Ternyata Mobil Listrik Berdampak Lebih Berbahaya Untuk Lingkungan, Benarkah itu?

Ternyata Mobil Listrik Berdampak Lebih Berbahaya Untuk Lingkungan, Benarkah itu?
Ternyata Mobil Listrik Berdampak Lebih Berbahaya Untuk Lingkungan, Benarkah itu?

Pemerintah di negara-negara maju seperti Eropa Barat atau Amerika Utara terus mendorong pabrikan otomotif menciptakan mobil listrik. Tapi ternyata, Tiongkok lah negara yang memimpin pengalihan dari mesin konvensional ke penggerak listrik.

Firma konsultan AlixPartners, awal pekan ini, melansir dokumen bernama Automotive-Electrification Index. Satuan dari hitung-hitungan ini dinamakan e-range, hasil kali dari jumlah kendaraan listrik yang terjual dengan rangkaian listrik dari kendaraan tersebut.

Di kuartal kedua tahun ini, di wilayah Greater China (termasuk Cina, Hong Kong, dan Taiwan) mobil listrik e-range-nya sampai 14 juta mil. Sebagai gambaran, e-range Eropa 7,83 juta mil, dan Amerika Utara 6,15 juta mil.

Sementara negara maju di Asia seperti Jepang dan Korea, jika dikalkulasikan tidak sampai 1,3 juta mil.

Yang luar biasa dari Tiongkok adalah bahwa mereka berkembang sangat pesat. Pada kuartal pertama 2013, misalnya, di Tiongkok mobil listriknya hanya 223.700 mil. Ini menunjukkan bahwa industri mobil listrik negara dengan populasi terbesar di dunia itu “meledak” sejak saat itu.

Satu merek yang memimpin perlombaan mobil listrik di Tiongkok adalah Tesla. Mereka menjual mobil 6,61 juta mil. Sementara merek lokal seperti BTD Auto, BAIC, Zhejiang Geely, Ninghai Zhidou, dan Anhui Jianghuai bisa menempati posisi sepuluh besar.

Tapi, meski terlihat prospektif sebagai tren yang ramah terhadap lingkungan, namun sebenarnya tidak sesederhana itu. Bloomberg, memberikan catatan kritis bahwa meski Tiongkok menjadi negara dengan populasi mobil listrik terbanyak, namun mereka masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil untuk mengoperasikan pabrik-pabrik mobil listrik ini.

“Produksi dan eksploitasi kendaraan listrik di Tiongkok justru menghasilkan lebih banyak gas rumah kaca dan mengkonsumsi lebih banyak energi secara keseluruhan. Pembuatan baterai dan pengoperasian kendaraan menghasilkan lebih banyak polusi dibanding tempat lain,” demikian catatannya.

Dikutip dari Carscoops

Advertisements

Be the first to comment

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin