Karo Penmas Divhumas Polri: Sedan Yang Diberondong Peluru Tidak Terdaftar di Samsat

Karo Penmas Divhumas Polri Sedan Yang Diberondong Peluru Tidak Terdaftar di Samsat
Karo Penmas Divhumas Polri Sedan Yang Diberondong Peluru Tidak Terdaftar di Samsat

Masih dari kasus penembakan mobil sedan yang kabur dari razia di  pertigaan Jalan Fatmawati Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Sumatera Selatan pada Selasa (18/4) pagi lalu gan. Dimana mobil ditumpangi sekeluarga terdiri dari lima orang dewasa dan seorang balita laki-laki berusia tiga tahun hinggaa satu diantaranya meninggal dan lainnya luka tembak, ternyata Karo Penmas Divhumas Polrimenyatakan bahwa setelah melakukan pengecekan Sedan Yang Diberondong Peluru Tidak Terdaftar di Samsat,

Secara tegas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto menyampaikan statmennya di web polri yakni Tribata, bahwa saat razia gabungan petugas menghentikan semua kendaraan yang melintas. Hanyasaja dalam kesempatan tersebut Pengemudi mobil sedan merk Honda City warna hitam Nopol BG 1488 ON yang berisikan 8 orang warga sipil dari arah Mesat seni menuju Bandara Silampari, ketika hendak di berhentikan mobil tidak mau berhenti dan mencoba menabrak anggota yang sedang melakukan razia. Berikut statmennya:

“Melihat gelagat yang tidak baik tersebut anggota mengambil inisiatif untuk mengejar. Setibanya di Jalan SMB II Kelurahan Margamulya ada anggota polres Lubuk Linggau yang mengejar dan melakukan penembakan peringatan ke atas udara sebanyak 3 x tembakan. Saat ini polisi masih mendalami tentang motif mengapa tidak berhenti dan melarikan diri saat dihentikan dalam razia. Hasil pengecekan ke samsat kendaraan tidak terdaftar.”

Berikut data korban dan luka yang dideritanya:

1 korban meninggal dunia 1 orang yang sempat dilarikan ke rumah sakit Sobirin.

Adapun identitas korban yang mengalami luka tembak berada di RS.Sobirin yaitu :

  1. Dewi Erlina (40) tertembak bahu kiri atas, alamat Dusun 4 Desa Blitar Muka Kec.Sindang Kelingi Kab.Rejang Lebong
  2. Novianti ( 30) Pundak kanan Irt Alamat Rt.09 Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau.
  3. Genta (2) tertembak kepala bagian samping kiri (tembes) anak dari ibu novianti.
  4.  Surini ( 54) Meninggal Dunia tertembak sebanyak 3 x bagian dada (Ortu Sdri.Dewi Erlina) alamat Dusun 4 Desa Blitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong.
  5. Indra (33) tertembak leher bagian depan (Kritis) (Adik kandung Sdri.Dewi Herlina) alamat Dusun 4 Desa Blitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong.
  6. 6. Diki (30) Supir tertembak bagian perut kiri. alamat Dusun 4 Desa Blitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong

Keterangan terakhir Korban Indra dievakuasi ke Rumah Sakit Palembang untuk pengobatan lebih lanjutl.

Advertisements

13 Comments

  1. Di acara 86 Net TV, pernah kan ngejar razia balap liar mobil kalau gasalah di Bandung, dan itu bisa ketangkap tanpa melakukan penembakan loh… ingattt mereka ngejar pembalapppppp……! tapi bisaa kena, itupun malam hari dimana lalu lintas tidak begitu ramai.. (silahkan lihat di youtube)
    .
    Kejadian penembakan yang menewaskan penumpang di Lubuk Linggau Timur tsb, tetap polisi yang salah. salah prosedur… walaupun si pengemudi juga salah karena kabur dari razia apapun alasannya.
    .
    aku nyimakk, hukuman apa yang bakal diberikan… apakah sampai ke penjara karena sampai menghilangkan nyawa seseorang dengan atau tanpa sengaja…
    .
    Salam satu aspal brather…
    http://adhikarta.net/cara-menghadapi-sales-nakal-yang-mempersulit-pembelian-motor-secara-cash/

        • Hahahahaha, acara 86 net tv itu settingan, pake tallent itu, udah di siapin kamera ikut kemana, polisi kemana, kasus apa, properti sewa dimana, lighting dapet gmn

          Gak logis banget acara jurnalistik kaya 86 dengan kondisi gelap, dengan minim cahaya, kok noise kecil, pasti pake sorot lampu sana sini biar di set iso rendah tuh, lagian lensa yg dipake buat syoting 86 tu lensa dof bisa luas, padahal kondisi malam, suara masuk, hahahaha

  2. ini kacau lah. jelas salah polisinya.

    nembakin senjata itu sakral banget, gak bisa gitu aja mau nangkep mobil.

    biasanya saya belain polisi, tapi untuk ini, nope.

  3. polri gampang aja ya nyari selamet(mobil tak terdaftar disamsat) padahal udah jelas” brondong pluru ke penumpang. mana ada alasan brondongan pluru mantul dari ban ke penumpang.emang bannya punya luffy one piece yang bisa mantul?

  4. walahh waalah waalaaaahhhh paakk paakk….. kasus nembak ya nembak aj, jangan ngeles gak terdaftar mobilnya di samsat,,,, kalau ntar yg punya mobil ngelihatin ke media ada stnk n bpkb.nya gmn? sudahlah jangan cari pembenar dengan alasan ini itu, yang sekarang wajib dilakukan adalah bagaimana proses hukum kepada si penembak,,,, inget, ni nyawa lhooo.. dan bagaimana tanggung jawab ke korban…. klo kendaraan itu g ad surat suratnya ya disita gak masalah, tapi kalau ruh udah lepas dr raga, emang bapak bisa balikin tu ruh.nya… mau beli dimana? atau cuma kasih uang santunan? 10M juga gak bakal bisa balikin orang tersayang kumpul ditengah keluarga…. kalau berani reformasi tu institusimu, dimata masyarakat udah paling jelek…. contohlah TNI yg mau ngereformasi institusinya…..

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin