Saat Polisi Berbuat Baik Jarang Yang Nyorot! | Bonsaibiker

Saat Polisi Berbuat Baik Jarang Yang Nyorot!

polisi-menolong-nenek-nenek-2

polisi menolong nenek nenek-2

Kecenderungan di dunia pemberitaan memang bisa dibilang unik. Susah ditebak, dan terkadang bisa dibilang bahkan tidak adil atau tidak fair. Misal saja satu dua tiga atau 10 moge trobos tol, jadi headline news di surat kabar atau blog, lalu ramai nangkring di berbagai roup fb diobrolin, ketika ratusan motor kecil masuk tol ya beritanya biasa aja. Demikian ketika mobil bak nabrak tukang sayur, ya pemberitaannya biasa aja, namun ketika mobil Lambo nambrak warung mmm heboh. Nah ini juga tak terkecuali pada pak polisi, dimana ketika polisi berbuat salah, pasti rame-rame disorot dipublish dan dihujat. Giliran polisi berbuat baik, senyap gan.

Seperti gambar di atas, ketika polisi berbuat baik sebagaimana diupload oleh akun Fb Mike Michael Saviora di group FB Info Cegatan Jogja yang menggambarkan kebaikan pak polisi sebagai berikut:

‪#‎SEMAANGAAT_PAGI‬

Pak Polisi yang baik, simpatik.
Mengantar Simbahsimbah sepuh.

Pos prapatan Monjali.

Demikian juga dengan kejadian di Purwakarta seperti gambar di bawah ini:

polwan-gendong-siswa-seberangi-kali

polwan gendong siswa seberangi jembatan

Seperti yang dikabarkan oleh Tribratanews.com bahwa anggota Polwan Kepolisian Resor Purwakarta membantu pelajar menyeberangi Sungai Cilalawi yang belum memiliki jembatan penghubung, pada Senin (14-12-2015). Mereka ini sesuai arahan Kapolres, Ajun Komisaris Besar Polisi Trunoyudho Wisnu Andiko membantu Bhabinkamtibmas dan Polisi Perairan. Polwan, Bhabinkamtibmas dan Polair Porles Purwakarta ini menyeberangkan warga yang beraktivitas di sekitar Sungai Cillawi, terutama para pelajar yang hendak berangkat dan pulang sekolah. Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga sampai pembangunan jembatan selesai dikerjakan.

Tengok juga beberapa perjuang Polwan di bawah ini!

perjuangan-polwan

perjuangan-polwan

perjuangan-polwan-2 perjuangan-polwan-nganter-kotak

Media Membuat Mindset atau Media Mengikuti Trend? 

Media dan pembaca tentu satu paket, bila ada media tak ada pembaca ya tak ada peran di media tersebut. Dalam hal ini ketika media menulis berita, lalu tak mendapat sambutan pembaca maka akan dirasa hambar dan percuma menulis. Nah, disini sebenarnya media yang ikut keinginan pembaca atau malah media yang membuat mindset?

Misal media menulis tentang kebaikan polisi lalu sepi pembaca, kemudian ketika media menulis polisi main pungli langsung ramai. Nah, ini pastinya akan menjadi sedikit mendalam bahasannya. Mungkinkah media hanya ikut arus yakni menulis hal-hal yang asik diobrolin pembaca, atau media diam-diam membuat mindset tertentu sehingga secara tidak sadar pembaca akan terbawa asyik pada berita yang ditulis media? Sehingga secara kontinyu media bisa mengontrol keinginan pembaca, mengarahkan dan mendikte pembaca? Termasuk baik buruknya polisi, sopan tidaknya moge, dan sebagainya?

Atau pula memang di masyarakat sudah terbentuk keyakinan bahwa misalnya polisi itu sealu baik dan harus baik sehingga bila sedikit salah, bakal dihujat bareng, atau pula para pengguna moge itu pastilah orang berpendidikan sehingga kalau sedikit salah, masyarakat langsung kecewa, kemudian secara tidak langsung masyarakat melakukan pembiaran pada mocil yang melanggar dengan asumsi boleh jadi penggunanya belum tahu aturan?

Nah bagaimana menurut agan sekalian!

Advertisements
%d bloggers like this: