Berita Umum

Wah Ternyata Pengemudi Yang Ngancem Biker Pake Pistol Mainan Itu Ada Bekingnya?

pengemudi- ngancam biker pake pistol mainan
pengemudi-ngancam-biker-pake-pistol-mainan

Dalam dua hari ini dunia maya memang ramai diwarnai dengan bertia aksi koboy jalanan yang kini diperankan oleh seorang pengemudi jazz  B 1657 KOM, Hanen Febrianto, dimana ia mengaku sebagai ‘anggota’, menodongkan senjata yang ternyata adalah pistol mainan pada seorang jurnalis Potografer ketika berhenti di lampu merah pada Selasa (13/10) pukul 16.30 WIB di Jalan Pemuda, Jakarta Timur. Si mas bro ini minta jalan padahal lampu sedang merah. Potografer ini malah nantang dan bilang, “Silakan tembak kalau berani”,  dah kemudian memfoto pelaku, dan pelakupun masuk kembali dalam mobil dan tancap gas. Belakangan korban melaporkan ke polis dan polisi menangkap pelaku.

Belakangan pad rabu 14-10-2015 ada perkembangan berita baru lagi, kabarnya pelaku ada bekingnya gan, dari keluarga “Anggota”. Menurut penuturan  potografer yang jadi korban pengancaman ini bahwa  pada Rabu (14/10) pagi, ia didatangi seseorang bernama Tomo yang mengaku sebagai salah satu keluarga Hanen, dan juga ngaku sebagai anggota Intel TNI di Cijantung itu untuk meminta kasus yang dilaporkan semalam tidak berkepanjangan. Katanya datang mewakili Hanen untuk bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik-baik.

mobil jazz pelaku intimidasi
mobil-jazz-pelaku-intimidasi

Nah, katanya ingin menyelesaikan baik-baik, tapi uniknya wartawan potografer yang juga pernah menjadi korban perusakan kamera oleh massa dari Bupati Empat Lawang di KPK ini menceritakan bahw Tomo si Intel Cijantung ini juga mengancam akan melapor balik atas tuduhan laporan yang menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan. “Intinya dia minta tidak berkepanjangan, tapi dia kok dia bilang kalau keluarga mau lapor balik,”  nah-loh!

Tapi ya bagaimanapun juga, kasus ini sudha bergulir ke meja hijau, pelaku terlanjur melakukan perbuatan mengancam, korban sudah melapor, Hanen tetap tak bisa lepas dari jeratan hukum, kini ia harus merasakan sengatan nyamuk tajam di kepolisian. Polda Metro Jaya masih melakukan pengusutan terhadap kasus yang dilaporkan tak lama sejak waktu kejadian ini.

 

20 komentar pada “Wah Ternyata Pengemudi Yang Ngancem Biker Pake Pistol Mainan Itu Ada Bekingnya?

  • wes biasaaa…
    yg gak biasa kalo ada anggota/aparat/pejabat yg tidak memanfaatkan kesewenangannya… 😀

    Balas
  • udah jelas tuh..
    kalau gak ada beking mana berani dia sok jagoan.
    paling2 juga mengkeret kayak anak ayam.

    Balas
  • sugiedane

    harusnya direkam tuh sipolisi yang beking pas ngancem2

    Balas
    • ia didatangi seseorang bernama Tomo yang mengaku sebagai salah satu keluarga Hanen, dan juga ngaku sebagai anggota Intel TNI di Cijantung itu untuk meminta kasus yang dilaporkan semalam tidak berkepanjangan. baca lagi ya gan…

      Balas
  • brigade jalan raya

    tegakkan hukum. biar berwibawa. jadi jera tuh yang sok jagoan. songong.

    Balas
  • nevil rider

    7 fakta di bawah ini akan membuat Anda sadar, ternyata selama ini kita hanya ditipu oleh BPJS Kesehatan :

    BPJS bukanlah jaminan kesehatan bagi masyarakat.
    Banyak masyarakat yang mengira bahwa BPJS adalah jaminan kesehatan dari pemerintah, padahal BPJS itu fungsinya tidak lebih dari asuransi.

    BPJS didanai dari uang pribadi masyarakat, dimana masyarakat diminta menyetor sejumlah uang untuk dikumpulkan dan nantinya digunakan untuk biaya pengobatan.

