Dugaan Polisi Bahwa Rem Bus Tidak Normal lalu Terguling di Tanjakan Emen

Bus Terguling di Tanjakan Emen
Bus Terguling di Tanjakan Emen

Bonsaibiker.com – Ini masih dari Insiden Kecelakaan Maut Bus di Tanjakan Emen Subang yang menewaskan 27 orang penumpang dan mencederai belasan lainnya. Perkembangan terkini dari Kecelakaan Bus Terguling di Tanajakan Emen Subang ini, dari Dugaan Polisi Bahwa Rem Bus Tidak Normal lalu Terguling di Tanjakan Emen ini. CNN melansir bahwa Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jendral Royke Lumowa sejauh ini dari berbagai pertimbangan hasil penyidikan, telah mengambil dugaan sementara bahwa bus yang mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat lalu itu, sistem pengeremannya tak berfungsi dengan baik. Karena rem tak berfungsi normal maka Bus meluncur tak terkendali dan terguling sehingga menewaskan 26 penumpang plus 1 pengendara motor.

Baca kejadian awal di Tanjakan Emen ini:

Tanjakan Emen Makan Korban Lagi di Awal 2018, Bus Terbalik Nabrak Motro Belasan KorbanTerjepit

15 Orang Meninggal Dalam Kecelakaan Maut Tanjakan Emen, Diperkirakan Bertambah

Data Korban Bus Maut di tanjakan Emen : 25 Korban Meninggal, 8 Luka Berat, 10 Luka Ringan

Banyaknya Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen Karena Angker atau Attitude Berkendara?

Lebih lanjut pak polisi ini menyatakan bahwa aliran hidrolik rem itu harusnya ada dua selang. Hanyasaja yang ditemukan pada bus ini  hanya tinggal 1, dan bahkan sudah tercabut. pPenarikan kesimpulan akhir terkait penyebab insiden lakalantas bus ini menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA). Jadi petugas memeriksa secara detail segala sesuatunya yang berkaitan dengan penyebab kecelakaan. Hasil temuan sementara dari TAA selanjutnya bakal dikaji secara mendalam selama 2 hari kedepan. Hasilnya bakal dikombinasikan dengan pengumpulan barang bukti dan keterangan para saksi.

Sementara itu masih menurut Pak Royke ini, supir dan manajemen perusahaan bus berpotensi bisa dijadikan tersangka bila ditemukan human eror, atau kelalaian manusia di akhir kesimpulan.

Dalam kesempatan ini juga dikaji masalah lain yang bisa menyebabkan kecelakaan di Tanjakan Emen ini. Yaitu faktor geografis dan geometri jalan yang perlu diperbaiki. Jalan perlu direvitalisasi melalui perluasan jalan untuk dibentuk jalur penyelamat. Pak polisi ini meminta Perhutani dan Pemda setempat bisa melepas lahannya di sisi kiri jalan untuk perluasan jalan. Tujuannya untuk mempermudah jalur jalan bagi pengguna jalan sehingga bisa meminimalisir kecelakaan.

 

Advertisements

3 Comments

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin