Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler dan Nasabah Bakar Motor di depan Adira Bentuk Protes Sistim Lising?

Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler
Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler

Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler dan Nasabah Bakar Motor di depan Adira Bentuk Protes Sistim Lising. Ya, kejadian baru saja kemarin seperti dalam artikel lalu di link INI bahwa seorang TNI ngamuk dan ngacak-acak diler gara-gara cicilan BPKB lunas tapi BPKB masih ditahan. Leasing atau diler salah masukin tempio cicilan yang 6 bulan jadi 11 bulan, ruwed akhirnya. Kejadian sebelumnya beberapa waktu lalu seperti di link INI. Seorang nasabah, atau yang boleh jadi mencicil kreditan motor lewat Adira membakar motornya di depan kantor Adira. Dikabarkan pria ini tak terima motornya ditarik leasing.

Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler, Tak ada Asap kalau tak ada Api

Perbuatan dua pria ini baik pak tentara yang ngamuk di diler maupun pria yang membakar motornya di depan kantor Adira jelas tak dapat dibenarkan secara hukum. Namun boleh jadi tak ada asap kalau tak ada api. Pasti ada pemicunya. Seperti kejadian tentara ngamuk, Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler, walau prbuatannya jelas salah besar, tapi kalau pihak leasing atu diler profesional, BPKB diserahkan sesuai waktu yang disepakati pastinya tak akan terjadi insiden seperti ini.

Sementara itu penarikan motor nasabah oleh pihak leasing kan memang telah diatur dalam uu Fidusia, bahwa konsumen masih punya hak atas yang ia setorkan. Bukan motor langsung ditarik lalu semua hak konsumen hilang. Selama ini yang terjadi di lapangan adalah motor banyak yang ditarik pakasa lewat debt collector, sehingga nasabahpun hanya bisa pasrah plonga plongo. Kalau orangnya nekat, ya seperti pria yang mbemakar motornya di depan kantor Adira tadi aihihihi, atau seperti Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler ini. Padahal sebetulnya polisi sudah melarang penarikan paksa oleh debt collector ini.

Meski tak dipungkiri, sekian banyak nasabah juga ada yang nakal. Sengaja gak dilunasi, sengaja diulur dan sebagainya.

Klaim Leasing Nakal Sering Nyekolahin BPKB, Betulkah?

Ya, perihal Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler ini, menurut pengakuan konsumen, dan bahkan James Bons pernah langsung menerima delik aduan konsumen, bahwa BPKB sering telat diberikan. Ada yang dah lunas belum diberikan. Ada yang beli cash BPKB berbulan-bulan belum keluar. Padahal, James Bons pernah cek sendiri ke kepolisian, bahkan sering pula ngurus sendiri BPKB, 2 minggu paling lama 1 bulan BPKB sudah keluar gan.

Nah, terus kok sampai berbulan-bulan kemanakah jalan-jalannya BPKB? Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler, kan kasus BPKB juga? Hemm, menurut pengakuan sepihak dari konsumen, “ini masih pengakuan sepihak dari konsumen belum cross check ke leasing gan”bahwa sangat memungkinkan BPKB di sekolahin. Atau dianggunkan, alias dijaminkan untuk mendapatkan sejumlah uang yang bisa diputar lagi dalam dunia leasing. Benar nggaknya James Bons belum bisa menjamin gan, ini baru klaim dari nasabah atau konsumen menanggapi Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler.

Berikut beberapa komentar netizen terkait Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler :

  • Arya X Jaga Saya jg prnh,cicilan lunas bpkb sy minta ke leasing tidak di kasih.dg alasan cicilannya telat trs,saya bawain kwitansi pembayaran tdk prnh telat seharipun.leasing ttp ngelak dg alasan itu,keamanan dia dtng.saya gebrak2 meja akhirnya leasing menyerah baru bpkb lngsng dikasih
  • Don Krow Kawan saya sampai sekarang belum dapat bpkbnya sudah lebih dua tahun,padahal pembayaran kredit sudah lunas
  • Pocay Dompu Memang klakuan semua diler tuh…ngk cman t.n.i itu aja yg ngerasain tpi org lain jga ngerasain hal srupa….wjar tuh…biar publik pd tau
  • Zendra Itu semua modus deler krn bpkb nya msh putar buat tamabah modal.
  • Alyfazz Marquez Ortu ane juga, beli motor beat cash, bpkb baru jadi hampir setahun. Itu ortu ane nanyain tpi alesan

Nah selain itu masih seputar Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler ini, ada komentar menarik ni gan dari seorang netizen yang cukup mencerahkan mengenai hak konsumen:

Andree Santoso · Jakarta, Indonesia

Kalo kita.tidak paham aturan main kita merasa dirugikan oleh leasing. Perlu anda ketahui klo suatu saat terjadi pada anda, tanyakan kembali mengenai jaminan fidusia. Yaitu dimana kesepakatan antara leasing dengan lembaga penjamin, jika suatu saat si nasabah tdk bisa membayar, maka nasabah memiliki hak nilai daribarang tsb.contoh Seandainya cicilan tinggal 10 bulan lagi namun nasabah tidak bisa bayar maka motor tsb akan dijamin oleh instansi yg sebelumnya sdh disepakati antara leasing dan instansi terkait . Jadi jika barang dijual, nasabah ada hak atas barang itu, selama ini org yg tidak tau jadi korban leasing. Klo sampe berhadapan sama leasing jangan emosi tp anda tuntut dengan perjanjian fidusia keterangan lebih lanjut silahkan googling, sudah waktunya bangsa ini cerdas dengan banyak membaca, jangan mau dibodohi oleh sistem. Semoga bermanfaat.

Nah, terkait Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler, itu semua baru sebatas wacana lho gan. Bisa benar bisa salah. Sebatas keluhan dan dugaan konsumen. Ya kalau James Bons pribadi sarannya ya mending semuanya sesuai prosedur hukum yang berlaku biar tidak membahayakan atau merugikan diri sendiri. Diler ataupun leasing kalau salah kan pasti juga bisa dituntut. Nah bagaimana menurut agan sekalian tentang Insiden Oknum Tentara Acak-acak Diler?

Advertisements

9 Comments

  1. Hemmmm,,🤔
    Kenapa gak sekalian di bakar diler nya ya,,kan bakaln seru jlan ceritanya klo maen bakar”an…😏

  2. bener tuh gw dukung tni nya, gw beli motor cash jg lama gak dikasih2. jaket juga gak sesuai promo. anjing dealer bangsat. gw ancem baru diproses cepet. bakar aja dealer ky gitu.

  3. klo angsuran udeh lunas ato pembelian secara tunai tp BPKB belum diserahkan dalam waktu yg wajar misal +30 hari dan terkesan dealernya cari2 alasan, tinggal bikin email ke surat pembaca koran, media elektronik, blogger kondang dll … sebut nama dealer dan pejabatnya klo bisa foto nya juga … biar tenar tuh orang dan jadi viral … pasti cepet beres dah urusan hehehehe

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan