Kisahku

Kisahku. Hobi tak jarang mendatangkan uang, namun hobi yang bagaimanakah yang bisa mendatangkan uang? Apakah sesuatu yang sering kita lakukan itu merupakan hobi? Hobi itu datang dari dalam hati atau karena tuntutan lingkungan atauah terpaksa melakukan suatu hal hingga tiap hari harus dilakukan maka apakai hal itu termasuk hobi?

Mensikapi beberapa pertanyaan yang timbul dalam diri seperti tersebut di atas mungkin ada sedikit seninya bila menyimak pengalaman hidupku ini:

Kisahku

Kisahku

Berawal dari aku yang merupakan anak petani miskin di lereng Gunung Lawu, yang berfikir untuk merubah hidup, karena kalau hanya dikampung kufikir akan sama saja dengan orang tuaku yang tiap hari hanya mencangkul di sawah sampai tua tanpa bisa merasakan kemaajuan peradaban yang telah kita capai. Aku ingin maju, ingin berpendidikan, ingin meraih cita-cita yang setinggi langit walau hanya bermodal Asa. Akhirnya kuputuskan pergi ke jakarta walau hanya bermodal baju di badan dan ongkos sekali pergi untuk naik bis ke jakarta. Kebetulan di Jakarta ada sepupu yang mau menampungku yang kemudian mebantu biaya kuliahku dengan menyisihkan sebagian rizkinya.  Sesampai di jakarta kucoba dan kulewati beberapa tes masuk Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta, dan akhirnya kudapati diriku di terima di IAIN Jakarta yang kini menjadi  UIN Jakarta, aku masuk di antara 700 nama yang lulus test dari 5000 pendaftar.

Sebetulnya baru aku berangkat ke Jakarta saja sudah banyak yang tidak mengenakkan di hati, mulai dari macetnya jakarta, sampai tukang copet yang selalu mengelilingiku saat di bis kota. Apalagi setelah betul-betul aku merasakan bangku kuliah di Jakarta, dan ternyata sungguh penat membuatku tak kerasan. Kupikir lewat sebulan 2 sampei 3 bulan akan bisa kerasan dan ternyata sudah melewati setahun tetep tak kerasan juga.

Kuperas seluruh otakku supaya keluar ide yang memunculkan sesuatu gagasan yang membuat aku kerasan di jakarta. Kukelilingi kampus, kulihat mereka-mereka para mahasiswa baru yang kini jadi teman baruku. Ternyata tak jauh beda denganku, karena 80 % temanku adalah berasal dari luar jakarta. Setelah kuamati betul mereka satu persatu, kudapati beberapa di antara mereka merasa senasib sepenanggungan, merasa sama-sama susah dalam perantauan. Akhirnya kudpati beberapa di antara mereka berkembang hubungan spesial antara yang cewek dan cowok hingga menjadi beberapa pasang kekasaih yang saling mencintai memahami dan merasa senasib. Ketika kutanya bagaimana perasaan mereka setelah mempunyai teman dekat ataupun kekasih, ternyata hal itu bisa membuat mereka kerasan tinggal di Jakarta.

Kutanya pada diriku sendiri, haruskah aku punya pacar seperti mereka? Kuberfikir temanku dulu yang ranking 3 di kelas menjadi ranking 13 saat berpacaran, kufikir dengan pacaran hanya menambah dosaku yang sudah banyak ini. Namun setelah kufikir ulang kalaulah itu merupakan satu-satunya jalan (waktu itu) supaya kerasan di Jakarta, apa salahnya kucoba akan hal itu.

Kubulatkan tekat, satukan energi dan emosi menuju satu klalimat uhui “cari pacarrrrrrrrrrrrrr”. Masalah muncul ketika tekadku sudah bulat untuk mencari tambatan hati yang selalu sendiri ini. Kulihat mereka yang pacaran ternyata mereka ganteng-ganteng dan cantik-cantik, sementara aku tak seganteng mereka, aku hanya cowok kurus kering item dan kumel serasa lengkap sudah kekuranganku pada fisikku. Kulihat yang lagi pacaran mereka kaya-kaya tak seperti diriku yang miskin, kantong selalu kering, untuk makan bayar kuliah dan bayar kosan sederhanaku aja aku harus menunggu uluran tangan salah satu sepupuku yang baik hati yang mau menyedekahkan hartanya untukku. Sementara untuk minta kepada orang tuaku, malu rasanya, kebutuhan mereka saja masih sering tak tercukupi bagaimana mungkin aku menambah beban mereka.

Suatu hari kuberkunjung ke kontrakan temanku kami ngobrol banyak tentang masa muda ini baik tentang pacar, peluang nyari pacar, dan lain sebagainya hingga keluar sebuah kalimat enteng dari “mulut bau rokok”nya ”sejelek apapun kita, semiskin apapun kita, sementara secantik apapun cewek, sekaya apapun dia 99% kans kita dapetin dia”. Mendengar itu hatiku langsung berbunga-bunga melangkah pulang dengan besar hati sambil befikir apa yang 1 persen itu penyebab kegagalan yah! Setelah kumelangkah 40 meter dari kontrakannya dia berteriak “yang 1 persen tu fakor kegagalannya, kalo masih gagal juga, berarti lo bego banget, ingat lo harus punya 1 aja kelebihan”

Sembari pulang kuberfikir peluangku ada juga ternyata, kulihat kekuranga pada dirku, dan berfikir tentang peluangku lagi, ternyata susah juga karena salah satu kekurangan yang paling menonjol pada diriku adalah aku nggak punya kelebihan. Makin bimbang saja hati ini sementara kakiku terus melangkah dengan gontai ke kontrakanku. Mendadak di jalan aku dikejutkan tawa seorang cowok kurus kering kumel item kayak diriku sedang memainkan guitar dikerumuni 5 cewek cantik sambil bernyanyi. Kumenoleh kepada mereka kuberfikir apakah karena bisa main guitar itu si cowok dikerubuti para wanita? Tak terasa kakiku terus melangkah gontai hingga tanpa ku sadar aku menubruk pintu kontrakanku.

Kuberfikir lagi apakah harus aku bermain musik seperti si cowok tadi, sementara aku sama sekali tak mengenal satu alat musikpun. Kuingat waktu SMA dulu bapakku bilang ”kalau sampai kamu beli guitar, tak bakar Guitarmu, itu bikin maksiat aja”. Saat inipun alat musik tidak ada yang murah, sementara kantongku cekek seceka-cekanya.

Setelah melewati pemikiran panjang akhirnya kuputuskan kucoba bermain alat musik siapa tahu ada cewek nyatol dengan modal keahlian main musik. Meski di usia yang tergolong telat, belum satu alat musikpun ku kuasai, kucoba datang ke toko musik melihat-lihat guitar dengan modal uang pas-pasan. Pada tahun 1997 kukunjungi almarhum mal Borobudur (kini udah tiada, hangus pas kerusuhan Mei 2008) di deket pasar Ciputat sembari menebus guitar seharga 185 000 Rupiah, sembari pula puasa beberapa minggu ngirit uang makan untuk beli si GITA (r), cukup mahal memang untuk kantongku saat itu dan untuk krus Rupiah saat itu.

Hari-hari berikutnya kulewatkan bersama gitarku kubawa selalu ke kampus kemudian kumainkan tatkala tidak ada jam kuliah. Terkadang tak terasa dari jam 2 sore main gitar begitu tekunnya mempelajari chord dan melodi hingga panggilan sholat subuh datang baru aku sadar  kakaiku udah pegel kesemutan semaleman duduk memeluk guitar dan memainkannya.

Selang 2 bulan tanganku sudah mulai lincah menari di atas dawai gitarku dan menyanyikan lagu2 sederhana. 3 bulan kemudian aku sudah mulai bisa memainkan lagu lagu top forty dan lagu-yang tenar di zaman itu. Begtu seeterusnya hingga aku memiliki sebuah grup Band.

Pengalamanku pertamakali mentas seperti orang linglung, grogi, tidak PD, nerves, dall. Untungnya pementasan perdanku tergolong sukses. Dalam band aku berpindah dari pemain guitar menjadi pemain keyboard. Begitu seterusnya kemampuank bertmbah hingga sering banyak order baik main band, main organ tunggal maupun mengiringi paduan suara di berbagai acara resmi partai politik maupun lembaga negara.

Pada suatu kesempatan aku kebagian tugas mengiringi tour paduan suara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta  keliling Jawa. Kujumpai pada setiap kesempatan ternyata banyak diantara penonton yang mengagumiku. Ada yang terus melihat jari buntekku menari di atas piano, ada diantara nya yang melihat gaya dan ekspresiku main piano, ada juga yang diam tak bergerak tertegun kepadaku karena indahnya nada-nada yang kumainkan. Dari mereka itu ada yang pria, wanita, cantik, biasa, dan bahkan sampai ibu-ibu pun  ternyata banyak yang menjadi penggemarku ketika itu. Semua mata tertuju padaku sementara aku begitu asik dengan tanganku menari di atas tuts piano. Dalam hatiku bergemuruh dan bergetar sembari berkata ”betul juga kata temanku dulu’LO HARuS PUNYA KELBIHAN’

Pernah suatu ketika aku salah chord bermain piano dan bengong ketika ada sesorang yang begitu cantik bengong diam tak berkedip apalagi bergerak saat melihatku memainkan nada-nada indah lagu Queen berjudul zBohemian Rhapsodi. Al hasil mata kami saling bertatapan dan sama-sama bengong sekian detik sebelum akhirnya aku menyadari kewajibanku harus memencet tuts piano.

Begitu kehidupanku terus berlangsung dengan keahlianku bermain piano hingga hidupku dikelilingi para biduan penyanyiku yang cabtuk-cantik, setidaknya dalm diriku sudah timbul rasa percaya diri bahwa aku masih ada harganya, masih ada peluang mendapatkan pacar, dan kini peluang itu terbuka begitu lebar untukku.

Selain manggung aku juga sering membuatkan lagu-lagu mars untuk beberapa sekolah dan universitas swasta di Jakarta dengan imbalan bervariasi perlagunya mulai dari 1 juta hingga 10 juta.

Pernah suatu ketika disuruh main di acara peringatan hari lahir PKB di almarhum Hotel Indonesia, baru masuk lorong HI kaki sudah mulai lunglai keder karena paspamres berbaris di sepanjang lorong sambil mengacungkan laras panjangnya. Ketika itu almarhumGus Dur yang merupakan ketua Dewan Syuro PKB yang menjadi presiden RI hadir di situ. Tak terhitung grogi terasa menggerogoti andrenalinku.

Dikesempatan lain aku ikut audisi band untuk mengisi salah satu acara di lamborgini café, kebetulan lolos audisi hingga aku main band di situ. Hatiku berkecamuk ketika kumainkan lagu final count down yang ngerock abis, tiba-tiba keluar para gogo dancer yang amat sangat seksikeluar sambil memutar perut dan seluruh tubuhnya.

Hati dan jiwa religiusku berontak tak sanggup melihat tontonan yang seperti ini, hati pedih rasanya, tapi kalau aku keluar begitu saja dari dunia tersebut aku tak bisa membiayai kuliahku yang baru menginjak semster pertama S2.

Al hasil hobiku bermain musik adalah hobi yang betul kunikmati cuma datangnya karena terpaksa, namun nimat juga. Lumayan mendatangkan uang, cewek dan rasa percaya diri.

Dan akhirnya kutinggalkan dunia panggung karena terlalu gemerlap dan tidak sesuai dengan jiwa religiusku.

