Cetane Number Untuk bahan bakar mesin Diesel | Bonsaibiker

Cetane Number Untuk bahan bakar mesin Diesel

Cetane Number Untuk bahan bakar mesin Diesel

Cetane Number Untuk bahan bakar mesin Diesel

Di Indonesia, kendaraan Diesel kalah populer ketimbang yang bermesin bensin. Maka tak heran jika lebih banyak orang yang familiar dengan kata “oktan” ketimbang “cetane number” (CN) atau setana. Padahal keduanya adalah ukuran tertentu dari bahan bakar yang dikonsumsi masing-masing mesin.

Menurut kamus daring merriam-webster.com, nilai setana adalah nilai pengapian dari bahan bakar Diesel yang merepresentasikan persentasi dari volume setana dalam campuran methylnaphthalene. Secara lebih sedernaha, nomor setana adalah ukuran yang menujukkan kualitas dari bahan bakar mesin Diesel.

Baik setana maupun oktan sama-sama mengukur kecenderungan bahan bakar untuk menyala secara spontan. Namun bedanya, semakin tinggi angka setana, maka ia akan lebih mudah terbakar dalam kompresi. Sebaliknya, semakin tinggi angka oktan, maka ia menunjukkan bahwa bahan bakar tersebut lebih sulit terbakar jika dikompresi.

Implikasinya, jika bahan bakar semakin mudah dikompresi, maka ketukan pada mesin Diesel akan berkurang, dan suaranya pun bisa lebih halus. Mobil pun bisa berjalan lebih lancar dan tenang. CN sendiri biasanya berkisar di antara 40 sampa 55.

Sementara pada mesin bensin, semakin tinggi angka oktan, maka bensin akan semakin sulit untuk “terbakar prematur”. Mesin yang membakar bensin secara prematur akan menyebabkan gejala “ngelitik” atau knocking.

Di Eropa, pada 1994 ditetapkan angka minimal CN adalah 38. Kemudian ditingkatkan lagi jadi 40 pada 2000. Angka ini semakin meningkat seiring semakin ketatnya regulasi emisi, atau yang dikenal sebagai standar emisi Euro.

Sementara di Indonesia, bahan bakar untuk mesin Diesel yang disediakan Pertamina ada tiga, Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex. Solar punya CN sebesar 48, sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing ada di angka 51 dan 53.

Advertisements
%d bloggers like this: