Penjelasan Polisi Terkait Insiden Terduga Pencuri Ampli Musala Yang Tewas Dihajar Massa

Penjelasan Polisi Terkait Insiden Terduga Pencuri Ampli Musala Yang Tewas Dihajar Massa
Penjelasan Polisi Terkait Insiden Terduga Pencuri Ampli Musala Yang Tewas Dihajar Massa

Penjelasan Polisi Terkait Insiden Terduga Pencuri Ampli Musala Yang Tewas Dihajar Massa. Ya. dalam artikel lalu di link INI,  James Bons tulis tentang seorang terduga maling ampli di sebuah mushalla. Kabar awal menyatakan bahwa memang pria ini nyolong ampli sehingga mengundang marah warga. Lalu kemudian, di fab ramai share bahwa pria ini sebenarnya tukang ampli yang mampir shalat lalu disangka nyolong ampli dan dibakar warga. Nah, namanya kasus sriminal, tentunya yang paling berkompeten dan berwenang tentunya pasti lembaga kepolisian. Nah kita simak saja kabar dari kepolisian yang telah dishare ramai oleh media gan.

Yup, menurut Polisi, insiden pemukulan dan pembakaran seorang warga yang diduga melakukan pencurian amplifier di mushola Al Hidayah, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memang terduga pencuri. Kasat Reskrim Polres Kabupaten Bekasi AKBP Rizal Marito menyampaikan memang disinyalir warga tersebut benar telah melakukan pencurian. Hal ini diperkuat dengan Laporan penjaga mesjid, lalu barang buktinya ada, saksi-saksinya juga ada, sementara tersangkanya itulah yang meninggal.

Nah, hal ini menjawab menjawab isu di medsos yang menyebutkan korban adalah korban salah sasaran. Memang awalnya berhembus kabar korban sebetulnya membawa ampli sendiri lalu terlanjur dihajar massa. MA tewas dibakar massa di Kampung Muara Bakti RT 012/07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (1/8/2017) sore lalu. Selanjutnya petugas kepoliskan membawa jenazahnya ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk diautopsi.

Menurut pak Rizal ini, menurut laporan penjaga masjid, warga yang diduga pelaku sempat solat di mushola Al Hidayah, pas yang sholat ini pergi amplifier itu nggak ada, dia dikejar, ternyata amplifier itu ada di dia, makanya diteriakin maling posisinya ada di Pasar, muara Bekasi. Selanjutnya sebab panik diteriaki warga, terduga ini  yang ketika itu sedang membawa amplifier, turun dari motor, dan langsung menceburkan diri ke sungai. Naas gan, warga sudah menunggunya di seberang sungai. Dan selanjutnya terjadilah peristiwa itu gan.

Namun begitu gan, walau korban memang pelaku pencurian, tetep saja menurut pak polisi ini, ia tetap sangat menyesalkan peristiwa main hakim sendiri yang dilakukan warga. Pak Rizal ini dalam kesempatan teersebut, yakni ketika ditanya wartawan, menyayangkan informasi yang beredar di media sosial itu tidak dikonfirmasi terlebih dahulu kepada piohak kepolisian.

Polisi kini terus melakukan penyidikan atas kasus tersebut. Jadi meski MA diduga adalah pelaku pidana pencurian, aksi main hakim sendiri dari warga hingga menghilangkan nyawa seseorang adalah tidak dapat dibenarkan alias melanggar hukum. Makanya selain menyelidiki kasus dugaan pencurian yang dilakukan MA, pihak Polres Metro Bekasi dan polsek setempat juga menyelidiki kasus pengeroyokan hingga menghilangkan nyawa MA.

 

Advertisements
Advertisements

9 Comments

  1. ngeri banget okeh wong tapi ra ono sing wani bertindak.,, yen wes koyo ngono wes ga bisa make omongan. sadis nian ckckck

  2. Woy masyarakat, kae loh duit mu di curi sama stenov cs kok malah meneng tok, mbok bakar sekalian biar josss..

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin