Jawaban Margono Tanuwijaya Saat Honda Dianggap Follower

Jawaban-Margono-Tanuwijaya-Saat-Honda-Dianggap-Follower

Jawaban Margono Tanuwijaya Saat Honda Dianggap Follower

Jawaban Margono Tanuwijaya saat Honda dianggap follower menarik utuk disimak gan. Ya, belakangan PT Astra Honda Motor (AHM) sering dianggap menjadi “follower” dan bukan menjadi “first mover” dalam menelurkan produknya. AHM dianggap menghadirkan motor-motor yang jenisanya sama dengan kompetitornya, lalu dibilang mengekor. Contoh saja Sonic 150R yang hadir setelah Suzuki Satria F150 menuai sukses. Atau, juga dulu Honda Beat yang berbentuk matik hadir setelah Yamaha Mio hadir duluan sebagai penguasa matik. Di segmen sport orang juga bertanya seperti halnya Honda CB150R StreetFire menjadi pengikut Yamaha V-Ixion. Lalu CBR 150 yang baru dibikin lebih nungging alaR 15. Paling santer adalah isu belakangan tentang New CBR 250 yang banyak dibilang ngikut Ninja 250 atau R 25, demikian juga ar kabar bahwa Honda menyiapkan motor bebek super 150 cc yang bakal ngekor kesuksesan Yamaha MX King 150, betulkan.

460x110

Ketika acara Peluncuran All New CBR 500 R beserta peluncuran 3 model Facelift Moge dan dua motor matik Honda di Potato Head Grage yang berlokasi di Sudirman Jaksel pada jumat 26-02-2016 lalu, James Bons dan beberapa blogger diberi kesempatan untuk berbicara langsung Direktur Pemasaran AHM, Margono Tanuwijaya. James Bons sampaikan pertanyaan tersebut tentang benarkah bahwa AHM bisa dibilang Follower?

Pak Margono ini dengan santai menyampaikan penjabarannya secara panjang lebar. Pertama yang disoroti adalah bahwa ini sebenarnya bukan masalah pabrikan mana yang ‘mengikuti’ atau diikuti.  Mungkin benar ada produk AHM yang bisa dibilang mengikuti produk lain, namun beliau menegaskan, AHM tidak 100 persen benar mengekor ke pabrikan lainnya. Yang ada adalah produk akan keluar mengikuti perkembangan zaman atau tuntutan masyarakat.
“…. Itu kan masalah timing, ……prioritas. Soal mana duluan menurut saya sih enggak ada. Itu tergantung timingnya mana yang harus didahulukan” kata Pak Margono.

Memang boleh jadi trending model di kalangan konsumen memang menuntut pabrikan mengeluarkan produk yang boleh jadi akan sama dengan yang dikeluarkan kompatitor, hanya saja ada yang ngeluarin duluan ada yang ngeluarin belakangan. Contohnya ada beberapa waktu Honda menjadi yang pertama, musalkan ketika Honda mengeluarkan PCX, lalu yamaha mengeluarkan NMAX, demikian juga ketika Yamaha mengeluarkan Fino kalau itu disebut mengekor berarti mengekor Honda Scoopy. So itu menurut pak margono adalah masalah timing dan prioritas.

Jelasnya menurut pak margono masing-masing perusahaan pasti punya strateginya masing-masing, untuk memutuskan kapan meluncurkan sebuah produk, sehingga tak bisa mutlak dikatakan bahwa siapa yang lebih dulu meluncurkan produk di segmen baru disebut first mover dan yang belakangan disebut follower.

Ada juga produk yang tak ada kopatitornya seperti Honda Verza, CS1 dan sebagainya.

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Berita Umum and tagged , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Jawaban Margono Tanuwijaya Saat Honda Dianggap Follower

  1. ardiantoyugo says:

    revo at dan leksam yang sama sama ga laku… wkwkwk…

    kerennya CB500X dibanding yang lain : http://wp.me/p1eQhG-1AL

  2. Pingback: Jawaban Margono Tanuwijaya Saat Honda Dianggap Follower - INDOMOTONEWS

  3. Mat bewok says:

    Hahahaha CS1
    Motor apa ituh?

    Yang penting si bapak ngaku.. Wlaupun tidak 100%

  4. orang awam says:

    sebenernya kalau soal timing sih di Thailand malah Fino brojol duluan dibanding Scoopy. hanya saja petinggi YIMM krg jeli melihat peluang matic retro, jadilah fino brojol belakangan di Indonesia setelah scoopy sukses

  5. orang awam says:

    ngga ada yg salah kok jadi follower, toh produk yg dijual ngga plek 100% sama & punya ciri khas sendiri. yg mempermasalahkan soal first mover & follower itu kan fanboy masing2 pabrikan. konsumen awam biasanya masa bodoh soal begituan

  6. Manor™ says:

    Tetep motor cakep itu MV Agusta dan Ducati 😀

  7. Kokorobert says:

    Yg jd follower biasa’y penjualan’y ga se sukses first mover, dalam bisnis apapun.
    Tp aneh honda dgn metik’y bisa sukses dibanding first mover’y 😀
    Bisa jd kekuatan brand honda/produk sebelah lebih bnyk keunggulan dibanding first mover’y.
    CMIIW…

  8. luris says:

    Hanya orang awam yang bilang honda menjiplak brand lain padahal cuman ingin melakukan pengembangan biar bisa bersaingan dengan kompetir’y contoh aja Yamaha V-xion New Niru Honda cb1000r Hornet kan tp nelur’y di indonesia versi cc kecil’y laku kerass tp pas honda mau nerusin model’y yg cc kecil dibilang jiplax

  9. goozir says:

    ohh begono.. tangkyu mmbah tapi memang beda kok AHM ga kayak honda India… bikin Honda nAVI. DLL. kalo AHM bikin beat, bebek super, sonic, cbr250r

    Jonathan Rea masih digdaya untuk dikalahkan

    http://goozir.com/2016/02/wsbk-australia-2016-jonathan-rea-borong-podium.html

  10. ule says:

    apapun istilah nya… ahm hanya membuat motor yg terpantau laku di pasaran.. dan hal apa yg menjadi kekurangan si pemeran yg sedang banyak digandrungi. maka harus melakukan jurus ATM.
    yg first mover adalah sang pemberani menghadapi timbal balik konsumen bahasa kasarnya resiko, mungkin ahm slalu mengenang kisah CS1..
    dan strategi ini cukup ampuh saat pertama dilakukan pada beat…
    yg jadi masalah strategi ini hallal selama gak plek sama…

  11. seanomedic says:

    AHM itu bukan follower…hanya ikut jualan di pasar yg lagi laris (disitu pasti ada mereka)…no matter what…mau laris atau nyungsep yg penting join the game…

  12. FBH OTAK DENGKUL says:

    giliran honda yang dibilang jiplak, FB nya belain mati2an lah, padahal petingginya aja udah ngaku klo mereka emang jiplak, aduuhh dasar otak FBH pada didengkul semua…

  13. anarchy13 says:

    yg penting jangan bodohin dunia otomotif Indonesia hanya untuk mengejar ‘angka penjualan’.

    #bringtheprideback #banggabermotor

  14. tempe DOHC NEARLY =DOHC LGBT says:

    bukan follower sih, lebih tepat nya plagiat .

    cs1 dan blade sudah cukup menjadi sianida buat ahm

  15. (penikmat cikopi+gorengulen di pagi hari) says:

    honda follower itu kata FBY boss… maklum anak alay cuman tahu rossi mbret ajah lagaknya tau sejarah motor…

    pabrikan itu dari jaman sikomen cuman ngandelin kata2 bombastis… kalo produk mana ada yg awet ??? mesinnya bobrok semua…

  16. Rahardjo says:

    ya ok lah, tapi semua produk AHM yg laku akhir2 ini cuman yang tipe “follower”… sebut saja beat, cb150, new cbr150.. produk yg hasil inovasi sendiri sangat nnyungsep jualanya, macam CS1, cbr old,
    kecuali verza n supra125 yg memang masih laku sbg clan old style khas honda sejak jaman GL..

Leave a Reply

Your email address will not be published.