Gimana Perasaan Anda Saat Riding Tiba-tiba Disemprot Asap Hitam Truk Gini?

Gimana Perasaan Anda Saat Riding Tiba-tiba Disemprot Asap Hitam Truk Gini
Gimana Perasaan Anda Saat Riding Tiba-tiba Disemprot Asap Hitam Truk Gini

Gimana Perasaan Anda Saat Riding Tiba-tiba Disemprot Asap Hitam Truk Gini? Ya, pastinya dalam bahasa jawanya “plepeken” gan ibarat disuapin asap item gan yang di dalamnya mengandung Karbondioksida atau CO2 dan karbon monoksida atau CO. Ya kalau karbon dioksida masih mending, biasanya kalau pembakaran tidak sempurna malah mengeluarkan karbon Monoksida atau CO yang sangat berbahaya bagi kita kalau terhirup dalam jumlah banyak.

Negara berkembang biasnya sangat longgar dalam mengawasi emisi gas buang, sementara negara-negara maju cenderung memiliki pengawasan standar emisi gas buang kendaraan yang ketat. Di negara maju ada 5 unsur dalam gas buang kendaraan yang akan diukur yaitu senyawa HC, CO, CO2, O2 dan senyawa NOx. Sedangkan pada negara-negara berkembang standar emisinya tidak terlalu ketat, hanya mengukur 4 unsur dalam gas buang yaitu senyawa HC, CO, CO2 dan O2.

Btw liat dulu gan vidionya ini!

Nah berikut ini perlu disimak tentang CO2 dan CO yang sering keluar dari moncong knalpot Kendaraan Bermotor:

1.CO2
Karbon dioksida berasal dari pembakaran sempurna hidrokarbon di dalamnya termasuk minyak bumi dan gas alam. Sebenarnya gas karbon dioksida tidak berbahaya bagi manusia. Namun, kenaikan kadar CO2 di udara telah mengakibatkan peningkatan suhu di permukaan bumi. Fenomena inilah yang disebut efek rumah kaca (green house effect).

Efek rumah kaca merupakan peristiwa di alam ketika sinar matahari nembus atap kaca, tetapi sinar infra merah yang dipantulkan tidak bisa menembusnya. Sinar matahari yang tidak bisa keluar itu tetap terperangkap di dalam rumah kaca dan mengakibatkan suhu di dalam rumah kaca meningkat. Seperti itu pula karbon dioksida di udaraa, ia dapat dilewati sinar ultraungu dan sinar tampak, tetapi menahan sinar inframerah yang dipantulkan dari bumi. Akibatnya suhu dipermukaan bumi naik jika kadar CO2 di udara naik.

  1. Sumber: semua sumber pembakaran;
  2. Membahayakan kesehatan pada > 5000 ppm lebih dari 2 – 8 jam,
  3. Level di atmosfer meningkat dari 280 ppm (sebelum jaman industri) hingga > 350 ppm (1990an),
  4. Terjadi percepatan laju.
  5. Meskipun diinginkan CO2 merupakan gas rumah kaca. Bersama gas rumah kaca lain seperti metana, CO2 menyerap radiasi inframerah yang dipantulkan bumi, sehingga meningkatkan energi yang terdeposit di bumi oleh matahari dan meningkatkan temperatur atmosfer.
  6. Emisi CO2 menjadi issue global, terutama setelah Kyoto Protocol 1997.

2.CO
Gas karbon monoksida berasal dari pembakaran tak sempurna bahan bakar dalam kendaraan bermotor. Gas buang hasil pembakaran bensin dari kendaraan bermotor mengandung 10.000 sampai 40.000 ppm CO. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, oleh karena itu, kehadirannya tidak segera diketahui. Gas itu bersifat racun, dapat menimbulkan rasa sakit pada mata, saluran pernafasan, dan paru-paru. Bila masuk ke dalam darah melalui pernafasan, CO bereaksi dengan hemoglobin dalam darah membentuk COHb (karboksihemoglobin) dengan reaksi sebagai berikut :
CO + Hb  COHb
Dalam dunia kesehatan dipaparkan bahwa hemoglobin dalam darah seharusnya bereaksi dengan oksigen menjadi O2Hb (oksihemoglobin) dan membawa oksigen yang diperlukan ke sel-sel jaringan tubuh dengan reaksi sebagai berikut : O2 + Hb  O2Hb. Nah ketika Ikatan CO dengan Hb lebih kuat dibanding O2 dengan Hb sehingga menghalangi fungsi vital Hb untuk membawa oksigen bagi tubuh, yang berakibat tubuh kekurangan oksigen sehingga menimbulkan rasa sakit kepala dan gangguan pernafasan bahkan kematian. Ngeri kan gan.

Nah ini yang perlu kita ketahui bahayanya ketika menghirup Karbon Monoksida:

  1. Menghambat pasokan oksigen untuk tubuh : Afinitas karbon monoksida (CO) dengan hemoglobin (Hb) 200 kali lebih cepat dari pada afinitas oksigen (O2) dengan hemoglobin (Hb). Proses ini akan membentuk karboksihemoglobin (COHb). Reaksi ini yang menghambat pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Jantung dan otak merupakan organ yang butuh oksigen dalam jumlah yang cukup.
  2. Mengganggu fungsi saraf : Ketika kadar COHb dalam darah berkisar 2-5% akan mengganggu fungsi saraf sentral, mengganggu fungsi indra tubuh, dan penglihatan akan kabur.
  3. Mengganggu fungsi jantung : Fungsi jantung akan mengalami perubahan ketika kadar COHb >5%. Tubuh juga mengalami gangguan pulmonary atau paru-paru.
  4. Dalam jumlah banyak : Seseorang yang mengalami keracunan CO dengan kadar tinggi dapat tidak sadarkan diri, lemas, mual, pusing, dan juga sesak napas. Lebih dari itu dapat mengalami kematian.

Nah ini peringatan bagi kita untuk menjauhi moncong knalpot mobil mobil besar yang esmisi gas buangnya belum terkontrol gan, bahaya bagi tubuh kita. Hanya sajaada yang lebih berbahaya lagi, yakni karbon monoksida yang tak terlihat, mm, ngeri.

Advertisements
Advertisements

7 Comments

  1. Yang jelas riding siapkan masker,bukan cuma truk yg asapnya ngebul,kadang truk ayam juga ngeselin baunya

  2. 🙂 pernah liat mobil pick up bawa karung2 entah berisi apa, yg jelas udah bau dan ada belatungnya keluar2 gitu. yang ngeh pada jaga jarak, nah yg nggak ngeh, main selip2 aja dan berenti disampingnya, pas kejebak lampu merah lagi (buah batu bandung, tahu sendiri). Ketawa2 kasian ngeliat orang mau muntah2 terus 😀

  3. Pernah tu pas bis damri belom peremajaan. Begitu lampu ijo langsung nyembur kaya tinta cumi. Pedagang asongan sama pengamen ngehindar semua, motor sama angkot jaga jarak 50m

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin