Apa Pendapat Anda Saat mendapati ABG Naik Motor Kayak Gini? | Bonsaibiker

Apa Pendapat Anda Saat mendapati ABG Naik Motor Kayak Gini?

cewek Naik Motor Bertiga Tanpa Helm

cewek Naik Motor Bertiga Tanpa Helm

Masbro sekalian, di warung bonsai ini, yakin agan sekalian beberapa kali menemukan kasus kecelakaan yang melibatkan pengendara di bawah umur. Khusunya untuk pengguna sepeda motor. Ya, dilihat dari realitas kehidupan sehari-hari, kita bisa tahu bahwa hal ini terjadi dalam banyak bentuk, mulai dari banyaknya bentuk pelanggaran yang sering dilakukan di jalan raya, hingga penggunaan perlengkapan berkendara yang kurang atau tidak sesuai. Bahkan hal ini ditunjang dengan sikap dan prilaku yang sudah menyalahi aturan, mulai dari tidak mau taat aturan lalulintas, misalnya terobos lampu merah, boncengan bertiga, hingga malas pake helm, dan bahkan suka bercanda saat riding. Parahnya lagi sudah sampai menggangu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan lain.

Jusri Pulubuhu, Training Director sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), menyampaikan bahwa kondisi pelanggaran saat ini sudah sangat kronis. Hal ini menurutnya terjadi kerena ada efek pembiaran dulunya, yang lanjut menjadi budaya yang salah. Pelanggaran lalu lintas banyak bentuknya, bukan sekadar menerobos lampu merah atau lawan arah, cara berkendara dan atribut yang tidak sesuai juga sudah termasuk. Apalagi ditambah permisifnya orang tua pada anak di bawah umur untuk mengendarai motor. Tengok saja misalkan fotodi bawah ini:

diskusi-anak-di-bawah-umur-naik-motor

diskusi-anak-di-bawah-umur-naik-motor

Atau lihat di bawah ini, bahwa ada emak-eman naik motor pakai aksesori tambahan payung, sepintas mengamankan diri dari hujan namun dari sisi lain, membahayakan:

ibu-ibu riding pake payung

ibu-ibu riding pake payung

Masih menurut Jusri, jelas ini adalah bentuk dari penggunaan aksesori yang sebenarnya berbahaya bahwa itu bahaya buat diri sendiri da juga  orang lain. Selanjutnya, banyak sekalai yang tidak etis dilakukan di halan raya,mulai dari cara berkendara yang tidak ada etika, sampai kebiasaan buruk, seperti membawa anak kecil sembarangan dan berkendara sambil memegang ponsel.

Data World Health Organization (WHO), menunjukkan bahwa tingginya angka kematian akibat kecelakaan sudah makin kritis, naik-makin naik tiapwaktu. Tahin 2015, ada 1,25 juta orang meninggal per tahun, dengan rincian satu orang meninggal setiap 25 detik di seluruh dunia, hal ini diklaim makin meningkat setiap harinya. Nah, angka ini bisa dibilang lebih tinggi dari HIV atau pembunuhan. Nah, ini jelas menjadi peringatab bear bagikita.

Advertisements
%d bloggers like this: