Mobil Pengiring Anies Bener-bener Ketilang Apa Fitnah, Ataukah Bagian dari Dagelan Politik?

mobil pengiring anies ditilang di puncak
mobil pengiring anies ditilang di puncak

Bonsaibiker.com – Mas bro sekalian, dalam artikel lalu James Bons tulis artikel tentang Tujuh Mobil Pengawal Anies Ditilang Pasca Langgar Aturan Satu Arah di Puncak. Ya awalnya James Bons ya hanya nulis aja, wong namanya kasus tilang kang biasa aja dan bisa menimpa siapa aja. Selanjutnya ternyata banyak yang komen, ada yang ndukung artikel ada yang membully artikelnya, dibilang fitah, hoax dan sebagainya. James Bons belakangan baru nyadar bahwa artikel ini menyangkut Gubebrnur Jakarta, Anies Baswedan, ya mau ak mau menyangkut politik gan. James Bons memang gak hobi politik, dan gak ngerti-ngerti amat masalah politik, bikin artikelpun juga gak nyadar kalau itu wilayah politik. Ya efeknya jadi rame, aihihihihi. Nah kemudian setelah ramai, lihat sana-sini berbagai sumber, lalu dalam hati James Bons bertanya, Mobil Pengiring Anies Bener-bener Ketilang Apa Fitnah  Ataukah Bagian dari Dagelan Politik Belaka?

Yup. di awal kejadian banyak sekalia media yang menshare kejadian itu. Sementara itu pada awalnya Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama mengatakan pihaknya menilang tujuh mobil pengawal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerobos sistem oneway Kendaraan tersebut ditindak karena melambung dan melawan arus saat berlaku satu arah atau one way jalur Puncak. Nah ini kan statmen juga gak ngasal, dari Kasat Lantas gan, dan dikutip banyak media, ya gak mungkin kalau beritanya hoax.

Lalu media lain malah menshare vidio kejadiannya sebagai berikut:

Selang berapa lama ternyata ada konfirmasi dari Wakadishub DKI Bantah Yang Ditilang Mobil Pengawal Anies. Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, yakni pak Sigit Wijatmoko mengaku kendaraan yang ditindak Satlantas Polres Bogor karena dianggap melanggar aturan lalu lintas tersebut adalah bukan iring-iringan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Ia yakin menurut informasi yang didapatkan, kendaraan uang ditilang itu adalah kendaraan roda dua, jadi bukan mobil gan.

Berita ini terus menjadi heboh gan, karena meyentuh ranah politik, mediapun banyak menulis sehingga jadi tambah rame. Sementara Sigit menyampaikan bahwa Dinas Perhubungan DKI Jakarta terus melakukan konfirmasi terkait kebenaran penilangan tersebut. Sigit menyampaikan bahwa sejak 10 Oktober lalu pihaknya sudah berkirim surat untuk berkoordinasi dengan Polres Bogor terkait permintaan pengawalan VVIP sehubungan dengan acara Gubernur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta pada giat itu. Surat ditandatangi Kepala Dishub DKI, Andri Yansyah , tentang permohonan bantuan lintasan VVIP mengarah lokasi. Beirikut gan cekidot:

Penanganan lintasan VVIP ini menurut sigit juga dilakukan personel Satlantas Polres Bogor, kemudian Gubernur dan Wakil Gubernur serta peserta telah mengikuti sistem yang diterapkan Satlantas Polres Bogor.

Sementara itu Tim Komunikasi Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak menyampaikankonferensi pers terkait pemberitaan ini. Ia membantah ada penilangan ini. Berikut statmennya:

Terkait beredarnya kabar rombongan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kegiatan Tea Walk hari ini, berikut penjelasan kami:

1. Tidak benar adanya penilangan terhadap rangkaian Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan. Perjalanan dari gerbang tol Ciawi sudah dikawal oleh Polres Bogor dan Dishub Bogor. Baik menuju ke Gunung Mas, hingga turun kembali melewati Cibinong, Jawa Barat, rangkaian Gubernur masih dikawal oleh Dishub dan Kepolisian.

2. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan sudah bersurat kepada Pihak Kepolisian terkait kegiatan Tea Walk. Surat dengan nomor 5150/1.731-1 tertanggal 10 Oktober 2017 itu dibuat oleh Dinas Perhubungan dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah ditujukan kepada Kakorlantas Mabes Polri dengan perihal Permohonan Bantuan Perlintasan VVIP dan Pengaturan Lalu Lintas. Tak hanya itu, surat tembusan ke Polres Bogor juga telah dikirim dan diterima pada tanggal 12 Oktober atas nama Nurdin (surat dan bukti tanda terima terlampir).

3. Rombongan Gubernur sepenuhnya dipandu oleh petugas pengawalan dari Polres Bogor dan Dinas Perhubungan menuju jalur alternatif. Rute ditentukan oleh Patwal; termasuk saat melewati ruas jalan raya puncak sepanjang +/- 3 km menuju jalur alternatif, adalah mengikuti panduan Patwal Polres Bogor. Rombongan kemudian turun melalui jalur alternatif (bukan melalui jalur utama yang berlaku one way) hingga ke Kota Bogor melalui jalur alternatif tapos ciawi. Di bagian inilah terjadi miskomunikasi dari jajaran tim pengawalan.

4.Panitia kegiatan Soliditas dan Solidaritas Anggota Korpri Provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi baik dengan pengelola kawasan dan kepolisian terkait rencana kegiatan. Kepadatan di jalur Puncak pada akhir pekan memang kerap terjadi, ditambah dengan adanya beberapa titik perbaikan jalan.

5. Pihak penyelenggara rangkaian acara Korpri Provinsi DKI Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan di jalur menuju Puncak atau sebaliknya.

Demikian informasi ini disampaikan. Pemprov DKI berterima kasih atas koordinasi dan bantuan aparat Dishub dan Kepolisian Bogor dalam ikut mengawal rombongan Gubernur DKI. Pemprov DKI Jakarta juga memohon maaf kepada masyarakat atas polemik yang ditimbulkan dari situasi ini.

Tim Komunikasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta

Naufal Firman Yursak

Nah, mana nih yang benar? aihihih repot ya gan, sesuatu kalau dah nyangkutpolitik jadi rame, padahal perkara tilang. Btw kalau meurut James Bons ini hanya masalah misss komunikasi aja, lalu diblow media, jadinya runyam gini.

Advertisements
Advertisements

7 Comments

  1. Fix barisan caricarisme alias barisan gagal move on emang suka bikin hoax / fitnah..
    Metro tivu, detik, kompas.. media antek kapitalis semua

    • Teve yg terbukti bs dibayar sesuai pesanan klo menurut pengalaman saya ya TV Oon. Org hasil pemilu aja bs berbeda dengan teve2 laen. Memang sesuatu.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin