CB150R Pake Ban Lebar ditilang Rp. 250 di Lampung | Bonsaibiker

CB150R Pake Ban Lebar ditilang Rp. 250 di Lampung

CB150R Pake Ban Lebar ditilang Rp. 250

CB150R Pake Ban Lebar ditilang Rp. 250

Pagi mas bro, ada sebuah share berita dari mas bro محمد نل ذو ذلفن Sebuah pengakuan dari mas bro Nico Rizky digroup ‎Honda CB150R StreetFire Lovers 17 hrs tentang pengalamannya di tilangpolisi gara-gara CB150R kesayangannya menggunakan ban lebar lalu ditilang250 rebu rupiah,berikut statmennya:

“Ban gedi opo kena tilang bro? Baru ditilang bayar 250, polisi dancok

Ini screenshotnya gan:

ban lebar ditilang di lampung

ban lebar ditilang di lampung

Nah, kejadian ini kabarnya di Lampun gan, tepatnya di Bandar Lampung. Berikut beberapa komentar netizen:

  • Ahmad Doank : Laporkan aja ke pihak atasan..
    Catet nama dan jabatannya apa..terus dinas dimana..
  • Muhammad Syafiq Awabin : Hahahaa aturan biarin aja bawa motor nya ckckckc . Ntr kn yg malu polisi nya sndiri. Lampung nya mana mas
  • Fredy Julianto Putra Perdana : alah akal akalannya siijo aja itu, ane aman aman aja
    kecuali ban cacing baru kena tilang
  • Suhendra Ard Nehus : Aku org BDL mas.. emg gitu mas.. polisi kan ada beberapa yg cari uang haram sekarang.. ngisin ngisini job e dewe.. sing tabah yo mas..

Nah coba yauk kita lihat pasalnya dari hukum online:

Ya, ini berkaitan dengan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. Hal ini diatur dalam Pasal 48 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”), statmennya adalah bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Lebih spesifiknya hal ini diatur dalam PP No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (“PP 55/2012”). Aturan mengenai roda atau ban antara lain diatur Pasal 68 PP 55/2012 yang mengatur bahwa kincup roda depan dengan batas toleransi lebih kurang 5 milimeter per meter (mm/m), serta ketentuan Pasal 73 PP 55/2012 yang menyatakan bahwa kedalaman alur ban tidak boleh kurang dari 1 millimeter.

Tentang ukuran ban ini menyangkut diameter dan lebar telapak, tidak disebutkan dalam PP 55/2012. Akan tetapi, terdapat ketentuan Pasal 16 ayat (3) dan ayat (4) PP 55/2012. Yang nyangkut dengan hal ini adalah pasal berikut:

(3) Ban bertekanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus memiliki adhesi yang cukup, baik pada jalan kering maupun jalan basah.

(4) Pelek dan ban bertekanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang digunakan pada Kendaraan Bermotor harus memiliki ukuran dan kemampuan yang disesuaikan dengan JBB atau JBKB

JBB = berat maksimum Kendaraan Bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangannya (Pasal 1 angka 16 PP 55/2012). JBKB = berat maksimum rangkaian Kendaraan Bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangannya (Pasal 1 angka 17 PP 55/2012).

Nah, kabarnya ukuran ban terlalu kecil atau terlalu besar pastinya dikatakan tidak sesuai dengan ukuran produksi aslinya,atau tidak standart. Ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kinerja dari sistem rem karena memiliki kemampuan yang tidak sesuai dengan JBB atau JBKB. Nah di sinilah peluang tilang itu terjadi.

 

Sebetulnya pelanggaran lalu lintas yang dapat ditindak hanyalah mengenai kedalaman alur ban berdasarkan Pasal 285 ayat (1) UU LLAJ:

“Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Nah, setidaknyakita bisa mengambil kesimpulan bahwa polisi hanya dapat menindak soal kedalaman alur ban yang tidak boleh kurang dari 1 millimeter (Pasal 285 ayat [1] UU LLAJ jo Pasal 73 PP 55/2012). adapun masalah ukuran diameter dan lebar telapak yang tidak sesuai dengan keluaran pabrik, nampaknya gak ada tindakan tilang, tapiya ada baiknya penggunaan ban sepeda motor sesuai spesifikasi atau yang direkomendasikan pabrik/produsen demi menjaga keselamatan pengendaranya.

Nah, bagaimana menurut agan sekalian?

 

%d bloggers like this: