Ngintip Sisi-sisi Indahnya Kerukunan Beragama di Bali Ini

Indahnya Kerukunan Beragama di Bali Ini
Indahnya Kerukunan Beragama di Bali Ini

Mungkin belakangan ini agan sekalian merasakan bahwa tensi politik di negeri ini memanas hingga merembet ke sendi-sendi Agama. Ya betapa tidak, kasus pilgub Jakarta, sangat menyedot perhatian banyak masyarakat Indonesia hingga membawa nama Agama. Padahal ya yang milih tetep orang-Jakarta doang, namun tensi panasnya politik meluber dan dirasakan juga oleh orang-orang luar jakarta. Ada kecerobohan statmen, lalu memicu reaksi, kemudian ada juga yang memancing di air keruh. Semuanya berbaur secara rancu dan menjadi isu panas di negeri ini.

Kalau James Bons memandang ini masalah politik belaka, lha kok? Satu kasus kecil bisa kita jadikan contoh, banyak teriak-teriak China kafir, dalam kasus Ahok ini. Lha belakangan Hari Tanu merapat ke kubu Anies kan gan, gak ada yang neriakin dia, dulu ketika dia ke pesantren mesra dengan Agil Siroj banyak yang teriak, ini dia masalah politik gan. Kalau kita tetap pada ego, pastinya hawa akan terasa panas terus. Jadi ya tetep aja, apapun partainya ya namanya Indonesia ini heterogen, ada Jawa, batak, madura, Bugis, Papua, China dan sebagainya, pastinya Bhineka Tunggal Ika. Ada Islam, Kristen, Hindu, Buda, atau lainnya.

Di Sosmed, tetep saja saling ngyinyir antar agama, bahkan satu agama hanya beda aliran sering saling serang dan debat kusir. Ya, kalau James Bons terus terang lelah gan dengan hal semacam itu, buka FB isinya hal-hal seperti ini, buka twitter juga sama, di WA apalagi.

Nah, di tengah situasi panas yang seperti ini, ada juga ternyata pemandangan menyejukkan walau ini adalah dari peristiwa duka. Seorang Muslim di Bali meninggal, lalu dibawa ke makam diiringi secara bersamaan oleh umat Islam dan umat Hindu, terlihat rukun guyub dan natural, tak dibikin-bikin. Kejadian ini dishare oleh rekan James Bons yang beragama Hindu dari Bali yakni pak Wayan dengan kirimannya berikut:

“Pak Bons… Ada yang unik niii… Semoga menginspirasi persaudaraan dan saling menghormati untuk seluruh Indonesia… Hindu Bali membaur dgn Muslim katanya photo ini di ambil di desa adat Tuban, berarti sekitaran airport Ngurah Rai…

Ya, kita bukan hendak mengatakan Bali semuanya rukun, tak ada konflik, ya namanya konflik, dimanapun ada gan, oknum dimanapun ada. Namun satu pemandangan menyejukkan ini kini datang dari Bali, yang masyarakatnya kebanyakan Hindu, patut kita apresiasi. Selanjutnya ya semoga ini bisa menginspirasi banyak pihak untuk selalu rukun dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama, sesuai keyakinan masing-masing.

Semoga pula para elite politik tidak ceroboh dalam mengeluarkan statmen sehingga memcu reaksi luar biasa, demikian juga kita masyarakat awam, semoga juga tidak gampang terpropokasi dengan pancingan politik yang berbau agama, atau yang memanfaatkan isu agama.

Kalau dipelajari lebih jauh tentang kultur masyarakat yang kalau tidak salah menurut Kuntowijyo, bahwa dalam tingkatan susunan masyarakat itu ada 3 tinkatan, yakni :

  • Masyarakat mistis, yakani yang masih mempercayai mistis sebagai hal yang paling diagungkan dan ditaati.
  • Masyarakat idiologi, yakni masyarakat yang menempatkan idiologi di atas segalanya.
  • Masyarakat logis, yakni yang menempatkan logika sebagai patokan untuk berpikir dan bertindak.

Di sini banyak pengamat menggolongkan bahwa Indonesai adalah masyarakat Idiologis, makanya ketika terjadi pergumulan politik, ya mau nggak mau harus menyeret agama dalam urusan partai, karena ini menjadi semacem lo cost high impact bagi para aktor politik. Masyarakat idiologis akan mudah digerakkan dengan mengatasnamakan Idiologi atau agama. Berbeda dengan masyarakat logis, yang meski ia beragama, tapi kalau digerakkan dengan atas nama agama, ya akan susah kecuali cara menggerakkannya dengan term-term yang logis.

MKembawa partai ke dalam agama sih sah-sah aja, bahkan terkadang memang diperlukan untuk pengembangan agama, dengan tujuan membangun dan membesarkan agama, atau dalam Islam dengan tujuan berdakwah. Namun ketiaka hal ini justru membawa perpecahan, ya ini yang musti kita waspadai.

Ya, endingnya James Bons hanya berharap, semoga para politikus sadar betul dengan hal hal ini, bahwa dunia politik ada baiknya tidak menyeret-nyeret agama sehingga tercipta konflik frontal seperti sekarang ini. Kayaknya gak ada akhirnya, terus tiap hari kita disuapi dengan ujaran kebencian yang membuat kita cukup jemu untuk membuka facebook.

Komentar James Bons yak gambar di atas adalah pemandangan sejuk mesti dari sebuah duka yang membawa hikmah dalam kerukunan beragama di tengah panasnya tensi politik bangsa Indonesia.

Advertisements
Advertisements

4 Comments

  1. Tensi memanas gara” ulah satu orang aja yang sampe divonis penjara ditangisin dimana mana

  2. Nah, semoga aja ini dibali bukan oknum yg kaya gini. Soalnya dulu pas nyepi, ada muslim berangkat jumatan naik sepeda yg notabenenya gak ada suaranya aja sampe di gebukin

    Beda kalo umat muslim yg gebukin, pasti di blow up abis abisan, kalo yang non muslim atau bahasa halusnya dan sopanya itu kafir (arti kafir itu menutup diri dari islam bukan makian) yg gebukin muslim yg udah cukup toleransi, malah disembunyikan

    Ngah ngah ngah

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin