Miris, Anak Autis Digebugin Ampek Berdarah-darah disangka Penculik Anak

Anak Autis Digebugin Ampek Berdarah-darah disangka Penculik Anak
Anak Autis Digebugin Ampek Berdarah-darah disangka Penculik Anak
Miris, Anak Autis Digebugin Ampek Berdarah-darah disangka Penculik Anak. Ya ini boleh jadi memang gara-gara kabar hoax yang menyebutkan maraknya penculikan anak, sampai-sampai banyak korbannya orang tak bersalah dihakimi. Setidaknya inilah yang terjadi di Malang. Ngutip dari Sigap88, kasus ini menimpa Rony Prastya Budi 24 Tahun yang beralamat  di Jalan Raya Genengan Kec Pakisaji, Kab Malang, pada hari Selasa  2 Mei 2017 sekitar pukul13.15 wib. Rony Penyandang berkebutuhan khusus atau disabelitas di duga warga sebagai pelaku penculikan anak babak belur di hajar massa, hingga harus dirawat intensif di IGD rumah sakit. Lha wong dugaan lum terbukti tapi dah digebugin.

“02 Mei 2017

•••••••••••••
di Peringati Sebagai Hari Pendidikan Nasional .
GURU , Menjadi Panutan dlm mengenyam ilmu di Sekolah .
Sudah tentu Demikian …

Beredar luas Kabar di Media Pada 02 Mei 2017 Terjadi di KebonAgung ,
Seorang Guru di bantu oleh Pihak Keamanan Sekolah ( Satpam )
sedang
” MENGATUR STRATEGI dgn Alat HT saat melakukan penyergapan kepada si Korban ”
( Bahasa yg di Kutip di TKP ) .
Mengambil Tindakan ” Preventif ” dalih Penculikan Anak yg berujung Salah Sasaran , FATAL !!!
Korban Rony , 22 Thn
yg Notabenenya adalah Penderita Autism ( Anak Berkebutuhan Khusus )
Korban pun BERDARAH-DARAH setelah di keroyok !!
GURU ,
Seharusnya sebagai Penenang bukan Pengatur STRATEGI
& ini Bukan sedang PERANG , Pak Guru …

* KEADILAN HARUS di TEGAKKAN !!!

 

Kasus ini kemudian mencuat ramai ke permukaan, sehingga Lembaga Bantuan Hukum(LBH) Mahardika dan relawan tergugah atas kasus yang menimpa bocah autis ini. KLBH Mahardika bersama rekan relawan menelusuri kasus tersebut. Mereka kemudian mendatangi Polsek Pakisaji Rabu kemarin (03/05 /2017) langsung bertemu Kapolsek Pakisaji Suyoto. Dari sini merek mendapatkan jawaban bahwa kasus tersebut sudah di limpahkan ke polres ke bagian PPA, karena kasus itu bukan kewenangan dari Polsek Pakisaji,namun Polsek Pakisaji hanya penanganan awal saja.

Di sini diketahui bahwa kedua belah pihak baik orang tua anak, maupun warga sudah sepakat tidak memperkarakan hal tersebut dan juga sudah mencabut berkas laporannya.

Namun pendiri LBH Mahardika menyatakan bahwa orang minta maaf memang harus di maafkan dalam hal ini pelaku memeinta maaf pada keluarga korban, namun biarlah hukum tetap berlanjut. Ada keprihtina di sini bahwa Rony penyandang berkebutuhan khusus yang harus ekstra dalam kesehariannya, nggrawat aja susah, ini malah dihajar.

Nah kini Rony di rawat di rumah sakit Wafa Kepanjen di ruang 304,kabupaten Malang. Nampak sekali bahwa saat di kunjungi tim, ia tampak trauma dan berteriak teriak, ibu jumaiyah mengutarakan apa yang dikeluhkan Rony saat ini. Menurut ibunya anak ini trauma berat, harus operasi hidung dan rahangnya karena tidak bisa makan,dan matanya bengkak terbalut perban. Ibu ini bingung kenapa warga begitu tega memukuli anaknya.

Advertisements
Advertisements

4 Comments

  1. Tenang setiap perbuatan ada balasannya, ntar yg mukulin, anaknya dipukulin juga dan itu pasti

  2. Anaknya para pelaku terutama si guru akan dihajar org lain bahkan mungkin dihajar truk!!!

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin