Menyebabkan Lakalantas Maut Beruntun Pengemudi Futura Dicabut SIM Seumur Hidup Dan 2 Thn Penjara

Palu-Hakim

Palu Hakim

Sebuah pembelajaran bagi kita untuk tidak menuruti ego ngebut di jalan, karena selain membahayakan diri sendiri tentunya juga membahayakan orang lain. Ya, setidaknya kasus yang terjadi pada Tri Yuda Mediansyah menjadi contohnya, ketika itu ia mengendarai Suzuki Futura Nopol BK 1856 PT, tepatnya pada 2 September 2015 siang. Ketika itu di dalam kendaraan yang ia kemudikan ikut beberapa anak sekolah. Ia ngebut zigzag nyalip banyak kendaraan hinggi akhirnya tak terkontrol dan menyebabkan kecelakaan beruntun hingga salah satu krbannya meninggal. Kini tepatnya Jumat (22/1/2016) ia resmi dihadiahi hukuman penjara selama 2 tahun dan SIMnya dicabut selama hidupnya.

460x110

Aksi Salip-salipannya

Aksinya berawal dari Jalan Umum Binjai, Kuala atau tepatnya di depan Kantor PTPN II Selesai, Sumatera Utara, Yuda ini pertama menyalip L-300 hitam dan sebuah bus, kemudian menyalip Toyota Avanza warna silver dengan Nopol BK 1291 RG dan sebuah truk tangki. Waw, kayak sembalap aja.

Pasca nyalip Avanza, dari arah berlawanan muncul Vario Nomor BK 6161 RAG. Kontan ia terkejut dan langsung zigzag ke jalur kiri. Avanza yang di kiri tentunya kaget langsung dipotong gitu aja, kemudian bersenggolan dengan mobil Yuda sehingga mobil Yuda terdorong depan dan menabrak sepeda motor. Mobil Yuda terpental dan terbalik, sementara Avanza tersebut masuk ke dalam parit. Supriono pengemudi Vario meninggal dunia. Adapun korban lain mengalami luka parah.

Bukan Menolong Korban, Malah Kabur

Pasca kecelakaan Yuda bukannya bertindak kooperatif atau berusaha nolong korban malah ia kabur melarikan diri. Ia keluar dari kendaraannya dan menyetop sepeda motor lalu kabur. Belakang polisi memburunya hingga ketangep.

Putusan Hakim Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

Setelah di sidang, putus majelis Pengadilan Negeri (PN) Stabat diumumkan di website Mahkamah Agung (MA), Jumat (22/1/2016), dimana hakim menjatuhkan pidana 2 tahun penjara pada terdakwa. Vonus hakim Laurenz Stephanus Tampubolon sebagai ketua dengan anggota Sunoto dan Hasanuddin, lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang meminta Yuda dihukum 20 bulan penjara.

Putusan diambil pada Rabu (20/1/2016) kemarin itu, Majelis hakim selain mencabut SIM Yuda juga melarang Yuda memiliki SIM seumur hidup alias hingga Yuda meninggal dunia tidak boleh memiliki SIM. (sumber: detik)

About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Berita Umum and tagged , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Menyebabkan Lakalantas Maut Beruntun Pengemudi Futura Dicabut SIM Seumur Hidup Dan 2 Thn Penjara

  1. k!ng_julien says:

    Nah,kalo kedapatan nyetir lg gimana..

Leave a Reply

Your email address will not be published.