Yuli Peres Poto Hot Depan Masjid : Korban Trend Cabe-cabean atau Ekspresi Terpendam? | Bonsaibiker

Yuli Peres Poto Hot Depan Masjid : Korban Trend Cabe-cabean atau Ekspresi Terpendam?

yuli perez cabe-cabean magetan

yuli perez cabe-cabean magetan

Yuli Peres Poto Hot Depan Masjid : Korban Trend Cabe-cabean atau Ekspresi Terpendam? Coba kita ulas dikit mas bro tentang fenomena yang cukup memprihatinkan di kalangan anak muda khususnya remaja putri ini, bahwa belakangan ini lagi ngetrend cabe-cabean, poto seksi, lalu kemudian ada yang berlanjuta ke seronok dan tak sopan. Jelasnya foto layaknya model dengan berpose di dekat motor menjadi trend. Ada yang pakean biasa, lalu ada yang berdandan, ada yangsopan, ada yang seksi, dan bahkan ada yang seronok sampai buka baju atau menarik kaos keatas membiarkan area terlarang di ekspose layaknya yang dilakukan Yuli Perezbe berapa hari lalu yang mengantarkannya ke hotel prodeo seperti tertulis di link ini dan ini.

Apa sih Istilah Cabe-cabean?

Agan sekalian mingkin tahu istilah cheerleader, yakni pemandu sorak dalam suatu ajang kompetisi yang biasanya cewek, entah itu di kompetisi basket, base ball, dan sebagainy. Nah ternyata cheerleader yang awalnya dalam “kompetisi” resmi, ternyata belakangan di bawa ke ranah balapan liar-pun. Istilah “pemandu sorak” ini kemudian dipelesetin menjadi istilah “Chili Girl”. Istilah ini kemudian secara masif disematkan pada cewek motor dalam balapan liar, yakni bahwa salah-satu dari mereka ini kabarnya jadi ajang rebutan dalam balapan tersebut. Sepertilayaknya piala saja gan, siapa yang menang dalam balapan liar, maka dia berhak atas si Chaili Girlsaa  tersebut.

Selanjutnya karena pengaruh paham hedonis, biasanya hak atas piala ini yakni piala cabe-cabean berkelanjutan ke ranah sex, free sex, namun ada juga yang hanya sekedarnya tanpa kearah sex. Nah,dari sinilah akhirnya istilah Chili Girl bermetamorfosis menjadi istilah “Gadis CABE”.

cabe-cabean

cabe-cabean

Istilah ini sebenarnya berkembang dari 2 sisi:

  • Pertama bahwa istilah ini berkembang dari bahasa Inggris yakni chili Gril, yang artinya gadis cabe, kenapa disebut demikian, karena memang cabe warnanya merah. Dan faktanya cabe-cabean banyak yang menggunakan warna merah dalam aksinya.
  • Kedua, bahwa istilah ini ternyata merupakan sebuah akronim. Di lingkungan balap liar, menurut sumber dari mbah google, CABE adalah singkatan dari Cewek Alay Bahan Ew* yang artinya cewek abg yang bisa dipake untuk sex. Ada juga yang menyebut Cewek Abg Bisa dipakE, Cewek Abg bahan Betotan, Cewek Alay Bahan Ew*an, ada juga yang bialng kalo CaBe itu Cantik Bego dan sebagainya.

Kapan Cabe-cabean mulai tumbuh Subur?

Ngutip dari web Supriani, istilah ini telah lama digunakan namun hanya digunakan oleh orang-orang tertentu dan di awal tahun 2014 mulai muncul ke public. Kalau menelisik di dunia google, sejak tahun 2013 telah ada istilah cabe-cabean. S ebuah berita di tribunnews.com, pada tanggal 19 januari 2014 nongol dengan judul “Istilah “Cabe-cabean”. Artinya sejak 2013 istilah ini telah ada.

cabe-cabean-gangbang-medansatu

cabe-cabean-gangbang-medansatu

Seiring waktu berjalan, cabe-cabean terus berevolusi, dari yang semula hanya fotoseksi jadi lebih berani. Tahun 2016, medan san beritatu menurunkan berita cukup fulgar dengan judul “Parah banget usai digilir empat terong terongan cabe cabean medan ini malah selfie pamer dada”. Ya, kehidupanfree sexsudah menjadi kebiasaan, akhirnya membentuk sebuah kelompok tersendiri yang menopang gaya hidupcabe-cabean. Bahkan laguberjudul cabe-cabeanpun dirilis.

Nah di akhir tahun 2016-awal tahun 2017 banyak berkembang trend foto cewek cabe-cabean dengan latar belakang motor, lalu cabe-cabeannya foto dengan ngangkat kaos hingga bagian dadanya terlihat. Salah satu titik kulminasinya adalah yangdilakukan oleh Yuli Peres,gadis cabe-cabean asal Panekan Magetan yang berfoto di depan masjid agung Magetan. Ya foto seronok di depan masjid, si mbaknyapun dicokol polisi gan. Masuk hotel prodeo.

Kenapa Subur?

Satu pertanyaan cukup mengglitik ya gan, kok tumbuh subur? Ya memang ini didukung berbagai faktor, mulai dengan trend Sosmed, kurangnya pengetahuan agama, pendidikan yang belum bisa menyentuh, lalau pergaulan bebas, hingga kontrol orang tua yang masih kurang. So, musti kerja bareng untuk sekedar mluruskan yang begini gan.

Ya, katakan saja mereka ini korban peradaban yangterus berkembang, musti pintar-pintar orang tua, keluarga dan lingkungan menciptakan kebiasaan yang baik memang. Bahkan kalau perlu, pemerintah juga harus memberi langkah tegas dalam setiap menangani setiap bibit-bibit fenomena ini, namun ya harus memberi arahan penyaluran, gan, kan ini hobi yang terpendam ya musti disiapkan wadanya oleh pemerintah.

So, sekali lagi ini butuh kerja bareng, dari semua komponen. Kita anggap saja Yuli ini sedang khilaf, atau sedang dicoba, semoga ke depannya bisalebih baik dan membanggakan buat orang tuanya. Masih muda gan, 15 tahun.

Advertisements
%d bloggers like this: