Alat Tambal Ban Portable Bikinan Anak SMK, Jozz Tenan Cuman 100 Rb!

Alat-Tambal-Ban-Portable-Bikinan-Anak-SMK
Alat Tambal Ban Portable Bikinan Anak SMK

Alat Tambal Ban Portable Bikinan Anak SMK, aseli gan unik dan menarik, serta mudah diaplikasikan. Terutama saat misalnya kita mengalami ban bocor ketika saat berada jauh dari tukang tambal ban. Nah, disinilah alat ciptaan siswa SMK N 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah bisa menjadi solusi, yaitu alat tambal ban portabel yang bisa disimpan di bagasi motor. Asik kan gan! Inilah Tyre Press alatpenambal ban yang berupa rangkaian besi berbentuk P yang bagian bawahnya terdapat tuas untuk memutar, lalu didukung alat lain yang ukurannya juga tidak besar yaitu besi untuk mencongkel ban dalam, kompon serta kertas. Begitu ceritanya gan, ngintip dari detik.

Jago Bener Nih Parkirnya
Yup, system kerjanya yakni Alat utama Tyre Press berfungsi menjepit ban yang sudah diberi kompon dan dibalut kertas ke leher knalpot dengan kencang hingga kompon melebur di ban dan menutup lubang, mirip sistem kerja tambal ban biasa gan. Nah untuk nambal kan memang membutuhkan panas, maka agar knalpot tetap panas, mesin musti nyala.  5 sampai 15 menit maka lubang di ban sudah tertambal.

alat-tambal-ban-portabel
alat-tambal-ban-portabel

Selanjutnya adalah cara memompa bannya. Yakni menggunakan alat Kompresor Engine berupa selang dengan penghubung antara ujung knalpot dengan pentil ban. Caranya mudah selang disambungkan dengan ujung knalpot dan pentil, kemudian motor distater manual dengan posisi mesin off. Ya, ketika mesin off, kemudian di-starter nanti bannya akan terisi angin.

Nah alat ini sip kan, bila diproduksi massal, harga jualnya cukup murah tidak sampai Rp 100 ribu, namun sayangnya baru bisa digunakan untuk motor jenis matic. Kini masih dikembangkan agar bisa untuk berbagai jenis motor.

Advertisements
About Bonsai Biker 5811 Articles
Pecinta bonsai dan otomotif

14 Comments

  1. distarter manual mungkin maksudnya kickstarternya diselah-selah dgn kunci kontak off. matic malah berat engkolnya dong om.

Leave a Reply