About these ads

31 Responses to Kisahku

  1. wow….baru update nih 😀 ninggalin jejak dulu di halaman abadi…salam yang ke dua mbah 😀

    http://cicakkreatip.com/tentang-saya-5/

  2. walah anak ben to …? 😀

  3. sutopo says:

    wah kisah e mas e menginspirasi tenan ..
    moga2 bisa ngikuti jejak mas

  4. ivanantonia1 says:

    Harusnya Music/Guitar Biker, bukan Bonsai Biker. Hehe…

  5. Jamek says:

    Woohh..kisa’e josss..mbah..harus punya satu kelebihan?

  6. Om Pitunk says:

    lanjut ceritane sampe jd blogger mbah.. hehehehe

  7. datuk toman says:

    Wah true story… Final countdown..

  8. barrabaa says:

    Wah sungguh luar biasa, dari yang tak bisa main musik, bahkan tergolong telat bisanya (kuliah),, menjadi orang yang mahir mengiringi penyanyi, band, bahkan solo.. inspiratif,, impossible is nothing..

    Salam kenal mbah..

    http://travelmotoblog.com/

  9. komatkamit89 says:

    walah… terus hubungane karo blog opo mbah?
    kok ra di bahas ngoahahaha
    tak kiro mbahas blog jebul malah golet pacar wkwkwk
    arep tak tiru ding siki ws due anak bojo 😀

    http://komatkamitblog.com

  10. adhi says:

    waduh? anak band mas, kenapa nggak bikin blog yang berhubungan dengan musik mas? btw, itu kisahnya gantung mas hehe… ceritain lagi dong sampe sukses nge-blog…

  11. trancheuse says:

    Hello, i believe that i noticed you visited my blog so i
    came to go back the want?.I am trying to in finding issues to
    enhance my web site!I suppose its adequate to use a few of your ideas!!

  12. trancheuse says:

    Asking questions are really nice thing if you are not understanding something completely, except
    this paragraph presents good understanding yet.

  13. ki demang says:

    Br baca mbah… he he he he he joozzzz……

  14. JADWAL Dan Tarif Shuttle Redwhite star. Rp.155000 /keberangkatan dari Bandung 23:15 – 00:15 – 01:15 – 02:15 – 03:15 – 04:15 – 05:15 – 06:15 – 07:15 – 08:15 – 09:15 – 10:15 – 12:15 – 13:15 – 14:15 – 15:15 – 16:15 -keberangkatan dari Bandara Soekarno Hatta .pertama Berangkat jam – 08:15 – 09:15 – 10:15 – 11:15 – 12:15 – 13:15 – 14:15 – 15:15 16:15 – 17:15 – 18:15 – 19:15 – 20:15 – 21:15 – 22:15 – 23:15
    imformasi pelayananShuttle Redwhitestar Primajasa Informasi & reservasi : Jl. Diponegoro no.32, Bdg : �� :+6227273402 / +6281221085084 (sms) : travel.primajasa@gmail.com BANDARA SOEKARNO-HATTA

    Terminal 1B, Terminal 2F, dan Terminal 3

    Kontak informasi : 021-55915555

    Fax: (021) 55912465

    SMS: 0853 1943 2636

  15. mantab kang.. mampir juga ke Blog Otomotif saya http://www.blogotive.com/

  16. imotoriums says:

    pegel bacanya mbah

    akakakakakakak

    http://imotorium.com

  17. Slm knal mb
    aq slut am mba bgitu bgus prjungan y

  18. dani says:

    hem lumayan panjang bacanya tapi cakep dech

  19. wow.. kui kisahmu, mana kisahku?

  20. AcepKZ says:

    sangat menginspirasi sekali pa…..:)
    #tahiyyah_PBA

  21. walah tenan wong magetan.

    bisa kopdar om nanti kalo pulkam heee, kebetulan ane juga suka coret2 di blog tapi gak tenar seperti blog ini wkwkwk.

    salam lempeng magetan wong kidul magetan.

    instagram & Twitter

    @eugboni

  22. Anonymous says:

    Wg edan

Leave a Reply

Your email address will not be published.