    BPJS menggunakan prinsip gotong-royong, seluruh uang yang disetorkan oleh seluruh anggotanya kemudian dihimpun oleh PT.BPJS dimana uang tersebut dialokasikan untuk membiayai pengobatan para anggota yang sedang sakit.

    Ya semacam dana sumbangan dari masyarakat yang dikumpulkan secara massive oleh pemerintah dari rakyat untuk membiayai sebagian kecil rakyat yang sedang sakit.

    BPJS adalah kamuflase pemerintah untuk menutupi penyelewengan dana subsidi BBM.
    Banyak yang masyarakat yang mengira BPJS didanai dari pengalihan subsidi dari BBM ke bidang kesehatan.

    Masyarakat lupa bahwa tiap bulannya mereka menyetor dana minimal Rp 25.000,-/bulan.
    Peserta BPJS ditaksir kini mencapai 168 juta orang.

    http://www.beritasatu.com/…/253202-akhir-tahun-peserta-bpjs…

    Jadi dana BPJS yang dihimpun dari masyarakat oleh pemerintah mencapai lebih dari Rp.4,2Trilyun/bulan atau lebih dari Rp.50,4 Trilyun/ tahun.

    Itu uang yang dikumpulkan langsung dari masyarakat, bukan dari sektor pajak atau pengalihan subsidi BBM.

    BPJS merupakan sebuah BADAN USAHA yang fungsinya sebagai pengeruk keuntungan bagi
    Pemerintah, bukannya jaminan kesehatan yang dialokasikan dari dana APBN

    Hal ini didasari dari jumlah dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat oleh pemerintah yang totalnya lebih dari Rp.50,4 Trilyun, sementara total klaim yang dibayarkan oleh PT.BPJS selama satu tahun cuma Rp.37 Trilyun.

    http://bandung.bisnis.com/…/bpjs-kesehatan-klaim-setahun-bi…

    Sementara sisa dana BPJS yang mencapai Rp.13,4Trilyun dikemanakan ????
    Hmm… Ternyata selama ini PT.BPJS untung banyak lho…

    Dengan adanya BPJS, pemerintah sama sekali tidak pernah memberikan jaminan kesehatan gratis kepada masyarakat.
    Padahal selama ini pemerintah selalu menyebarkan propaganda bahwa BPJS adalah subsidi kesehatan gratis dari pemerintah.

    Padahal pemerintah tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk BPJS, dan BPJS itu pyur 100% dana dari masyarakat.

    Jadi bohong banget kalau pemerintah mengklaim telah memberikan jaminan kesehatan gratis kepada masyarakat.

    Dengan biaya iuran BPJS sebesar Rp.25.000,-/bulan seharusnya masyarakat memperoleh kualitas pelayanan kesehatan yang maksimum (First Class Service/VIP Class) di RS.
    Namun karena PT.BPJS kini didaulat untuk menjadi Badan Usaha yang bertugas memberikan keuntungan sebesar-besarnya terhadap pemerintah, maka tidak heran bila pasien peserta BPJS banyak yang dibatasi penggunaan obatnya di RS.

    BPJS tidak mengcover obat-obatan yang bermutu bagus, alhasil pasien cuma mendapatkan obat-obatan ala kadarnya.

    BPJS adalah pesan nyata dari Pemerintah yang artinya “Masyarakat miskin tidak boleh sakit”.
    Wajar bila kita berpendapat demikian, sebab tidak bisa kita pungkiri bahwa pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS sangat jauh dari kelayakan.

    Bayangkan saja bila pasien tidak ada uang untuk menebus resep obat yang tidak dicover oleh BPJS, mungkin bukan malah jadi sehat, pasien justru cuma bisa pasrah menahan sakit.

    Apakah ini yang disebut dengan JAMINAN KESEHATAN..???

    BPJS adalah bentuk pengingkaran terhadap UUD 1945 Perubahan, Pasal 34 ayat 2 yang menyebutkan bahwa negara wajib memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
    Sekian, semoga bermanfaat.

    Share agar lebih banyak yang paham mengenai hal ini.

    Sumber : http://bit.ly/1VJG3g8u

    Balas
  • bondetkebogiras

    mana ada intel ngaku intel, paling intel gadungan juga

    Balas
  • kalo intel beneran digebugki sampek klenger tetep gak ngaku kalo intel,lha ini ngaku sendiri

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.