Tito Bakal tindak tegas Netizen Nyebar Provokasi dan Isu SARA

Tito Bakal tindak tegas Netizen Nyebar Provokasi dan Isu SARA
Tito Bakal tindak tegas Netizen Nyebar Provokasi dan Isu SARA

Tito Bakal tindak tegas Netizen Nyebar Provokasi dan Isu SARA. Wah, ini gebrakan baru oleh Kapolri Baru gan. Yaup, Kapolri yang baru yakni Jenderal Tito Karnavian berkoordinasi dengan Kemenkominfo bakal berangus penyebar kebencian atau isu SARA lewat media sosial. Hal ini digiatkan terutama  setalh terjadi kasus kerusuhan yang baru saja terjadi di Tanjung Balai, Sumatera Utara yang disinyalir disebabkan karena adanya provokasi di media sosial.

Menurut Tito konflik di Tanjung Balai sebenarnya sudah bisa dicegah dengan mempertemukan orang yang bermasalah tersebut. Hanyasaja karena panas di media sosial  dibumbui dengan unsur provokasi, akhirnya amarah masyarakat pun tersulut, dan pecahlah amuk massa. Nah belakangan pak Kapolri ini memberi himbauan perusahaan media sosial dan provider internasional agar supaya bisa membuat servernya di Indonesia. Tentu saja biar gampang dikontrol.

Ya klau menurut James Bons sih memang belakangan sering banget ada statmen netizen yang berbau sara. Bahkan bisa dibilang banyak. Nah disini polisi dituntut adil dan tidak tebang pilih dalam memberlakukan hukumya. Ya semoga saja bisa membuat tenteram negeri ini gan.

Nah apakah ini bakal sakti menanggulangi gejolak massa yang diakibatkan SOSMED? program yang dulu yang diagendakan akan meberangus ujaran kebencian juga peran dianangkan pemerintah. Ya kita tunggu aja gan!

5 Comments

  1. setuju… no rasis, no sara, no penistaan/pelecehan agama

    hati2 para sales bc bc an nya jgn keterlaluan yoo

  2. Masalahnya provokator sara biasanya tidak merasa melakukan sara, hanya membela agamanya. Sulitnya di situ.

    Dan jangan hanya kejar provokatornya, tangkap juga orang yang terprovokasi, walaupun jumlahnya ratusan. Nggak mungkin pelaku kerusuhan hanya belasan. Banyak tidak sama dengan benar.

    Provokator salah, tapi orang yang terprovokasi juga salah. Coba kalau tidak ada yang terprovokasi, provokator bisa apa?

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan