Pejuang Veteran dari Grobogan

Bonsaibiker.com – mas bro sekalian, sebuah potret kehidupan masyarakat yang amat sederhana yang dilakoni oleh seorang veteran dari Grobogan Jawa Tengah. Ya, Pejuang Veteran dari Grobogan ini Butuh Perhatian Pemerintah. Pasalnya layaknya sebagai vetera biasanya mendapatkan santunan dari pemerintah. Mustinya beliau bisa hidup lebih layak sebagai mantan pejuang kemerdekaan republik Indonesia di zaman merdeka ini.

Pejuang-Veteran-dari-Grobogan
Pejuang-Veteran-dari-Grobogan

Belaiaulah seorang kakek-kakek yang tinggal di Dsn. Krandon RT 04 RW 06, Ds Dapurno, Kec Wirosari, Kab. Grobogan Jateng. Hal ini viral lantaran seorang warganet memposting hal ini ke FB. Yaitu oleh akun Aini’e Irwan24 November pukul 21.32 yang menshare dari akun istagram sebagai berikut :

Assalamualaikum Pak @ganjar_pranowo.
Di Dsn Krandon RT 04 RW 06, Ds Dapurno, Kec Wirosari, Kab. Grobogan masih ada salah satu Pahlawan Kemerdekaan (veteran perang) yg belum tersentuh perhatian yg layak untuk seorang Pahlawan oleh Pemerintah.
Mohon di tindaklanjuti Bapak.

Terimakasih­čÖĆ

Source : https://www.instagram.com/p/B5PyAd0hhSy/?igshid=kkrxfe5txk5p

Mas bro, kakek ini bernama Ngadimin(77). Saat usianya yang sudah senja, pejuang yang ikut mempertahankan kemerdekaan RI ini ternyata menghabiskan sisa hidupnya di rumah sederhana. Kakek ini hidup sebagai seorang petani. Bahkan parahnya mas bro, anaknya sendiri pun gak ngeh kalau ternyata orang tuanya dahulunya merupakan seorang pejuang.

Yuliyanti, anak kedua Ngadimin, Senin(25/11/2019) menyampaikan bahwa ia gak ngeh, bila ternyata bapaknya mantan pejuang. Ia tahu justru dari anak-anak. Kakaknya pun juga baru tahu hal ini. Jadi mereka tahu terkait hal ini justru dari anak mereka. Sang kakek ternyata sering bercerita kepada para cucunya tersebut tentang masal allunya. Bahwa sang kakek adalah ternyata merupakan seorang pejuang yang pernah dikirim ke Pulau Seram, Ambon.

Piagam-veteran-grobogan
Piagam-veteran-grobogan
suran-Veteran
suran-Veteran
Veteran-Grobogan
Veteran-Grobogan

Yup mas bro, ketika anaknya bersih-bersih anaknya ini menemukan piagam-piagam penghargaan sebagai seorang pejuang. Piagam-piagam tersebut memang sudah berumur mas bro, makanya langsung diambil dan dilaminating.

Jadi mas bro, sejak pulang dari Ambon, kakek ini hidup biasa seperti warga yang lain, mengandalkan hideup dengan bertani. Mau lapor sebagai veteran, nampaknya malu mas bro, takut dianggap golek-golek (takut dikira minta-minta). Apalagi setelah itu ada pemberontakan PKI, kakek ini takut dianggap terlibat. Makanya akhirnya beliau diam saja. Kakek ini berharap ada perhatian dari pemerintah di sisa hidupnya.