Begal Sadi Nagis Gero-gero Saat Ditembak Polisi di Ponorogo

Begal Sadi Nagis Gero-gero Saat Ditembak Polisi di Ponorogo

Begal Ponorogo by bonsaibiker.com -mas bro  sekalian, sebuah kejadian yang kotras terkati begal di daerah Ponorogo, dimana si begal ini ketika beraksi garang dan kejam, sadis pada korbannya, tapi ketika ditangkap polisi kok mewek, kan kontras. Ya, Begal Sadi Nagis Gero-gero Saat Ditembak Polisi di Ponorogo. Dialah Diki Yudha Pratama (21) warga Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Dia adalah begal yang kabarnya tenar dengan sadisnya saat beraksi di wilayah Kabupaten Ponorogo. Ia selalu membawa golok dan tak segan-segan melukai korbannya. Dan sebaliknya saat  ditembak kakinya oleh polisi ternyata menangis gero-gero gan.

begal ponorogo
begal ponorogo

Penangkapan ini dilakukan oleh Unit Resmob Polres Ponorogo, pada Kamis (21/6/2018) sekitar pukul 13.30 WIB. Ketika itu dua begal telah melakukantindak pidana Begal yang disertai dengan kekerasan atau ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHP. Dua begal tersebut yaitu DIK alias Beluk (21 th) seperti tersebut diatas dan RIS alias Gendon (19 th) warga Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Keduanya ditangkap saat dua begal ini duduk konkow santai di warung bakso di Kecamatan Mojoagung,  Kabupaten Jombang, Jatim, Kamis (21/6/2018) sekitar pkl 12.30 WIB kemarin lusa.
DIK ini terpakasa harus dilumpuhkan dengan cara ditembak kakinya lantaran mencoba melarikan diri saat mau ditangkap. Nah saat dilumpuhkan dengan timah panas pada betis kaki kanannya, wajah garang Diki berubah drastis, jadi memelas dan menangis kencang alias “gero-gero”.
Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Darmawan ngutip dari GSInews, penangkapan ini bermula dari laporan warga. Bahwa pada 09 Juni 2018 sekitar pukul 23.00 WIB, lalu terjadi sebuah pembegalan oleh 2 tersangka ini. Korban ketika itu sedang naik sepeda motor bersama temannya melaju dari arah Paju menuju Alun-Alun Ponorogo, ketika sampai di depan Indomaret Jenes, korban dipepet dan diberhentikan dua tersangka menggunakan sepeda motor.
Tersangka ini ketika itu ngaku-ngaku jadi orang Wonogiri, selanjutnya tersangka pura-pura menanyakan sebuah alamat di kota ponorogo. Korban yang tak curiga menunjukkan alamat jalan yang dimaksud, dan mengantarkannya ke tempat yang dimaksud, yaitu lapangan Kodim untuk menemui temannya.  Nah, sesampainya di TKP, tersangka langsung meminta secara paksa barang barang korban, yaitu sepeda motor, HP dan kamera dengan ancaman menggunakan sebilah Golok.
Kamera dan hp berhasil dirampas oleh pelaku, adapun sepeda motor gagal dirampas lantaran korban berusaha mempertahankan diri.
Korban selanjutnya melaporkan ke Satreskrim Polres Ponorogo. Kemudian polisi menggali informasi dan melakukan penyidikan, hingga pada Rabu (20/6/2018) unit Resmob mendapat  informasi tentang keberadaan 2 tersangka begal ini ternyata sedang berada di sekitar Daerah Desa Kunjang, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Saat itu juga unit Resmob melakukan pengejaran. Hanyasaja hasilnya nihil, ketika itu tersangka tidak ditemukan. Lagi-lagi unit Resmob melakukan penyelidikan kembali dan akhirnya pada hari Kamis, 21 Juni 2018, pelaku berhasil diamankan di sebuah warung bakso di Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang.
Saat ditangkap, diamankan dari tersangka 1 buah Golok dan 1  buah kaos baru milik tersangka DIK. Kaos ini ternyata hasil dari penjualan Camera yang diambil. Kemudian juga turut diamankan satu buah Hp merk I chery warna merah, satu unit motor Vario 150 tahun 2017 warna hitam plu sebuah tas warna merah berisi pakaian tersangka.

4 Comments

  1. Tembaknya daging betis..harusnya tempurung lututnya…kalo pincang ga bakalan ngebegal lagi

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.