Vidio Debat Antara Polisi Penilang dengan Tertilang Yang Minta Surat Tugas Razia

debat-penilang-dan-tertilang

debat penilang dan tertilang

Ada-ada aja ini gan, terjadi debat rame antara tertilang dan penilang. Pak polisinya nampak dengan sabar melayani komplain pka Joni ini sehingga terjadi debat panjang, dimana pak Noni menanyakan surat tugas Razia dan pak polisinya beserta beberapa rekannya melayani pertanyaan pak Joni ini.

460x110

Cekidot vidionya!

Kalau agan gak bisa buka, cek di link INI!

Berikut kronologis versi pak Joni:

Joni Hermanto

“CEMEN, SEORANG KASAT LANTAS MELAPORKAN SAYA KE SAT RESKRIM”

Kepada seluruh nitizen mohon do’a dan dukungannya, serta mohon menilai kasus ini secara objektif. Terkait sikap kritis saya akhir-akhir ini terhadap Polantas, kali ini patut diduga ada upaya kriminalisasi terhadap saya.

Peristiwa terjadi Kamis 24 Desember 2015 Pukul 10:00 WIB. Saya yang saat itu melintas di Jl. Picuran 7 Batusangkar tiba-tiba di hentikan oleh salah seorang petugas Polwan dari Sat Lantas Polres Tanah Datar yang katanya saat itu sedang melakukan razia kendaraan. Saya yang tidak mengetahui saat itu sedang ada razia merasa kaget, pasalnya tidak ada tanda razia seperti Plang Pemeriksaan yang seharusnya di pasang 100 M sebelum lokasi razia, sontak saya protes lalu mempertanyakan mengenai legalitas razia tsb kepada petugas yang menghentikan saya itu, petugas tersebut lalu memanggil komandannya yang belakangan di ketahui beliau merupakan Kasat Lantas Polres Tanah Datar dengan nama IPTU Avani Erliansyah. Beliau lalu menanyakan apa dasar saya menanyakan Surat Perintah Tugas (sprint) beliau, saya bilang amanah undang-undang yaitu PP No 42 Tahun 1993 Pasal 13-14 serta PP No.80 tahun 2012 Pasal 15 (ayat) 1-3. Namun beliau menafsirkan PP itu dengan pemahamannya sendiri dan bersikukuh menolak menunjukan sprint yang sebenarnya merupakan hak pengendara untuk mengetahuinya, serta ngotot ingin menilang saya karena tidak mau menunjukan SIM dan STNK.

Sempat terjadi perdebatan sengit antara saya dengan beliau, akhirnya beliau meminta salah seorang anggotanya untuk merekam saya, sayapun tidak tinggal diam lantas mengeluarkan gadget dari dalam tas dan juga ikut merekam aksi beliau. Beliau memerintahkan anggotanya untuk menerbitkan surat tilang dan hendak menyita kendaraan saya, namun saya menolak menerima dan menandatangani surat tilang tsb, sampai akhirnya beliau tidak jadi menyita kendaraan saya.

Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi jika anggota yang melaksanakan tugas di lapangan bersikap arif dan menyadari akan hak dan kewajiban masing-masing, mereka boleh menuntut haknya jika telah memenuhi kewajibannya yang merupakan hak bagi pengendara, salah sarunya yaitu menunjukan sprint.

Tadinya saya ingin memberikan reward dan apresiasi yang sebesar-besarnya pada IPTU Avani Erliansyah atas sikap persuasif beliau, bisa mengontrol emosi serta jauh dari sikap pongah dan arogan dengan tidak akan mengunggah video ini ke socmed walaupun beliau telah mengkebiri hak saya dengan menolak menunjukan sprint, bahkan salah seorang anggotanya telah membawakan sprints itu namun ketika anggota tsb hendak memperlihatkannya ke saya beliau malah melarangnya.

Tapi hari ini apresiasi itu saya tarik kembali bagitu saya tahu bahwa beliau telah bertindak semena-mena dengan melaporkan saya ke Sat Reskrim Polres Tanah Datar atas tuduhan DUGAAN TINDAK PIDANA TIDAK MENURUTI PERINTAH PETUGAS KEPOLISIAN PADA SAAT MELAKSANAKAN DINAS KEPOLISIAN dan hari ini saya diminta hadir menghadap Kasat Reskrim. Walaupun kurang elegan seorang Kasat Lantas melaporkan masyarakat sipil seperti saya, namun saya tetap menghargai hak beliau untuk melaporkan saya. Tapi sebagai warga negara saya juga punya hak untuk melaporkan beliau ke Div Propam terkait banyaknya ketentuan yang beliau langgar pada saat melakukan razia, mulai dari tidak adanya Plang Pemeriksaan (plang pemeriksaan tidak terpasang sebagaimana mestinya), tidak mau menunjukan sprint yang merupakan hak pengendara, serta tindakan kesemena-menaan beliau terhadap saya dengan melaporkan saya.

Sekali lagi, sebenarnya saya tidak ingin mengunggah video ini ke socmed atas pertimbangan :
1. Demi menjaga marwah dan nama baik Tanah Datar (walaupun saya berdomisili di Bukittinggi namun saya adalah putra asli Tanah Datar)
2. Sikap IPTU Avani yang sangan kondusif dalam menghadapi saya
3. Saya sangat menghormati Kasi Propam Polres Tanah Datar karena saya mempunyai kedekatan emosional yang erat dengan beliau (bahkan saya sudah anggap beliau seperti kakak saya sendiri).
Namun karena IPTU Avani telah bertindak semena-mena terhadap saya dengan melaporkan saya, maka dengan terpaksa saya unggah video ini ke publik biar masyarakat bisa menilai secara objektif.
Mohon dukungan moril pada netizen semua, untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

Bagaimana menurut agan sekalian?
About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Berita Umum and tagged , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Vidio Debat Antara Polisi Penilang dengan Tertilang Yang Minta Surat Tugas Razia

  1. nggandenz says:

    Rame2,numpang gelar tiker sambil bakar jagung Om.

  2. genco says:

    keduanya salah. tapi polisi punya kewenangan atas dasar lain. rakyat memang tak berdaya. itu namanya dizolimi. monggo pak doa kan. mudahan dapat hidayah, dapat sabar, dapat mengemban amanah rakyat.

  3. Pingback: Vidio Debat Antara Polisi Penilang dengan Tertilang Yang Minta Surat Tugas Razia - INDOMOTONEWS

  4. masyarakat cerdas says:

    http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt5354b07d8d157/jika-tiba-tiba-diberhentikan-polisi-di-jalan

    tertulis kok disitu, gak ada plang, gak bisa menilang, itu kalau ngadain operasi, wkakkakak

    rakyat semakin cerdas, polisi semakin lapar

    udah jelas kan?

    polpol, kayanya besok penlangan tidak di haruskan bayar di tempat deh, justru kalo salah tangkap gini sudah seharusnya ada undang undang yg mengatur denda salah tilang

  5. Anonymous says:

    kebanyakan baca facebook, blog trus dipraktekin… sama jamannya kasus slip biru merah, pada minta biru padahal lebih murah merah…

  6. v says:

    kebanyakan baca facebook, blog trus dipraktekin… sama jamannya kasus slip biru merah, pada minta biru padahal lebih murah merah…

  7. Joni says:

    pak pol ntu kali yg salah, karena di rekam aja sok bijaksana, nyatanya urusan diperpanjang bukti kalo dia gak bijak

  8. joni bego says:

    Lu nya aja yg bego dan nyari nyari masalah, bilang aja lu ga ada ada sim dan atau ga ada stnk, lu pake ngotot segala kalo lu merasa paling bener, lu bisa beli/kredit kendaraan tapi lu ga bisa nunjukkin sim dan stnk, dimana otak lu pengendara joni

    • Komentator Cacad/cupu/noob/drugger/kacung says:

      CACAD lo…. bilang aja kalo lu terbiasa jadi kacung Po**si di apa2in aja nurut, cuma bisa ngomong “iya pak” “siap pak” “bisa pak” :v .
      Joni punya nyali atas dasar aturan yg berlaku.
      Emang elu komentator CEMEN bernyali krupuk, berapa kapasitas otak lo cupu.

    • Polisi lagi pencitraan says:

      Maklum, polisi kebanyakan cari duit. Sekarang kalang kabut iptu gay homo karena udah terpojok. Wkakaka

  9. Hidayat says:

    Bukan lagi rahasia umum. Bahwa petugas Polri ( khususnya Polantas ) dengan bebasnya lewat Jalur Bus Way
    Kalau masyarakat biasa. Langsung ditilang atau apalah gitu. Tapi kenapa dia bebas
    Kan disitu tertulis Hanya Untuk Bus Way

    Apalagi yang depan stasiun Jatinegara Jakarta Timur dikala sore hari ( saat jam pulang kantor ). Sudah jalannya kecil. Diambil bus way pula sebahagian dan sebahagiannya lagi diambil pedagang kaki lima. Belum lagi penuh sesak sama pengunjung kaki lima. Sehingga tinggal kurang dari satu jalur yang tersisa. Itu juga diperparah dengan mengetemnya angkutan umum seenak hatinya.
    Namun jika ada yang masuk ke jalur bus way. Yah jadi alasan polisi untuk menilang , tanpa melihat kondisi

    Apakah diatur dalam UU Lalu Lintas bahwa badan jalan diperbolehkan untuk berdagang
    Gimana nih Ahok kok bungkam melihat ini
    Korlantas juga tak ambil tindakan
    Apakah belum sampai laporan. Katanya sering belusukan. Belusukan donk ke stasiun Kereta Api Jatinegara Jakarta Timur. Tak jauh dari Kantor Polres Jakarta Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published.