Musim Banjir Gan, Masih Maksa Buang Sampah di Kali?

Musim-Banjir-Gan-Masih-Maksa-Buang-Sampah-di-Kali

Musim Banjir Gan, Masih Maksa Buang Sampah di Kali?

Musim Banjir Gan, Masih Maksa Buang Sampah di Kali? Sungguh sebuah pertanyaan yang patut untuk direnungkan buat kita semua, bahwa pada kenyataannya memang andil kita dalam terjadinya sebuah wabah banjir ternyata sangat besar dan paling banyak didominasi oleh sesuatu yang namanya sampah. Potret kehidupan di Jakarta yang selalu bergelut dengan sampah yng menyebabkan menyumbatnya saluran air sehingga terjadi banjir, nampaknya tak juga kita ambil hikmahnya. Kini belakangan banjir merambah ke mana-mana bukan lagi milik Jakarta. Mulai dari Malang, Surabaya, Bandung, bahkan sempat kota kecil macem Cirebonpun diampiri oleh banjir.

460x110

Sebuah potret saja diambil dari postingan radio E100 added 4 new photos.20 hrs · Dengan statmen sebagai berikut:

‪#‎SSInfo‬ Ini Sampah hasil pengerukan saluran air di Gubeng. Pengerukan saluran air di Gubeng ini dipimpin langsung Tri Rismaharini – Walikota Surabaya. Foto: Twitter @Humas_kotasby (odp-pr)

Hemm, itu adalah sebuah saluran air gan, lalu di dalamnya coba kita itung apa isinya? Botol aqua bekas, kursi bekas, kayu bekas, pakaian bekas, bahkan hingga kasur bekaspun ada di sana. Alamak, serem amat! Lha bagaimana banjir tidak menghampiri, wong semestinya kasur itu di kamar kok ini di saluran air, wong namanya saja saluran air, bukan saluran kasur bekas. Ya gitulah kesadaran kita akan sampah tak jarang memang justru menyulitkan diri kita sendiri dan juga orang lain.

So, musti ada kerjasama dari berbagai elemen untuk membangkitkan kesadaran akan buang sampah sembarangan ini gan, terutama dai diri kita sendiri.

About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Berita Umum and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Musim Banjir Gan, Masih Maksa Buang Sampah di Kali?

    • gembel says:

      karena air. tapi drainase gak lancar memperlambat menurunnya debet air. kecuali memang kontur geografis bekas rawa atau dataran rendah.

  1. pikolo says:

    Kenyataan dilapangan. Wartawan (W), Penduduk (P)
    W: mas, kenapa buang sampahnya disungai?
    P: kalo ketempat sampah jauh mas, mesti jalan kaki 50m
    W: tau dampak kalo buang sampah ke sungai?
    P: tau mas, bisa banjir
    W: nah kalo udah banjir kaya gini gara” pada buang sampah disungai, yang salah siapa?
    P: pemerintah mas. masa ngurus banjir aja ga bisa? ga sesuai sama janji kampanye. mending suruh mundur aja deh.

  2. rifz says:

    menurut pelajaran sd si, pohon2 di hutan dan gunung yang ditebangi lah penyebab banjir

    air hujan yang harusnya ditahan dan meresap ke dalam tanah jadi langsung menuju hilir
    ya meluap itu sungai

Leave a Reply

Your email address will not be published.