Daerah

Nah itu menurut pak polisi gan, boleh jadi kenyataan di lapangan berbeda-beda, termasuk bila misalnya bawa kendaraan untuk ngojek seperti di atas, ya mungkin tiap daerah beda kali kebijakannya. Ada yang dikasih surat jalan, ada yang ditilang ada yang dibiarkan terus jalan atau ada istilahnya ada juga yang tak tega menangkap.

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Berita Umum and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Gonjang-ganjing R 15 Masih Plat Putih Dipake Ojek GrabBike, Boleh Nggak Dimata Hukum?

  1. Anonymous says:

    grab-bike bro. bukan gojek..bahaya salah nyebut. apalagi udah jemur kemana mana infonya

  2. ane dulu beli Yamaha NVL plat belum keluar dikasih plat putih oleh yamaha dan surat jalan. Boleh digunakan untuk lokasi kabupaten tempat beli saja.

    Beda sekali waktu saya beli honda vario 125 ESP. dari diler gak ada yang ngasih plat putih wal hasil motor gak bisa dipakai kemana – kemana.

    Jadi masih bagus dari diler yang ngasih plat putih… bisa buat kendaraan sementara sembari nunggu platnya jadi. soo.. yang menjadi sorotan sebenarnya sistemnya gan.. toh itu juga buat nyari rejeki dan motornya bukan hasil curian. jadi so far… polisi keknya gak akan pusing

  3. itu grab bike mbah. bukan gojek….. ntar daripada kena semprot dan di bully. hehehe

  4. johan says:

    kalo sy wkt itu di kasi surat jalan gitu, selembaran kertas gitu, ada cap dari polda.. itu sy di kasi setelah 2 hari motor sampai ke tangan saya.. pas nyoba mutar2 ketemu razia malah di depan polda mataram, sy di loloskan om dari razia.. dy plat nopol belum ada,,, selang 2minggu , surat TNKB keluar walau nopol belum keluar,, kena masuk razia tapi sy bilang gmana motornya dah di beli ga di pake ke proyek, nomer juga sy inisiatif bikin sendiri sesuai tnkb nya biar lebih tertib, sampe sy bilang dong percepat stnk sama nopolnya keluar, biar org udah usaha beli kendaraan ga sia2… akhirnya atasannya memaklumkan, sekarang stnk baru datang setelah 6bln, setiap lewat depan razia sy ga di priksa lagi om.. motor sy sama r15 juga .. sekian ceritanya, semoga rame terus blognya om 😀

    • Bonsai Biker says:

      siap gan trims sharenya

    • joni_hack says:

      hampir sma om, dlu malahan sya bwa motor msh plat putih antar kota,.. gpp.. ada di kasih surat semacam STNK bentuknya juga mirip kya STNK asli cuman ada sedikit perbedaan.. masa berlakunya klo ga salah 1 bulan,.. sma stiap ada razia resmi ga pernah diberhentiin sampe sekarang tuh motor.. hahaha apa cuman kebetulan aja ya..

  5. Anonymous says:

    gak masalah asal ada surat keterangan ari dealer bahwa surat msh dalam proses registrasi. toh surat jalan sementara itu kan jg d keluarkan oleh pihak kepolisian. sambil nunggu plat asli selesei gak masalah d pake sekitar kota. asalkan gak keluar kota.

  6. Cak PENO «Bajol Hunter» says:

    halah
    yg pernah punya motor baru pasti tau

    ekekekekekekekek
    gitu aja kok rempong

  7. lexyleksono says:

    Waah saya dari Jakarta ke Jogja nunggang Vulcan S pake surat dan nomor bantuan dari kantor polisi. Gak masalah..aman-aman saja, lha wong walau ketemu banyak razia tapi gak pernah disuruh berhenti.

  8. bobib says:

    mas bro, plat putih pd kendaraan baru itu menurut saya sah sah aja dipake jalan krna polisi tdk bs mengelak lg bahwa memang kenyataannya polisi tidak pecus dlm pengurusan TNKB, bukti diseluruh Indonesia bahwa penerbitan TNKB bs saja sampai setengah tahun, lha kalo motor baru plat nya baru keluar setengah tahun kemudian trs gk boleh dipake emangnya polisi mau ganti rugi apa kalo motornya rusak nganggur.. trs perpanjang pajak 5 tahunan TNKB bs sampe setahun baru keluar, katanya suruh bikin dulu ditukang plat emperan sementara, lha polisi masak kalah sama tukang plat emperan yg bahan bakunya ready stock.. Harus dibenahi lagi negara ini. hajar para mafia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.