Matteo Gedeg Ama Rossi Yang Gak Ikuti Intruksi Team Hingga Gagal Podium

Matteo Gedeg Ama Rossi Yang Gak Ikuti Intruksi Team
Matteo Gedeg Ama Rossi Yang Gak Ikuti Intruksi Team

Matteo Gedeg Ama Rossi Yang Gak Ikuti Intruksi Team Hingga Gagal Podium. Ya, Matteo Guerinoni, Seorang pembalap asal Italy yang tinggal di Indonesia. Kemudian ia menjadi komentator favorit MotoGP mengeluarkan komentar yang tak seperti biasanya. Dulu ketika ia jadi komentator, terus selalu memberi respek pada Rossi, karena ya maklum Rossi kan sang legenda hidup gan. Dah gitu kan sama-sama Italiano gan. Namun hari ini terlihat lain. Ia begitu geddeg sama Rossi. Alasannya cukup simpel, sang leggenda ngotot nggak mau keluar lintasan masuk pit untuk ganti motor, sehingga Rossi gagal naik podium.

Ya, memang kalau Matteo ini jadi komentator acara Live motoGP di Trans 7, suasana nampak lebih menarik. Ia yang seorang pembalap, tahu betul apa yang terjadi dan yang akan terjadi di lintasan. Prediksinya serin tepat, dan komentarnya cepals ceplos apa adanya. Dan itulah nampaknya yang digemari oleh para pecinta motoGPdi Indonesia.

Nah rumornya karena saking hobinya yang cepals ceplos itu tahun lalu iapun tak dipakai oleh TV. Rumornya karena sponsor utama boleh jadi agak tersinggung dengan ceplas cepolsnya itu. Ya itu sih rumor gan, sebenarnya yang terjadi ya gak tahu persis.  Buktinya ia kini dipake lagi hehehehe.

Nah, cepas-cepolsnya itu memang faktual gan. Komentarnya pada Rossi saat race di GP Sachsenring 2016 ini begitu tajam dan menusuk. Ia bilang Rossi mbandel aka mbelelo nggak mau mengikuti intruksi team. Yakni untuk segera keluar lintasan dan mengganti motor dengan karakter ban kering. Wong lintasan sudah kering. Efeknya iapun gagal merebut podium. Rossi harus puas finish di urutan 8, padahal podium sudah di depan mata.

Matteo tak menyalahkan Yamaha, tapi lebih menyorot dua pembalapnya terutama Rossi yang aseli membandel. Rossi merasa lebih tahu kondisi lintsan, tapi menurut Matteo, crewlah yang lebih tahu kebutuhan di lintasan. Matteo membandingkan dengan F1 yang ada alat komunikasinya, sedangkan di MotoGP kan tak ada. Jadi mutlak pembalap harus mau bekerjasama dengan team yang telah memberi analisa kebutuhan perubahan ban. Dan Rossi mustinya mengikuti intruksi crew atau teamnya untuk ganti ban. Dan hasilnya, Rossipun harus ngaplo melihat para saingannya naik podium.

Sebaliknya ia memuji Marquez yang membuat strategi jitu dengan segera mengganti motornya karena memang itu intruksi teamnya. Sementara itu Dovi, nampaknhya memang dia disetting ban super lembut yang dipakai di last lapnya. Sehingga bisa bersaing di depan, dan dovipun bisa rebut podium.

Ya gitu deh.

Advertisements
About Bonsai Biker 5800 Articles
Pecinta bonsai dan otomotif

6 Comments

  1. Aku fens rossi.tapi jujur rossi goblok teman dina iki.pekok sepekoke..jian jengkel tenan…ngeyelan.ngono jaluk podium..podium soko mbaeh..!!!

Leave a Reply