Debt Collector Kritis Dihajar Massa Saat Narik Motor dari Nasabah | Bonsaibiker

Debt Collector Kritis Dihajar Massa Saat Narik Motor dari Nasabah

Debt Collector Kritis Dihajar Massa Saat Narik Motor dari Nasbah

Debt Collector Kritis Dihajar Massa Saat Narik Motor dari Nasbah

Debt Collector Kritis Dihajar Massa Saat Narik Motor dari Nasbah. Ngeri gan! Kejadian ini dishare oleh akun Fb May Shiranui di group INFO WONG SOLO pada  jam lalu dengan statmensebagai berikut:

“Etok sko grub sebelah .
Kui decolector / leasing . Jare narik motor seng telat setoran trus dimasa .
Seng rumongso dc / leasing ati2 !! .

Sayangnya, tak dijelaskan kronolgi dan tempat serta tanggal kejadiannya gan.

Nah, menanggapi kejadian ini, netizen memang prodan kontra gan. Berikut beberapa netizen yang mendukung aksi penghakiman terhaap debt collector ini:

  • Andi Brata Wahai para leasing kalian adalah pribumi jgan mau menjadi jongos asing dgn memerangi sesama pribumi.
  • Topik Watik tp bila anda pernh nglminya jg jngkl,semua ada aturanya,mau narik brng ,g asal ngramps ambl brng d jalanan, wajar jika d masa,mampusss
  • Doni Setya Debtcolector kudune nagih sing sopan.tangan ke atas karo mohon2 ngunu. Sing due utang yo ngerti dewe.nek kasar nagihe yo sing due utang g segan2.

Yang terlihat netral:

  • Jesie Laporkan polisi. Apabila debt collector bertindak memaksakan kehendak untuk menarik kendaraan/jaminan, karena tindakannya merupakan Perbuatan Melawan Hukum PIDANA, maka datanglah ke kantor polisi terdekat, dan buatlah laporan Tindak Pidana (TP) perampasan kendaraan dengan tuduhan pelanggaran pasal 368 KUHP dan pasal 365 ayat 2,3 dan 4 junto pasal 335 kuhp. Karena yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah Pengadilan, jadi apabila mau mengambil unit kendaraan/jaminan harus membawa surat penetapan Eksekusi dari Pengadilan Negeri.
    Titipkan kendaraan. Apabila dirasakan tidak mampu untuk mempertahankan kendaraan tersebut, maka titipkan kendaraan tersebut di kantor polisi terdekat dan mintalah surat tanda titipan.
  • Oyoy Sanery Sekedar bagi pengalaman aja,di Leasing pada saat pengambilan motor kredit kita bertemu dengan marketing yang pada awal serah terima motor/unit kita dijelaskan berbagai macam persyaratan dan tata tertib pembayaran motor yang harus dipenuhi oleh nasabah/konsumen dan ditanda tangan di atas materai,tetapi karena nasabah sudah merasa senang memiliki motor baru,jadi penjelasan dari marketing tsb hanya sebagai angin lalu aja buat si nasabah apalagi hal yang penting tapi gak dianggap penting oleh si nasabah yaitu denda keterlambatan 0,5%/hari dari angsuran terlebih apabila keterlambatan sampai od 30 hari dari pihak leasing pasti sebelumnya sudah mengkonfirmasi ke nasabah penyebab keterlambatan dan collector yang baik masih memberikan solusi masalah pembayarannya biasa harus dibayarkan sebelum tutup bulan,tetapi apabila setelah lewat ke bulan berikutnya tidak ada pembayaran maka leasing segera menerbitkan STP(Surat Tugas Penarikan) kepada Collector Leasing 30 sd 60 hari keterlambatan,atau SKP(Surat Kuasa Penarikan) kepada Collector di luar leasing yang dibayar atas tugasnya menarik unit kendaraan diatas 60 hari keterlambatan.Tetapi yang perlu diperhatikan oleh nasabah adalah collector yang baik membawa surat tugas dan pengenal dari leasingnya dan nasabah yang baik adalah yang membayar angsuran dan tanggung jawabnya setiap bulan sesuai perjanjian,jangan mengambil unit/motor diatas kemampuan pendapatan setiap bulan yang ada utang satu belum selesai ditambah lagi utang yang lain menumpuk# Deny Wahyuni Ali Topan

Yan menolak penghakiman padaDC:

  • Lilyana Farisnaufal seandainy yg salah leasing kan bisa di laporkan ke atasanya. ngapain main hakim sendiri. astafir
  • Duff Dimas saya mantan deb colector . tidak semua deb colector kyk gt. kita harus dewasa melihat masalah secara luas jangan saling menyalahkan satu pihak. tunjukkan bahwa orang solo pintar dalam bersikap
  • Raffi Ahmad Effendi minta motor secara paksa itu karena yg kredit motor itu gak mau di minta motornya alias ndableg. orang orang bodoh yg gak tau aturann. punya hutang harus bayar itu hukum alam. kredit motor kok gak mau bayar motornya gak boleh diambil. makannya gausah sok sokan beli motor baru kalo gak mau ruwettt.

Setelah beberapa saat menelusuri, James Bons mendapati beranda aseli sumbernya gan. Kejadiandikabarkan di Jepara. Namun motifnya belum jelas. Oleh pemosting dikatakan debt collector, namun ada beberapa yang mengatakan itu masalah dendam, tak ada hubungannya dengan Debt collector. Polisipun masih menyelidiki hal ini.

pembunuhan-jepara

pembunuhan-jepara

 

Ngeri gan.

Na

Advertisements
%d bloggers like this: