Sha’alik, Si Penyebar Kebencian

Sha'alik

Sha’alik

Zaman sebelum Rasulullah SAW lahir, berita berita dikuasai oleh para Sha’luk atau Sha’alik. Mereka ini bisa dibilang kantor berita kalau di zaman kini, baik tv, koran atau web, atau blog atau pacebookers, dan sebagainya. Kerjaan mereka baca puisi di pasar-pasar, di tempat kerumunan dan tempat hiburan. Mereka menghembuskan berita dari siapa saja yang membayar mereka. Bila tokoh A, membayar mereka untuk membuat image baik pada tokoh tersebut, maka bisa dipastikan seluruh negeri akan mengenal kebaikan si A ini karena para Sha’luk akan berteriak-teriak tentang kebaikan di A ini. Every were every time. Istilah ekinian mungkin disebut pencitraan.

banner-460x110

Sebaliknya bila ada tokoh B, mau bayar Sha’luk untuk menjelek-jelekkan si A, dengan gaji lebih tinggi, maka dipastikan dimanapun Sha’luk berada ia akan menghembuskan kejelekan si A pada semua orang yang ditemuinya. Begitulah Sha’alik bekerja.

Seiring lahirnya Islam di Jazirah Arab, maka Para Sha’lukpun mulai tersingkir. Nabi Muhammad SAW mampu dengan dukungan mukjizat Al’Quran mampu mengalahkan kehebatan syair para Sha’luk ini. Kebiasaan menjelek-jelekkan orang lain dikikis dengan Ayat Al-Qur’an berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ.
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakkan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah seseorang kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al Hujurat [49]: 12)

Pasca Rasulullah SAW wafat, lalu terjadi Fitnah kubra dimana umat islam mulai tercerai berai, terutama setelah kebiasaan hidup foa-foya di negeri 1001 malam, kebiasaan Sha’alik tumbuh lagi.

Di era moderen, wew lebih dahsyat lagi, banyak tumbuh sha’alik baru yang lebih giat menumbuhkan kebencian dan perpecahan. Ngakunya muslim, tapi mungkin nggak pernah baca ayat di atas, atau mungkin muslim bener, dan pernah baca ayat di atas, tapi mencari pembenaran menurut tafsir yang sesuai dengan golongan yang dianutnya.

Mantebnya, masing masing golongan kini punya sha’luk sendiri-sendiri. Jian, seperti zaman Jahiliyah persis, dimana ketika perang sebelum dimulai, kedua kubu mengeluarkan masing-masing penyair, membully satu sama lain. Barulah kemudian saling back! O-ow.

Sha’alik zaman Jahiliyah sih di bayar, tapi ini sha’alik modern gak dibayarpun dengan sukarela menanamkan kebencian, wew hebat.
Eh, tapi boleh jadi saya juga sha’alik…………..!?

About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Artikel Agama and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Sha’alik, Si Penyebar Kebencian

  1. masturfyc says:

    … kelau ente mengunggulkan suatu produk ya wajar, asal tidak menjelakkan produk lain…

  2. ah sudahlah says:

    semakin banyak orang munafik
    agama jadi topeng

  3. ah sudahlah says:

    jlubbb

  4. ah sudahlah says:

    Refott agama buat kedok.
    orang cuma bisa menilai. spt saya menilai kamu baik atau buruk. kamu pun bisa menilai orang.
    masing masing intropeksi diri sendiri aja..mana haram mana halal jadi bias.

  5. Bonsai Biker says:

    muhasabah diri sendiri

  6. brigade jalan raya says:

    dalam akidah islam, ketika telah mahsyur dia berbuat kufur, sesat, syirik, murtad dan diingat tidak bertaubat maka wajib mengucilkannya. bahkan anak cucu, kerabat, kawan harus dikabarkan tentang bahaya fulan tersebut. dan kabar juga taubatnya jika tersiar. itulah resiko berbuat melampaui batas. sangsi sosial akan susah dihapus.

    *belum lagi masuk pada perbendaharaan penting islam seperti hadits. maka akan terbiasa dan banyak hujatan kepada person2 agar jalur hadits senantiasa terjaga. – kaum munafikin dan musyrikin smga bosan untuk memecah belah umat islam dengan membuat hadits2 palsu. dan memanfaatkan tokoh2 islam yang tersesat. mau tidak mau maka ahli hadits senantiasa menyebutkan kesesatan dan kedustaan tiap person. kalo orang awam menyangka islam tukang hujat. (hujatan yang membawa manfaat ke jalan yang lurus)

    tadi person. ada juga kelompok/organisasi. resiko kelompok/organisasi adalah ketika pejabat/tokoh/jamaah/anggota berbuat seperti hal2 tadi tapi didiamkan, atau ditoleransi, atau dicuekin, atau diterima, padahal susah diingatkan oleh yang berwenang, maka cacat sudah kevalidan kelompok/organisasi itu. misal organisasi kepolisian, maka ga layak identitas kepolisiannya sebagai penegak hukum. apabila pada organisasi islam, ini lah resikonya kalo organisasi ga tegakkan hukum/syariat dengan benar, akan cacat identitas keislaman di dalam organisasi itu. jadi hanya topeng belaka hakikatnya.

    **menerut islam tidak mengapa toleransi kesalahan dalam hal dunia. tapi dalam hal agama berbeda.

    kaum mukminin dianjurkan untuk menjauhi sarana keburukan seperti itu. agar mereka tidak lemah dalam amar ma’ruf nahi munkar. jadi apabila organisasi sudah cacat apalagi bobrok sebaiknya keluar, kecuali doi butuh waktu buat resign. soalnya doi bekerja di sana.

    belum lagi fatwa2 ulama telah memvonis person dan suatu organisasi.

    sayang di zaman sekarang banyak muslim membuat topeng melalui sebuah organisasi. oke lah banyak memberi manfaat. tapi hakikatnya ada beberapa syatiat mereka langgar dan menjadikan mereka lemah. susah berlaku tegas.

    bagaimana penganut islam ingin kokoh. amar ma’ruf nya saja lemah. karena dilemahkan organisasinya, atasannya/tokoh2 di organisasinya, dan ad/art organisasinya yang tegas.

    dengan begitu amar ma’ruf sudah aulit disyiar kan. hanya ada pencitraan, politik, bisnis, dan hanya identitas muslim terbesar saja. maka sangat mudah dipecah belah. jadi salah satu faktor pemecah belah adalah hal2 tadi itulah.

    akhirnya secara tidak langsung kita dibuat adu domba. dan tukang adu domba asik2 aja menerima imbalannya.

  7. yoga says:

    Dgn nulis BLOG ttg motor udah menunjukkan memihak kpd.motor/mocil dan KONTRA DGN.MOGE/HD/Mobil dan mengharapkan PUJIAN/DUKUNGAN, apa itu bukan hal yg MUNAFIK? Apa bukan menanamkan KEBENCIAN DGN STATUS SOSIAL ORG YG LEBIH BAIK? Apa SALAH DAN SUSAH nya bersikap PROFESIONAL DAN REALISTIS tanpa memihak spy tdk dibilang RIYA, LEBAY, TDK DIBILANG MENYEBAR KEBENCIAN?? Pasti buat para BLOGGER sangat2 susah krn mereka semua BERHARAP DPT DUKUNGAN SPY BYK YG DATANG LIAT BLOG, dr situ para BLOGGER bs dpt UANG. Artinya mengHALAL kan berbagai cara spy dpt uang. Nilai2 norma Agama dikesampingkan yg penting dpt UANG. Percuma Shalat 5 wkt tiap hr klo klo udah tau salah masih dikerjakan tiap hr dgn masalah yg sama/itu2 aja.

    Biar aman biasanya PEMBELAAN DAN PEMBENARAN nya bilang gini dong, manusia gak luput dr DOSA atau namanya jg MANUSIA atau WOLES aja atau HIBURAN

Leave a Reply

Your email address will not be published.