Anggota TNI Acak-acak Diler Karena Cicilan Lunas BPKB Belum Keluar

Anggota TNI Acak-acak Diler Karena Cicilan Lunas BPKB Belum Keluar
Anggota TNI Acak-acak Diler Karena Cicilan Lunas BPKB Belum Keluar

Anggota TNI Acak-acak Diler Karena Cicilan Lunas BPKB Belum Keluar. Dialah Sertu Abdul Djabar Ollon, anggota TNI-AD, sorang Provost di Korem 152 Babullah Ternate, yang marah dan mengamuk sserta merusakan sejumlah komputer dan kendaraan roda dua milik diler PT Nusantara Sakti Ternate, Maluku Utara. Kejadian sekitar pukul 10.30 WIT Selasa kemarin, 04-10-2016.

Anggota TNI Acak-acak Diler Merusak Komputer dan Menendang Motor di Dealer

Menurut keterangan Karyawan PT Nusantara Surya Sakti Ternate, Abi, ngutip dari Okezone, anggota TNI ini datang berseragam lengkap menemui dua karyawan untuk membicarakan terkait kredit pinjamannya. Ketika itu anggota TNI ini menemui Heru di bagian pengurusan BPKB dan STNK. Lalu ke bagian marketing bernama Anti. Usai dari bagian marketing ini  dia langsung mengamuk dan merusaki komputer dan sejumlah sepeda motor.

Ia merusak enam unit monitor komputer dan satu printer yang ada di dekatnya, diangkat kemudian dibanting ke lantai sehingga rusak serta berantakan. pelaku menuju sejumlah sepeda motor yang dipajang di showroom, kemudian menendang kendaraan itu hingga roboh ke lantai. Tidak sampai disitu saja, lanjut Abi, dengan suara yang keras pelaku juga menginjak-injak bodi sepeda motor yang sudah roboh tersebut.

Pemicu Anggota TNI Acak-acak Diler 

Sertu Abdul Djabar Ollon mengamuk duga kesal karena BPKB sepeda motornya masih ditahan pihak perusahan. Padahal dirinya sudah melunasi penjaman milik istrinya. Ya, Istri Abdul,  Jakia Bose dikabarkan menggadaikan BPKB motornya dengan nominal Rp6 juta dengan jangka waktu enam bulan. Lah udah lunas tapi pihak perusahan belum juga mengembalikan BPKB karena salah memposting jangka waktu pinjaman.

Ini statmen Heru, salah satu staf perusahaan, di Ternate, Selasa (4/10/2016) terkait Anggota TNI Acak-acak Diler:

“… benar Bapak ini menggadaikan BPKB selama ena…m bulan, tapi admin kami salah mem-posting jangka waktunya menjadi sebelas bulan. Jadi kami masih memperbaiki posting ini agar mempercepat pengembalian BPKB,”

“Telah 5 bulan (dilunasi) namun saya baru tugas jadi belum tahu ada keterlambatan ini. Tapi saya sudah laporkan ke kantor pusat dan dalam waktu satu minggu kita sudah bisa kembalikan BPKB-nya,”

Anggota TNI Acak-acak Diler, Siapa Salah, siapa dihukum?

Dalam kesempatan tersebut Heru menyampaikan bahwa ia juga menyayangkan tindakan perusakan enam unit monitor komputer, satu unit printer dan empat unit sepeda motor yang dilakukan oknum TNI ini. Harapan Perusahaan oknum tersebut bisa diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ya salah sih, pasti salah si pak Tentara ini, namun kalau dihukum harus dua belah pihak juga dihukum. Perusahaan terbukti melakukan kesalahan, melakukan tindakan yang mebuat orang lain tidak senang. Boleh jadi perusahan mungkin ya (James Bons bukan orang hukum jadi gak paham) melakukan wan prestasi, wong janjinya 6 bulan kok dientry 11 bulan, alias melanggar kesepakatan, puantes pak tentaranya emosi.

Nah, pak tentaranya tentuya juga harus dikenai sanksi, wong dah merusak. Heheh. Nah sekarang pak tentaranya kabarnya diperiksa, mustinya delaernya juga diperiksa, biar adil.

Ya bukan mau bela TNI gan, tapi keteledoran begini sering terjadi. Ya kalau yang jadi korban sipil, paling kan cuman bisa ngedumel, dirugiin perusahaan. Kalau korbannya TNI ya bisa marah marah aihihih.

 

Tanggapan Danpom TNI-AD pada Anggota TNI Acak-acak Diler

Berikut ini statmen Danpom TNI-AD Pattimira XVI/I Ternate, Letkol Cpm Yulius Amra, yang mengaku pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus Anggota TNI Acak-acak Diler ini:

“Kita sudah terima laporannya, sekarang masih diselidiki.”

Sementara itu Kapenrem 152 Babullah Ternate, Mayor Anang Setyoadi memberikan statmen terkait Anggota TNI Acak-acak Diler sebagai berikut :

“Dia sudah melunasi pembayaran tapi dari pihak perusahan belum terhapus dan BPKP masih ditahan. Ia benar-benar sudah menyelesaikan masalah tersebut (pinjaman) bayar lunas tapi dinyatakan oleh perusahan BPKP belum dikasihkan padahal sudah beberapa kali didatangi, akhirnya mungkin emosi sebagai manusia biasa.”

Ya semoga masing-masing bisa ambil pelajaran, dilernya lebih teliti, pak tentaranya lebih sabar.

Advertisements

45 Comments

  1. Kesalahan bisa siapa saja yg buat, namun tidak boleh ada toleransi dengan kekerasan , anarkis, dan main hakim sendiri. Terlebih sebagai aparat….

    • Emang dialer udah sering melakukan kesalah2 seperti itu
      Udah banyak yang curang, kita udah capek2 bayar cicilan masih dipermainkan

      Dulu waktu ambil kredit di Pekan baru, sudah lunas masih disuruh tunggu 1 bulan karena sering jatuh tempo, padahal udah saya bayar dendanya tiap setor cicilan

    • saya yakin itu TNI udah di oper kesana kemari, nggak mungkin dia tiba tiba ngamuk … orang gila kalo ngamuk nggak ada sebab

  2. Pengalaman saya sebagai rakyat jelatadi tahun 2007
    Pakaian seadanya menanyakan ke leasing bermerk ADIRA tentang pelunasan dan pengurusan BPKB
    Seteleah selesai pembayaran dan diberi kwitansi agar pengambilan BPKB hari Senin karena saat pelunasan hari Jumat

    Senin saya datang kembali dan disuru menunggu. Beberapa jam saya menunggu tidak ada petugas menemui saya dan tetap disuru menunggu (saya putuskan kembali beberapa harinya). Ternyata masih sama disuru menunggu

    akhirnya pake cara kasar. Saya langsung masuk keruang pimpinan yg katanya saat itu tidak ada dan ternyata ada

    Saya cuma bilang kalo BPKB saya tidak ada dimeja yg ada didepan saya sampai siang sampean tau akibatnya sambil letakkan “sesuatu” diatas meja hahahahahahahaha

    Ampuh ga sampe 5 menit tuh BPKB sudah ready dan bisa saya bawa pulang

  3. mungkin dealer nya mau nakal itu…6 bulan kok di entri 11 bulan ,mungkin sengaja kali tu deler,,,
    klo 6 salah entri jadi 7/ mungki jarinya keliru mencet tapi klo 11 bulan sengaja kali tuuu

  4. Gak bakal ada api kalo gak ada yg maen api..
    Ngamuk tu efek aja, yg salah tetep pemicu yaa dealernya sendiri, sapa suruh cari gara2 sama singa lagi yaa bubar acaranya..wkwk

  5. Masuk akal klo pak tentara ampe ngamuk, bisa aja bpkb nya emang sengaja di entry 11 bulan dengan pinjaman lebih dri 6 jt, istri pak tentara dikasi 6jt, sisanya yg makan pasti pihak dealer, maling sekarang pada pinter sembunyi dibalik legal formal hukum, hancurkan 👍

  6. stuju sama pak TNI , hajar trus pak, emng terkadang dealernya suka gtu, sklian mtor maticnya sgala mce acak2 pak injek2 smpe ptah smua tuh plastik hahah

  7. Setuju.kurang ajar tuh leasing.saya dulu juga pernah jadi korban.saya dukung pak tni.biar kapok tuh leasing ndak se enak udele ae.

  8. klo sy pernah di sebuah bank bilangya 10× sy hitung sudh melakukan 10× cicilan,minta kwitansi pelunasan bilangnya masih kurang 1x, sy marah, tp percuma klah bolo ,sy sendirian akirnya sy lunasin dan sy tdk akan berusrusan dngan bank tersebut …

  9. Kaka saya pinjam uang 7 jt, tp pas mau lunas baru ketahuan bahwa uang yg keluar 15 juta dan sisanya itu di makan pihak leasing, kaka saya sampai harus melunasi sisanya sampai dia uring2an.. Emang parah..

  10. lanjutkan pak TNI… dealer, leasing emang banyak yang kelakuan maling. mustinya pimpinan dealer yang dihajar sampai bonyok.

  11. Cocok tuh.jng kalau terlambat bayar denda tapi kalau lesing terlambat gak ada sangainya ya mampuskan aja lesing tug

  12. lha kok bisa mestinya cicilan 6 bulan dan 11 bulan kan beda nominalnya? pada waktu ngangsur tiap bln apa tdk tanya? dua duanya salah

  13. sekedar menambah wawasan bahwa sebagai konsumen kita harus mengerti bahwa kita sebagai konsumen di lindungi oleh UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Perjanjian Klausa Baku telah di atur dalam UU No. 8 tahun 1999 tersebut dalam pasal 16 huruf (a) dan (b) dan pasal 19 ayat 1 huruf (a) sampai (h),

  14. Yuk kita baca UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 16 huruf (a) dan (b), Pasal 18 ayat 1 huruf (a) sampai (h) di jamin kita gak bakal di maenin lagi tuh ama pihak dealer atau leasing

  15. Note : Dealer sm leasingnya msh satu manajemen mas.. masih NS group.

    Klo liat gini cm bs ketawa, keliatan bobroknya.. yg main bisa orang marketing, atau survey, yg kena orang admin… Gara2 komisi paling, tenor 6x cm dpt 200rb, klo 11x dpt 400rb… Jd diubah aja jd 11..
    Tp yg aneh udh dilunasin.. berarti ga ada masalah dong harusnya… Trus duitnya lari kemana?… Ahahah… Resiko leasing dgn manajemen bobrok.. ga usah sok mau bawa kejalur hukum klo manajemennya amburadul…

  16. Masih mending ini, di samarinda motor udah lunas kredit 3 thn STNK n BPKB belum selesai jg di salah satu daeler lambang sayap

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan