Sadis Bener! Para Pembunuh Salim Kancil Malah Ketawa-Ketiwi Saat Ditahan

Para pembunuh Salim Kancil yang masih bisa tertawa lepas dan bercanda saat ditahan di Polres Lumajang. FOTO: Radar Semeru
Pembunuh_salim_kancil/Dari Radar Semeru

Agan sekalian masih ingat dua orang petani yang menolak tambang di daerah Lumajang yang dihabisi secara sadis oleh sekelompok orang kemarin. Ya, Salim kancil dan Tosan, diculik dari rumah, dianiaya rame-rame, hingga Salim meninggal dan Tosan kritis di Rumah Sakit, kini para pelaku sudah ditangkap sebanyak 22 orang. Nah biasanya kita lihat para pelaku kejahatan baik prampokan ataupun pembunuhan ada raut menyesal dan tegang saat ditangkap polisis, lha ini malah ketawa-ketiwi becanda di penjara, gile bener bosssss!

banner-460x110

Yup, kini kepolisian Lumajang terus mendalami kasus pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan, dua aktivis penolakan penambangan pasir di Desa Selok Awar Awar, Pasirian, Lumajang. Pada Selasa (29/9) kemarin polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Salim dan penyiksaan Tosan di Stadion Semeru, Lumajang yang melibatkan 22 orang tersangka dimana dua di antara mereka ternyata masih di bawah umur.

Ya memang unik dan aneh gan, seperti nampak dalam foto di atas hasil jepretan wartawan Radar Semeru, nampak para tersangka pembunuh Salim saat dikeluarkan dari ruang tahanan, bahwa meski telah ditetapkan sebagai tersangka tampak wajah mereka masih bisa lepas. Tak ada wajah penyesalan sedikitpun tau grogi atau takut yang ditampakkan mereka. Para terduga pembunuh sadis itu masih bisa tertawa lepas dan saling bercanda satu dengan yang lain, becanda layaknya biasa dirumah.

Advertisements
About Bonsai Biker 5562 Articles
Pecinta bonsai dan otomotif

18 Comments

  1. Mungkin mereka tertawa karena ada yg menaungi mreka ( si penyuruh ) jdi mreka merasa tenang2 saja karena rumongso lek gampang bakal di atur hehehe

  2. biar adil gampang aj si tersangka gorog aj lg pake regaji. terus dagor kepala nya pake batu. biar enak.. biar ngerasaun jg apa yg salim rasain.

Leave a Reply